Huruf braille mungkin terdengar agak familiar untuk sebagian orang, terutama untuk orang yang sering berinteraksi dengan atau mengurus tunanetra.

Tunanetra berkomunikasi tidak hanya dengan suara saja, tetapi juga huruf braille yang merupakan salah satu temuan terbaik sepanjang masa.

Sistem huruf braille dibuat pada tahun 1824 oleh orang Prancis bernama Louis Braille.  “Sel” Braille terbuat dari enam titik seperti domino dengan setiap huruf mengandung pola yang berbeda.

Dibalik Terciptanya Huruf Braille

Huruf Braille dibuat oleh Louis Braille pada tahun 1824 setelah sang inventor asal Prancis tersebut kehilangan indra penglihatannya akibat kecelakaan pada masa kanak-kanaknya (saat ia berusia tiga tahun).

Hebatnya, ia menciptakan sistem luar biasa ini (huruf braille) pada usia 15 tahun.

Ia menciptakannya berdasarkan huruf alfabet Prancis sebagai improvement dari night writing.

Dia mempublikasikan sistemnya pada tahun 1829, dan revisi keduanya dipublikasikan delapan tahun kemudian yang merupakan bentuk biner dari penulisan pertama dalam sejarah manusia modern.

Bagaimana cara Membaca Huruf Braille?

Sebenarnya, Braille bukanlah sebuah kode ataupun bahasa. Terdapat grades dan versi dari Braille itu sendiri.

Braille paling dasar adalah “grade one Braille” dimana semua huruf ditranskripsikan.

Braille Cell

Braille cell terdiri dari enam titik yang disusun dalam tiga baris dan dua kolom dimana setiap titiknya memiliki angka 1-6.

Mulai dari paling pojok kiri atas adalah titik 1, jika bergeser ke bawah (baris) maka adalah titik 2, dan ke bawah lagi adalah titik 3.

Titik 4 terletak di kolom sebelah titik 1. Titik 5 berada di bawah titik 5 (baris), dan titik 6 berada di bawah (baris) titik 5.

Huruf Braille untuk Huruf a-j

Alfabet pada Braille menggunakan pola pada alfabet Inggris. Huruf yang paling mudah untuk dipelajari adalah a yang merupakan titik 1.

Huruf b adalah titik 1 dan titik 2, dan huruf c adalah titik 1 dan 4.

Apakah d adalah titik 1 dan 6? Ternyata bukan!

Berikut konfigurasi huruh Braille dari a sampai j.

a : 1

b : 1, 2

c : 1, 4

d : 1, 4, 5

e : 1, 5

f : 1, 2, 4

g : 1, 2, 4, 5

h : 1, 2, 5

i : 2, 4

j : 2, 4, 5

Huruf Braille untuk Huruf k-t

Kumpulan huruf ini menggunakan pola penambahan titik 3 pada setiap karakter pada kumpulan huruf sebelumnya (a-j)

Berikut konfigurasi huruf Braille dari k-t.

k : 1, 3

l : 1, 2, 3

m : 1, 3, 4

n : 1, 3, 4, 5

o : 1, 3, 5

p : 1, 2, 3, 4

q : 1, 2, 3, 4, 5

r : 1, 2, 3, 5

s : 2, 3, 4

t : 2, 3, 4, 5

Huruf Braille untuk Huruf u-z

Kumpulan huruf terakhir melanjutkan pola sebelumnya yang sudah dijelaskan di atas.

Polanya adalah menambah titik 6 ke kumpulan huruf pada pola sebelumnya (k-t).

Hanya saja, ada satu pengecualian yang membuat pola ini terganggu. Hal ini terjadi karena Louis Braille, pencipta dari huruf ini menggunakan huruf alfabet Prancis sehingga tidak ada huruf w.

Huruf w dilambangkan dengan titik 2, 4, 5, 6.

Berikut konfigurasi lengkap dari huruf Braille dari u-z.

u : 1, 3, 6

v : 1, 2, 3, 6

w : 2, 4, 5, 6

x : 1, 3, 4, 6

y : 1, 3, 4, 5, 6

z : 1, 3, 5, 6

Semua huruf di atas memiliki catatan berupa bukan huruf kapital.

Untuk huruf kapital, kamu harus mengikut sertakan titik 6 sebelum hurufnya.

Selain alfabet, ada juga Braille yang digunakan sebagai tanda baca, simbol, dll.

Mengajarkan Huruf Braille kepada Anak Tunanetra

huruf braille

Langkah-langkah mengajarkan anak tunanetra tentang huruf Braille adalah:

  1. Mendapatkan buku dan diajarkan bahwa braille adalah menyimbolkan sesuatu
  2. Latihan sensitivitas dengan secara perlahan menyentuh tekstur yang beragam dan titik Braille
  3. Belajar duduk dengan postur yang tepat
  4. Dia akan belajar untuk duduk di meja dengan tinggi yang pas
  5. Eksplorasi braillewriter
  6. Mencoba untuk mencari pojok kiri atas pada kertas atau bukunya dan pada akhirnya akan menemukan baris pertama dari Braille
  7. Meraba-raba baris-baris pada Braille secara perlahan di baris dan kolomnya
  8. Setelah itu, ia sudah berada di akhir baris Braille, ia akan menghentikan tangan kanannya dan pindah ke tangan kiri
  9. Belajar untuk menulis alfabet
  10. Menggunakan huruf Braille, huruf demi huruf
  11. Latihan membaca secara terus menerus