Tindik telinga bayi merupakan hal yang sudah lumrah di kalangan masyarakat Indonesia. Kegiatan ini biasanya dijadikan sebagai pembeda antara bayi perempuan dan laki-laki. Meskipun ada beberapa pro dan kontra, namun tindik telinga pada bayi menjadi aktivitas yang cukup sering masyarakat lakukan.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Tindik Telinga Bayi?

Secara umum, bayi perempuan akan ditindik telinganya setelah beberapa bulan ia lahir, tentunya atas persetujuan dari pihak orang tua.

Menurut American Academy of Pediatrics, tindik telinga pada bayi paling ideal dilakukan saat usianya sudah cukup untuk menahan sakit dan mengurus tindikan. Selain itu, kesehatan bayi juga menjadi kunci utama lancarnya proses tindik tersebut.

Ada juga yang berpendapat bahwa bayi dapat ditindik ketika ia sudah berusia lebih dari 2 bulan. Mengapa demikian? 

Hal ini karena berhubungan dengan adanya risiko infeksi yang akan terjadi pada bayi berusia kurang dari 2 bulan. Salah satunya adalah munculnya infeksi kulit. Namun, terjadinya risiko tersebut memiliki skala yang kecil.

Cara Merawat Tindik Telinga Bayi

Tidak hanya orang dewasa saja, area telinga bayi juga harus senantiasa Moms jaga dengan baik. Apalagi setelah melakukan tindik telinga, maka pembersihan harus dilakukan secara ketat. 

Setelah melakukan tindikan, telinga bayi akan menjadi sensitif dan kulitnya pun kemerahan. Oleh sebab itu, berikut cara merawat tindik telinga bayi yang bisa Moms lakukan.

  1. Jangan menyentuh area tindikan, kecuali ketika akan membersihkannya.
  2. Pastikan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun saat akan menyentuh area tindikan.
  3. Selalu membersihkan area tindikan menggunakan alkohol sebanyak 2-3 kali sehari.
  4. Jangan lupa memastikan bantalan anting, apakah sudah kencang atau belum ketika membersihkannya.
  5. Jangan menarik anting, apalagi jika sampai lepas.
  6. Lebih baik menghindari berada di kawasan kolam renang atau bak air panas agar bayi tidak terkena infeksi.

Ketika merawat tindik telinga bayi, Moms bisa memutar anting yang sudah terpasang di telinga bayi. Namun, jangan sampai melepasnya, ya. Tunggu hingga enam minggu setelah menindik. Cara ini bertujuan agar lubang tidak tertutup atau rapat.

Setelah melewati enam minggu, Moms boleh melepas anting. Pelepasan dilakukan saat malam hari, sebelum waktu tidur sang bayi. Pastikan untuk membersihkan anting dengan rutin, pakai juga alkohol untuk membersihkannya. Moms juga harus selalu menjaga kelembaban telinga sang buah hati menggunakan salep.

code

Manfaat Tindik Telinga Bayi

tindik telinga bayi

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa tindik pada bayi ada yang pro dan kontra. Salah satunya adalah rasa tega kepada bayi, apalagi jika bayi tersebut baru lahir. Namun, menurut medis tindik pada bayi juga memiliki manfaat.

Ketika melakukan tindik telinga saat usia dini, si kecil akan mendapatkan perhatian dan perawatan yang lebih mendalam dari orang tua. Mengapa demikian? Sebab, orang tua pasti akan selalu memperhatikan area telinga bayi, sehingga bayi tidak mudah terinfeksi penyakit ataupun alergi.

Baca juga: Cara Tes Alergi pada Bayi, Ketahui Pula Ciri dan Bahaya untuk Si Kecil

Tindik telinga saat usia dini akan meminimalisir terjadinya keloid atau jaringan parut di telinga. Menurut Journal of Pediatrics, keloid adalah bekas luka yang menebal dan sering muncul di telinga anak saat berusia 11 tahun ke atas.

Oleh sebab itu, bagi Moms atau keluarga yang memiliki riwayat keloid, maka sebaiknya jangan melakukan proses tindik ketika masih bayi. Keloid tergolong susah untuk diobati, bahkan harus memerlukan suntikan dan operasi untuk dapat menghilangkannya.

Beberapa hal yang Harus Diperhatikan Jika Ingin Menindik Bayi

Moms ingin melakukan proses tindik telinga bayi? Maka wajib untuk selalu memperhatikan hal-hal di bawah ini:

1. Umur Bayi

Ada beberapa saran untuk menindik telinga bayi, ketika berusia cukup tua dan 3-4 bulan setelah lahir. Berapapun umur sang buah hati, tentunya pasti ada resiko saat melakukan tindik telinga.

Namun, Moms bisa meminimalisirkan resiko dengan melakukannya dengan hati-hati. Harus dibarengi juga dengan pembersihan dan perawatan luka yang maksimal.

2. Ahli Tindik yang Profesional

Tidak semua orang bisa melakukan tindik telinga bayi secara sembarangan. Proses tindik harus dilakukan oleh orang profesional, yakni dokter. Hal ini karena penggunaan alat tindik dokter lebih steril dan terbuat dari bahan yang terpercaya. 

code

3. Sigap dalam Menangani Rasa Sakit Bayi

Walaupun proses tindik akan berlangsung sebentar, namun bayi akan merasakan sakit jika tidak menggunakan bius. Karena bayi masih terbilang sensitif dalam segala hal. Oleh sebab itu, Moms perlu untuk berdiskusi dengan dokter mengenai pemberian anestesi atau pembiusan.

Punya Rencana Melakukan Tindik Telinga Bayi?

Nah, setelah mengetahui beberapa fakta di atas, Moms bisa menentukan tindakan selanjutnya apakah masih menginginkan tindik telinga bayi atau tidak. Hal terpenting, selalu pastikan bahwa buah hati Moms tetap dalam keadaan yang sehat dan mendapat kasih sayang penuh dari orang tua.