Vaksin HPV merupakan salah satu formula yang diberikan untuk mencegah terjadinya infeksi Human papillomavirus (HPV). Vaksin ini umumnya diberikan untuk anak-anak hingga orang dewasa. 

Sebab, virus penyebab infeksi kulit seperti kutil kelamin ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja baik itu laki-laki maupun perempuan.

Lalu, apakah virus HPV ini menyebabkan infeksi kulit saja? Bagaimanakah indikasi vaksin HPV? Adakah treatment yang harus dilakukan sebelum atau setelah di vaksin? Yuk ketahui informasinya melalui uraian berikut.

Informasi Lengkap Seputar Human Papillomavirus

HPV merupakan virus yang tidak hanya menjadi penyebab terjadinya infeksi kulit seperti adanya kutil pada kelamin. Tetapi virus ini juga menyebabkan penyakit kanker di beberapa bagian tubuh mulai dari tenggorokan bagian belakang, pangkal dari lidah, dan amandel

Selain itu, virus ini juga jadi penyebab timbulnya kanker pada bagian kelamin seperti vagina, serviks, vulva, penis, dan bagian anus.

Oleh karena itu, pencegahan terhadap kontaminasi HPV terhadap tubuh manusia perlu dilakukan untuk menurunkan tingkat terjadinya kanker pada organ genital baik untuk wanita maupun pria. 

Maka dari itu, diperlukan pemberian vaksin yang bisa menjadi langkah utama untuk mencegah terjadinya kanker pada organ genital yang diakibatkan oleh virus tersebut.

Bagaimana Indikasi Vaksin HPV?

vaksin hpv

HPV tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi virus ini juga bisa menyerang anak-anak hingga remaja. Oleh karena itu, vaksin virus tersebut diberikan untuk seluruh kalangan usia.

code

1. Anak-Anak

Umumnya vaksin ini diberikan pada anak dengan usia 9 hingga 14 tahun dengan pemberian vaksin sebanyak 2 kali. Sedangkan jarak untuk pemberian masing-masing vaksin adalah 6 hingga 12 bulan. Lebih tepatnya vaksin ini diberikan ketika organ seksual masih belum aktif yang artinya berada pada masa ana-anak.

Maka tak heran, vaksin akan bekerja lebih optimal karena kemungkinan terpaparnya virus yang menyerang organ genital anak berada pada angka yang kecil. Maka dari itu, tidak heran jika vaksin disebut sebagai penambah perisai yang berfungsi untuk memperkuat sistem pertahanan diri.

Baca juga: Lindungi Buah Hati dari 5 Penyakit Ini dengan Imunisasi Pentabio

2. Remaja dan Orang Dewasa

Sedangkan untuk usia remaja hingga dewasa, umumnya vaksin ini diberikan pada usia 15 hingga 26 tahun. Bahkan orang dewasa dengan usia 27 hingga 45 tahun masih memiliki kesempatan untuk memperoleh injeksi vaksin ini. 

Tentunya terdapat perbedaan dosis dan waktu pemberian antara usia remaja hingga dewasa dengan anak-anak.

Pada usia remaja hingga dewasa, vaksin Human papillomavirus diberikan sebanyak 3 kali injeksi. Terdapat selang waktu 1 hingga 2 bulan untuk pemberian vaksin dosis kedua setelah dosis pertama. Sedangkan untuk pemberian dosis ketiga, terdapat selang waktu 6 bulan setelah penyuntikan vaksin dosis kedua.

Apakah Ada Larangan untuk Pemberian Vaksin HPV?

Pemberian vaksin ini tentunya memiliki batasan sama halnya dengan jenis vaksin lainnya. Terdapat beberapa kondisi yang mengharuskan pemberian vaksin ini ditunda atau tidak diberikan terlebih dahulu. 

Kondisi tersebut mulai dari pasien yang pernah memiliki riwayat alergi tingkat parah terhadap vaksin Human papillomavirus, alergi terhadap ragi, ibu hamil, dan penderita penyakit berat.

Jadinya, sebelum mendapatkan vaksin ini, Moms harus memastikan bahwa tubuh Moms tidak memiliki kondisi yang telah disebutkan. Hal ini tentunya untuk menghindari adanya efek samping yang timbul setelah penyuntikan.

Treatment Setelah dan Sebelum Pemberian Vaksin HPV

Terdapat beberapa treatment atau hal yang perlu dilakukan sebelum pemberian vaksin virus ini. langkah awal tentunya adalah tahap pemeriksaan oleh dokter mengenai riwayat kesehatan, pola hidup, hingga rutinitas seksual yang dilakukan. 

code

Setelah dokter menyatakan bahwa seseorang bisa memperoleh vaksin ini maka akan ditentukan waktu pemberian vaksin secara terjadwal. Setelah pemberian vaksin, maka terdapat masa istirahat selama 15 menit bagi pasien usai proses injeksi. 

Selain itu, terdapat beberapa aktivitas yang disarankan untuk tidak dilakukan terlebih dahulu setelah penyuntikan vaksin. Aktivitas tersebut mulai dari rutinitas seksual, penggunaan kondom, tidak merokok, dan disarankan melakukan pap smear bagi wanita dalam beberapa waktu tertentu setelah aktif secara seksual.

Pap smear merupakan rangkaian pemeriksaan untuk mendeteksi ada atau tidak kanker serviks (leher rahim). Meskipun seseorang telah memperoleh penyuntikan vaksin HPV, namun pemeriksaan leher rahim ini diperlukan untuk memastikan bahwa tubuh pasien benar-benar dalam kondisi sehat.

Selain itu sebagai langkah preventif, Moms juga perlu menjaga pola hidup seperti menu diet harian. Hal ini bertujuan untuk menyokong kesehatan tubuh dengan memperkuat sistem pertahanan menggunakan pasokan gizi yang cukup

Apakah Moms Sudah Diberikan Vaksin HPV?

Melalui uraian di atas, sudahkan Moms memperoleh vaksin HPV? Tentunya tidak terdapat paksaan pada pemberian vaksin ini namun terdapat pula beberapa kalangan pasien yang memerlukan vaksin tersebut. 

Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya infeksi Human papillomavirus, Moms perlu kehati-hatian dalam hal gaya hidup terutama gaya yang berhubungan dengan seksualitas. 

Tagged in:

,