Bagi ibu hamil penting untuk mendapat asupan nutrisi dan vitamin yang cukup semasa kehamilan. Bukan hanya menjaga sistem imun tubuh sendiri, tetapi juga mencukupi gizi untuk si janin. Baik buruknya perkembangan janin, tergantung dari cara sang ibu memenuhi kebutuhan nutrisi. Tidak jarang ada ibu hamil yang masih terbawa gaya hidup, contohnya konsumsi makanan cepat saji. Padahal vitamin penting semasa kehamilan untuk stimulasi kesehatan ibu dan janin.

Daftar Vitamin yang Penuhi Gizi dan Penting Semasa Kehamilan

vitamin penting semasa kehamilan

1. Vitamin A

Jenis vitamin ini bisa larut dalam lemak yang tersimpan di organ hati, sehingga mudah dicerna oleh tubuh. Khasiatnya sangat ampuh apabila dikonsumsi oleh ibu hamil, yaitu melawan infeksi dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya baik untuk sang ibu, ternyata vitamin A berperan dalam pertumbuhan embrio janin. Vitamim A turut andil dalam perkembangan organ vital, sistem pernafasan, dan sistem saraf pusat pada janin.

Ada dua jenis vitamin A yang bisa dikonsumsi ibu hamil, yaitu retinol dan provitamin A karotenoid. Retinol bisa ditemukan dalam produk hewani seperti telur, susu, dan hati. Provitamin A karotenoid dapat diperoleh dari buah-buahan dan beragam sayuran. Bedanya retinol bisa langsung dicerna oleh tubuh, sedangkan provitamin A karotenoid perlu diubah menjadi retinol terlebih dahulu.

Keduanya merupakan vitamin penting semasa kehamilan, dan wajib dipenuhi sesuai dengan standar kebutuhan. Pada ibu hamil yang berusia kurang dari 20 tahun, membutuhkan asupan vitamin A sebesar 750 mikrogram RAE per hari. Sedangkan ibu hamil diatas usia 20 tahun harus mengonsumsi vitamin A sebanyak 770 mikrogram. Selebihnya anda bisa menentukan sendiri, berapa jumlah vitamin A yang sekiranya dibutuhkan oleh ibu hamil.

Namun tidak selamanya konsumsi vitamin A baik untuk kesehatan ibu dan janin. Jika tubuh kelebihan vitamin A ternyata bisa menyebabkan cacat lahir dan keracunan organ hati. Hal ini terjadi karena jumlah retinol dalam tubuh berlebihan. Ada baiknya menyeimbangkan asupan yang mengandung betakaroten. Sehingga tidak terjadi penumpukan vitamin, yang berpotensi untuk memicu gangguan selama kehamilan.

vitamin penting semasa kehamilan
2. Asam Folat

Asupan vitamin penting semasa kehamilan, untuk menstimulasi perkembangan janin dalam kandungan. Salah satunya asam folat yang mempengaruhi pertumbuhan otak dan sumsum tulang belakang. Resiko cacat tabung saraf berkembang saat memasuki usia kehamilan di 28 hari pertama. Kebanyakan ibu hamil tidak mengetahui kelainan pada janinnya, karena memang tidak ada gejala yang kentara. Namun kondisi tersebut bisa terdeteksi ketika menjalani pemeriksaan rutin melalui USG.

Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi asam folat sekitar 400 mikrogram setiap hari. Hal ini rutin dilakukan selama trimester kehamilan pertama. Jika si ibu hamil sudah pernah melahirkan bayi dengan cacat tabung saraf, maka perlu konsultasi kembali dengan dokter. Karena asupan asam folat yang dibutuhkan jumlahnya sudah berbeda, sedikit lebih banyak dari biasanya. Sehingga di kehamilan saat ini tidak terulang lagi kesalahan yang serupa.

Anda bisa mendapat asupan vitamin penting semasa kehamilan, dengan mengonsumsi sayuran. Jenis sayuran hijau cenderung mempunyai kadar asam folat yang tinggi, dibandingkan sayur wortel atau kentang. Tidak lupa jenis kacang-kacangan akan menyumbang asam folat yang baik untuk tubuh. Buah jeruk juga direkomendasikan untuk disantap, setelah memakan karbohidrat yang cukup. Selain itu suplemen asam folat ikut menjadi asupan tambahan untuk ibu hamil.

vitamin penting semasa kehamilan
3. Vitamin D dan Kalsium

Ibu hamil membutuhkan sekitar 10 mikrogram vitamin D, dan 1000 miligram kalsium setiap hari. Asupan tersebut berperan untuk menunjang pertumbuhan tulang si janin, dan membentuk jaringan otot. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan bayi mengalami kelahiran abnormal. Hal itu bisa dilihat pada saat pemeriksaan kehamilan, yang menampilkan pembentukan tulang-tulang si janin.

Baik vitamin D maupun kalsium merupakan vitamin penting semasa kehamilan. Bagi ibu hamil kalsium berguna untuk memperkuat jaringan tulang, sehingga bisa menopang beban kandungan. Tulang yang kuat akan memberi kekuatan si ibu pada saat melahirkan nantinya. Maka dari itu ibu hamil perlu mengonsumsinya secara rutin, dimulai dari trimester pertama hingga menjelang persalinan.

Kalsium sering ditemukan pada jenis kacang-kacangan, seperti kacang merah dan kacang kedelai. Anda bisa mengonsumsinya dengan membeli hasil olahan dari jenis dua kacang tersebut. Minimal dalam satu hari ibu hamil mengonsumsi tempe atau tahu, beserta susu kedelai. Sedangkan vitamin D bisa diperoleh dari ikan salmon, telur, dan daging. Selain itu berjemur di bawah sinar matahari juga mendapat asupan vitamin D secara langsung.

Vitamin C
4. Vitamin C

Asupan vitamin penting semasa kehamilan, agar janin berkembang dengan baik selama dalam kandungan. Konsumsi vitamin C dianggap aman untuk ibu hamil, asalkan tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Jenis vitamin ini berperan sebagai antioksidan yang bisa melindungi jaringan tubuh. Ia akan menutup kerusakan dan membantu tubuh untuk menyerap zat besi. Selain itu vitamin C turut membangun kekebalan tubuh yang kuat, untuk menangkal radikal bebas.

Ibu hamil wajib mengonsumsi vitamin C sebanyak 85 miligram per hari, khusus ibu hamil berusia diatas 20 tahun. Untuk usia dibawah 20 tahun hanya perlu vitamin C sebesar 80 miligram setiap hari. Anda bisa mendapatkan vitamin C jika mengonsumsi buah dan sayuran, cotohnya buah jeruk dan kiwi. Jika asupan vitamin C dianggap cukup, maka tidak perlu menstimulasinya dengan suplemen. Karena ditakutkan akan mengganggu kesehatan pada ibu dan janin.

Menjaga kehamilan
5. Zat Besi

Jika asupan vitamin penting semasa kehamilan sejenis zat besi cukup untuk tubuh. Maka dipastikan sirkulasi darah di dalam tubuh berjalan lancar. Hal ini disebabkan zat besi membentuk sel-sel darah merah, dan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Sehingga memungkinkan janin, untuk mendapat udara baik selama dalam kandungan. Sedangkan bagi si ibu, zat besi berfungsi untuk mengentalkan darah dan memperlancar proses persalinan.

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia yang beresiko buruk untuk ibu dan bayi. Kondisi ibu yang mengidap anemia akan meningkatkan resiko kelahiran prematur. Para dokter kandungan juga menyarankan tidak boleh mengonsumsi obat anemia. Karena efek sampingnya bisa menyebabkan konstipasi, dan mengganggu penyerapan nutrisi untuk si janin. Jadi satu-satunya cara hanyalah menambah asupan makanan yang mengandung zat besi.

Ada beragam sumber makanan untuk mendapatkan zat besi yang cukup untuk tubuh. Diantaranya daging tanpa lemak, sayuran hijau gelap, hingga jenis kacang-kacangan. Mereka bisa dikonsumsi secara rutin dengan cara bergantian setiap harinya. Tidak disarankan menambah kadar MSG dalam setiap olahan makanan tersebut. Selanjutnya untuk menstimulasi zat besi, anda bisa memakan buah-buahan selepas makan.

Masa kehamilan memang harus protektif terhadap segala asupan nutrisi dan vitamin. Hal ini untuk menunjang perkembangan si janin dalam kandungan. Ibu diharapkan bisa mengontrol jenis makanan dan minuman yang masuk ke tubuh. Mengingat janin hanya mengonsumsi asupan dari plasenta si ibu. Takaran vitamin yang masuk harus pas, tidak boleh kurang ataupun lebih. Supaya tidak menimbulkan beragam gangguan pada kehamilan.

Selain asupan vitamin ada beberapa hal yang penting untuk semasa kehamilan silahkan baca di cara hidup sehat semasa kehamilan