Saat fase peralihan ke remaja, anak perempuan akan mengalami menstruasi atau haid. Siklus ini ditandai oleh beberapa ciri fisik maupun nonfisik. Tanda-tanda haid pada anak menjadi sesuatu yang harus Moms tahu.

Kenali Tanda-Tanda Haid pada Anak

Belum diketahui secara pasti kapan anak perempuan akan mengalami menstruasi. Mengutip dari Kids Health, umumnya usia 10-15 tahun adalah waktu mereka mengalami haid pertama kali. Namun angka tersebut tidak bisa dijadikan sebagai patokan. 

Setidaknya, ada 3 (tiga) faktor yang ikut berperan, yaitu aktivitas fisik, stress, hingga pola makan. Sayangnya, mereka kerap kali abai dengan tanda-tanda haid. Nah, di saat inilah peran orang tua khususnya ibu melakukan edukasi. 

Maka dari itu, artikel ini menyajikan tanda-tanda haid serta cara melakukan pendekatan dengan sang buah hati. Penasaran? Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Perubahan Fisik

Tanda-tanda haid pada anak yang nampak secara fisik adalah adanya perkembangan payudara yang terjadi enam bulan hingga dua tahun sebelum haid. 

Mula-mula, payudara membentuk benjolan karena puting terangkat naik. Perubahan itu kemudian diikuti dengan area hitam sekitar puting yang mulai meluas. Perlahan, payudara anak akan membentuk kuncup.

Siklus perubahan tersebut akibat area puting atau areola dan jaringan-jaringannya sudah mengalami perkembangan. Hal ini yang kemudian membuat payudara menjadi lebih sensitif.

Ukuran tubuh ikut mengalami perkembangan. Tinggi dan postur tubuh menjadi berubah. Maka jangan heran, Moms, jika pakaian yang kerap mereka kenakan sudah tidak cukup lagi.

2. Tumbuh Rambut di Area Tertentu

Tanda-tanda haid pada anak selanjutnya adalah adanya pertumbuhan rambut di area vagina dan ketiak. Namun setiap anak memiliki masa pertumbuhan rambut yang berbeda. 

code

Ada anak yang mengalami pertumbuhan rambut sebelum menstruasi. Ada pun yang tumbuh setelah mengalami haid pertama kali. Rambut yang tumbuh berbentuk pendek keriting serta menebal seiring berjalannya waktu.

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Pubertas pada Masa Remaja

3. Keluarnya Cairan Dari Vagina

Ciri ketiga yang Moms harus ketahui adalah keputihan. Seperti namanya, cairan ini berwarna putih layaknya susu dengan tekstur lendir dan cukup lengket. Tanda-tanda haid pada anak ini terjadi 6 bulan sebelum menstruasi pertama.

Tidak sampai situ saja Moms. Perlahan warna cairan yang keluar dari vagina berganti menjadi kecoklatan yang disebut dengan “Flek”. Keduanya menjadi awal keluarnya cairan merah pada vagina. 

Meskipun demikian, Moms harus selalu membekali mereka pantiliner atau pembalut. Benda ini berfungsi untuk mencegah cairan tersebut membasahi celana.

4. Mengeluh Badan yang Tidak Nyaman

Berbagai macam sakit pada badan akan dirasakan oleh buah hati Moms. Ada yang mengeluh sakit kepala, badan terasa pegal, perut yang tidak enak, hingga kram pada otot. Rasa sakit itu tidak dirasakan secara berurutan dan bersamaan.

Namun keluhan-keluhan ini tidak bisa dianggap sepele. Jika anak merasa sakit yang tidak tertahan, maka Moms wajib untuk mengantarkannya ke dokter untuk pencegahan.

5. Perubahan Emosi yang Drastis

Ini adalah tanda-tanda haid pada anak yang umum terjadi. Bahkan emosi yang tidak stabil membuatnya mudah marah dan menangis secara tiba-tiba. 

Tanda-tanda haid pada anak ini ternyata disebabkan oleh hormon estrogen yang sedang aktif mengatur suasana hati. Kadar dari kedua hormon tersebut mengalami penurunan akibat dinding rahim yang meluruh. 

Estrogen memproduksi hormon endorfin yang ada di otak. Hormon inilah yang kemudian berfungsi untuk mengatur rasa nyaman dan bahagia. Perubahan kadar hormon estrogen ini mempengaruhi hormon-hormon lainnya. Oleh karena itu perubahan suasana hati atau mood swing tidak dapat dihindari.

code

6. Lebih Doyan Makan

Tanda-tanda ini akibat dari dua hormon yaitu estrogen dan progesteron. Kedua hormon tersebut yang menjadikan tubuh anak-anak lebih responsif terhadap hormon insulin. 

Hormon inilah yang menyebabkan kadar gula darah menjadi turun. Maka tak heran jika anak-anak mengalami peningkatan nafsu makan.

Lakukan Ini saat Melihat Tanda-tanda Haid pada Anak

tanda-tanda haid pada anak

Tidak hanya anak, para ibu-ibu juga merasakannya. Pada fase ini, Ibu-lah yang berperan penting dalam memberikan edukasi kepada anaknya.

Jika Moms melihat keenam perubahan fisik di atas, lakukan pendekatan terlebih dahulu. Ajak dia untuk terbuka mengenai apa yang mereka rasakan pada tubuhnya. Jadilah pendengar yang baik atas keluhan-keluhan yang mereka rasakan saat ingin haid.

Setelah tanda-tanda haid pada anak Moms terlihat, berilah pengetahuan seputar haid yang positif. Ceritakan bahwa itu adalah gejala umum bagi mereka yang akan beranjak dewasa.

Satu lagi yang tidak boleh Moms lewatkan yaitu mengenalkan alat-alat yang dibutuhkan saat haid. Jelaskan secara detail mengenai fungsi dan juga cara pemakaiannya. Selain itu, pastikan untuk mengajarkan anak terkait kebersihan alat kelamin.

Sedang Menghadapi Tanda-tanda Haid pada Anak?

Itulah tanda-tanda haid pada anak dan tindakan yang harus Moms lakukan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Moms yang tengah memiliki anak yang baru menginjak dewasa.