Jika kamu belajar parenting atau mengenai anak-anak, mungkin kamu pernah mendengar tentang stunting pada anak. Hal ini tentunya harus diketahui dan wajib dipelajari oleh orang tua dan calon orang tua.

Salah satu sumber kebahagiaan orang tua adalah melihat anaknya tumbuh tinggi, bahkan ada orang tua yang bangga jika anaknya bisa melebihi tinggi mereka sendiri. Stunting pada anak adalah penghalang dari kebahagiaan tersebut. Sayangnya, kejadian ini banyak terjadi.

Apa Itu Stunting pada Anak?

Menurut WHO, stunting pada anak adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang dialami oleh seorang anak akibat dari gizi buruk, infeksi berulang, dan ketidakcukupan stimulasi psikososial yang tidak memadai.

Anak-anak mengalami stunting jika tinggi badan menurut usia mereka kurang dari -2 referensi pertumbuhan anak WHO.

Kabar baiknya, kasus stunting pada anak terus mengalami penurunan, tetapi tetap saja ada 150 juta anak berumur di bawah 5 tahun yang mengalami stunting.

Sementara itu, menurut UNICEF, stunting pada anak adalah kondisi dimana seorang anak terlalu pendek untuk anak seusianya, tidak berkembang secara lengkap dan hal ini merefleksikan kekurangan zat gizi yang kronis saat periode krisis pada masa pertumbuhan dan perkembangan sang anak.

Apa saja Faktor yang Menyebabkan Stunting pada Anak?

Stunting pada anak disebabkan oleh beberapa hal. Menurut UNICEF, stunting disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  1. Ketidakcukupan pemenuhan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh
  2. Penyakit yang datang secara rutin seperti diare dan cacing di usus
  3. Penanganan anak yang buruk
  4. Akses kesehatan yang kurang memadai
  5. Kesehatan dan status gizi ibu

Faktor di atas sangat berpengaruh pada stunting, terutama pada 1000 hari pertama sang anak berada di dunia.

Kekurangan makanan di antara rumah tangga yang tidak berkecukupan, terutama di third world country berkontribusi pada kasus malnutrisi dan risiko kematian yang lebih tinggi terhadap anak dengan kasus stunting.

Oleh karena itu, diperlukan kebersihan yang terus dijaga, pola makan yang tepat, serta tersedianya fasilitas kesehatan yang bisa dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.

Jika hal itu bisa dipenuhi, itu akan menjadi solusi dari faktor yang menyebabkan stunting pada anak.

Apa Solusi Stunting pada Anak?

stunting pada anak

Kita tentunya membutuhkan solusi untuk permasalahan stunting pada anak karena ini bukan hal remeh temeh, sudah merupakan tanggungjawab orang tua untuk membuat anaknya mendapatkan zat gizi yang layak, sehingga tubuh menjadi anak yang luar biasa.

Lalu, apa solusi dari masalah tersebut?

1. Zat Gizi untuk Ibu, Bayi, dan Balita, serta Pemberian Multivitamin

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kekurangan zat gizi atau malnutrisi merupakan salah satu penyebab stunting pada anak.

Karena itulah, pembentukan komunitas dan fasilitas kesehatan yang mengintervensi untuk memperbaiki zat gizi pada ibu, bayi, dan balita dalam pemberian makanan.

Selain itu, promosi ASI ekslusif juga merupakan salah satu solusi yang baik karena ASI didesain untuk memenuhi kebutuhan zat gizi bayi.

Untuk para ibu pekerja, bisa juga diberikan cuti hamil dan melahirkan agar bisa memenuhi kebutuhan zat gizi bayinya dengan baik.

2. Lakukan Sanitasi yang Tepat / Mempraktikkan Kebersihan dengan Benar

Selain zat gizi yang tidak terpenuhi, sanitasi yang buruk juga merupakan penyebab stunting pada anak. Karena itulah, orang tua wajib bertanggungjawab untuk membuat lingkungan rumah yang higienis.

Contoh menerapkan sanitasi yang tepat adalah mencuci tangan sebelum dan sesudah makan serta tentunya dengan sabun dan air yang mengalir.

3. Mengatasi Kesulitan Anak saat Makan

Bisa dipahami bahwa ada anak-anak yang sulit sekali makan. Boro-boro makan, disuruh “aaaa” saja rasanya sulit sekali.

Jika kesulitan dalam menyuapi atau sang anak susah sekali untuk makan, cara ini bisa dilakukan:

  • Jangan memberi makanan yang itu-itu saja, variasi menu bisa menjadi solusi
  • Terapkan menu diet gizi seimbang lewat panduan isi piringku Kemkes
  • Mengonsumsi minuman yang sehat, misalnya susu (tapi jangan berlebihan karena kandungan gulanya biasanya banyak)
  • Jika ia memutuskan untuk membuat sendiri camilan yang ia ingin makan, biarkan saja, tetapi tetap diawasi dengan baik yaa.

Kita Bisa Menang dari Stunting pada Anak

Sudah jelas bahwa keinginan orang tua yang paling dalam adalah melihat anaknya tumbuh dan berkembang, serta Bahagia bersamanya.

Dengan menerapkan hal yang sudah disebutkan seperti pemenuhan zat gizi yang pas, menjaga higienitas, dan penanganan lain untuk masalah tersebut, maka menang dari stunting pada anak bukanlah ambisi atau mimpi belaka, tetapi hal yang sebentar lagi akan menjadi kenyataan.

Kenyataan itu harus kita wujudkan bersama demi masa depan anak kita yang lebih baik. Kita bisa!