Mimisan pada anak sering dianggap biasa. Padahal jika terjadi terlalu sering bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada anak seperti kadar sel darah merah atau hemoglobin menurun. Mimisan bisa terjadi pada anak dengan usia 3 sampai dengan 10 tahun. Fakta lain dari mimisan adalah yang sering mengalaminya adalah anak laki-laki. Dalam kondisi medis disebut dengan epistaksis atau pendarahan yang terjadi pada hidung.

Penyebab Mimisan

Mimisan adalah kondisi yang ringan namun orang tua tidak boleh menganggapnya remeh. Ada beberapa kondisi dimana mimisan ini bisa berbahaya.  Di Amerika Serikat sendiri angka kejadian mimisan ini terjadi pada anak dengan usia di bawah 2 tahun. Yang menyebabkannya adalah benturan dan sangat jarang disebabkan oleh penyakit serius.

Pada anak usia 6 sampai dengan 10 tahun mimisan sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan. Berikut ini adalah beberapa penyebab mimisan yang wajib untuk Anda ketahui:

  1. Lokal

Yang pertama disebabkan oleh mimisan lokal. Mimisan pada anak bisa terjadi jika ada kelainan di dalam hidung. Selain itu mimisan juga disebabkan oleh multiple telangiectasia, trauma, infeksi seperti rhinitis, sinusitis, granuloma spesifik, peradangan. Mimisan lokal juga sering disebabkan oleh benda asing dan juga keganasan.

  1. Sistemik

Mimisan sistemik disebabkan oleh gangguan pembekuan darah atau penyakit darah sukar membeku seperti hemofilia. Selain itu juga disebabkan oleh pengaruh ketinggian, hawa yang panas dan juga kering. Mimisan juga disebabkan oleh infeksi seperti tiroid, influenza atau campak. Yang terakhir disebabkan oleh gangguan hormon, pengaruh obat seperti aspirin sehingga obat tersebut tidak diperbolehkan untuk anak-anak.

Penyebab Umum

mimisan pada anak 2

Selain beberapa penyebab di atas mimisan pada anak juga sering disebabkan oleh berbagai macam hal seperti berikut:

  • Menggaruk atau menyentuh bagian dalam hidung ini bisa membuat hidung menjadi iritasi. Setelah itu pembuluh darah mengalami pendarahan.
  • Udara kering. Saat udara kering atau ruangan panas bisa memicu hidung anak menjadi mudah mimisan. Cuaca kering akan mampu membuat hidung anak iritasi dan juga membuat membran hidung kering.
  • Penyebab umum selanjutnya adalah anak mengalami trauma maupun cedera yang terjadi pada hidung. Anda disarankan untuk mencari pertolongan jika mimisan yang terjadi ini tidak bisa berhenti selama 10 menit.
  • Bakteri bisa menyebabkan bagian dalam hidung menjadi sakit, merah bahkan menjadi berkerak. Kerak yang mendekati kulit di dalam hidung dan depan lubang pada hidung ini bisa menjadi penyebab pendarahan.
  • Pilek, alergi dan infeksi sinus. Penyakit-penyakit tersebut bisa menyebabkan hidung menjadi tersumbat bahkan menyebabkan mimisan.

Tanda Anak Harus  Segera Dibawa ke Dokter

Ada beberapa tanda anak harus segera mendapatkan penanganan dan juga perawatan dokter. Tanda yang pertama adalah anak sering terjadi. Jarak mimisan pertama dan kedua ini terjadi dalam waktu yang dekat.

Tanda selanjutnya adalah pola dari mimisan pada anak ini berubah, tidak seperti biasanya. Saat mengalami mimisan anak mengalami tanda yang lain seperti pendarahan dan tubuh terlihat memar. Waspadai pula jika anak mimisan setelah minum obat baru dimana bisa saja obat tersebut memicu pendarahan pada anak.

Anda juga perlu waspada jika mimisan ini berlanjut sampai dengan 20 menit setelah tekanan diberikan pada hidung anak.  Tanda selanjutnya adalah mimisan ini terjadi setelah anak mengalami cedera pada bagian kepala, jatuh atau terkena pukulan ke wajah. Waspadai pula mimisan pada anak jika disertai sakit kepala yang hebat, demam dan gejala lainnya.

Yang terakhir adalah hidung terlihat cacat atau patah, anak menunjukkan gejala kehilangan banyak darah, terlihat pucat, lemas, pusing bahkan mengalami pingsan. Anda juga waspada jika anak mengalami batuk bahkan muntah darah.

Mimisan pada anak ini pada dasarnya bukan menjadi hal yang berbahaya namun Anda harus waspada jika anak mengalami beberapa gejala bahaya yang disebutkan diatas, Anda harus segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.