Sekolah Ramah Anak – Memilih sekolah untuk anak itu bisa dibilang susah, bisa juga dibilang gampang. Karena sekolah itu ibarat rumah kedua untuk anak. Bahkan anak juga menghabiskan waktu yang cukup lama di sekolah, dari pagi hingga siang, malahan bisa sampai petang. Oleh karena itu, ada baiknya Ibu memastikan dan mempertimbangkan dengan matang sekolah mana yang dapat membuat anak nyaman dan senang belajar di sekolah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pemerintah pun sudah menetapkan kebijakan dan peraturan tentang Sekolah Ramah Anak  untuk memastikan anak menuntut ilmu di tempat yang aman, sehat, dan nyaman. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Sekolah Ramah Anak, berikut ini telah kami rangkum informasinya. Sebelum itu, orang tua mungkin perlu membaca artikel Detikbayi sebelumnya tentang kapan sebaiknya anak mulai masuk sekolah.

gambar sekolah ramah anak

Apa itu Sekolah Ramah Anak?

Sekolah Ramah Anak merupakan program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA). Di mana tujuan program ini antara lain:

  • Melindungi, memenuhi, dan menjamin hak-hak anak
  • Mengembangkan kemampuan, minat, dan bakat
  • Mempersiapkan anak agar bertanggung jawab terhadap kehidupan
  • Mengajarkan anak sikap saling menghormati
  • Melatih anak untuk bekerja sama dengan orang lain

Adanya Sekolah Ramah Anak diharapkan dapat menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga secara spiritual dan emosional.

Alasan penetapan kebijakan dan peraturan tentang Sekolah Ramah Anak 

KemenPPPA menuturkan bahwa program ini lahir karena proses pendidikan di Indonesia yang masih menjadikan anak sebagai objek. Di mana guru selalu berada di pihak yang selalu benar. Bullying atau perundungan oleh guru pun lebih mudah terjadi baik itu di sekolah maupun madrasah.

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2014—2015 terkait kasus kekerasan (kekerasan fisik, psikis, seksual dan penelantaran terhadap anak), sebanyak 10 % di antaranya dilakukan oleh para guru. Biasanya kekerasan yang banyak ditemukan adalah pelecehan dan juga bentuk-bentuk hukuman yang tidak mendidik anak. Contohnya adalah mencubit, membentak dengan suara keras, dan menjewer telinga anak.

Sekolah Ramah Anak juga mengawasi fasilitas di sekolah

Kenyamanan dan keselamatan anak tentunya juga tidak akan luput dari program Sekolah Ramah Anak. Mulai dari kualitas bangunan dan area bermain anak yang harus sudah mampu melindungi anak dengan baik agar proses belajar dan bermain dapat berjalan dengan lancar. Kemudian, makanan dan minuman yang dijajakan di area sekolah terbuat dari bahan-bahan yang aman dan terbebas dari zat berbahaya.

Konsep Sekolah Ramah Anak

Sekolah Ramah Anak merupakan upaya mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak saat mereka berada di sekolah selama delapan jam. Melalui program ini, diharapkan sekolah dapat memenuhi konsep BARISAN yang membuat lingkungan sekolah sangat kondusif untuk mendukung program belajar mengajar anak-anak. BARISAN itu adalah singkatan dari

  • Bersih
  • Aman
  • Ramah
  • Indah
  • Inklusif
  • Sehat
  • Asri
  • Nyaman

Enam komponen penting Sekolah Ramah Anak

Di samping dari pihak sekolah, program SRA ini baru bisa terwujud jika disertai dengan komponen penting berikut ini:

  1. Sekolah memiliki komitmen tertulis sebagai sebuah kebijakan yang telah ditetapkan dan akan dilaksanakan untuk seterusnya.
  2. Para pendidik sudah terlatih, berkompetensi di bidangnya, serta memahami hak-hak anak sehingga mampu memperlakukan anak sesuai hak yang mereka miliki.
  3. Sekolah memiliki sarana dan prasarana yang ramah anak sehingga anak merasakan kenyamanan dan keamanan saat menggunakan fasilitas sekolah.
  4. Sekolah memberikan proses pembelajaran yang ramah dan nyaman, baik dari guru maupun siswa lainnya.
  5. Adanya partisipasi dari orang tua, alumni sekolah, lembaga masyarakat, serta dunia usaha dalam mendukung program SRA.
  6. Anak juga turut andil dalam melaksanakan program Sekolah Ramah Anak. Artinya, anak dapat berperilaku baik, bersosialisasi, dan taat terhadap peraturan sekolah.

Nah, bagaimana? Apakah sekolah yang Ibu pilih sesuai dengan kebijakan dan peraturan tenyang Sekolah Ramah Anak? Coba pertimbangkanlah dengan baik, ya! Ibu harus ingat bahwa anak akan menghabiskan waktu sekitar 8 jam lebih di sekolah. Jadi, jangan sampai salah pilih, ya!