Tidak dapat dipungkiri, masih terdapat banyak kasus pernikahan muda di Indonesia. Pernikahan muda tersebut banyak menyebabkan kehamilan sehingga kita perlu mengetahui resiko hamil muda. Ada beberapa hal yang mendasari hal tersebut, mulai dari tuntutan ekonomi hingga kehamilan di luar nikah. Umumnya, wanita siap mengandung ketika berusia 21 tahun hingga 35 tahun. Hal ini dikarenakan banyak sekali bahaya dan resiko kehamilan usia muda yang bisa terjadi. Untuk anda yang lebih tahu, simak ulasannya berikut ini.

Bahaya dan Resiko Hamil Muda

  1. Rentan Terkena Pre-eklampsia

Endometriosis penyebab sukar hamil

Bahaya pertama yang kemungkinan terjadi adalah ibu hamil akan lebih mudah untuk terkena pre-eklampsia atau darah tinggi. Hal ini bisa saja terjadi meskipun sebelumnya sang ibu tidak pernah memiliki riwayat darah tinggi. Akan tetapi adanya perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil, akan memicu timbulnya tekanan darah menjadi lebih tinggi. Pasalnya, perempuan yang hamil pada usia kurang dari 20 tahun lebih beresiko untuk terkena kondisi ini.

  1. Bayi Akan Berisiko Kelainan

Bahaya lain tak hanya dijumpai pada ibu hamil saja, melainkan juga pada bayi yang dikandungnya. Hal ini disebabkan sel telur yang ada pada perempuan usia 20 tahun ke bawah memiliki kondisi yang belum sempurna. Untuk itu, dalam kondisi yang tidak sempurna tersebut akan membuat janin juga rentan mengalami kecacatan. Sehingga akan menimbulkan dampak yakni berupa cacat fisik ketika anaknya lahir.

Untuk meminimalisir resiko kehamilan usia muda ini, maka sebaiknya sang ibu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar bayi dapat lahir dengan kondisi normal dan tidak kekurangan apapun. Akan tetapi, terkadang kurangnya pengetahuan dan juga pedulinya sang ibu, hal tersebut akan mampu membuat bayi lahir dengan berbagai macam kelainan.

  1. Bayi Lahir Prematur

Selain itu, ada pula resiko lain ketika hamil di usia muda. Diantaranya adalah bayi lahir secara prematur. Kondisi ini dapat terjadi lantaran rahim masih belum siap untuk mengalami proses kehamilan. Tak hanya itu saja, kurangnya kepedulian dan pengetahuan dari sang ibu akan nutrisi dan gizi dari si kecil juga bisa membuat bayi lahir secara prematur. Oleh karena itu, resiko kehamilan usia muda akan memiliki dampak buruk bagi bayi nantinya.

  1. Dapat Mengalami Depresi

Depresi juga menjadi salah satu resiko kehamilan usia muda. Hal ini dikarenakan hamil di usia kurang dari 20 tahun memiliki tubuh yang belum siap sepenuhnya untuk melakukan kegiatan reproduksi maupun proses persalinan. Ditambah lagi dengan perubahan hormon yang umumnya terjadi saat hamil akan membuat remaja rentan mengalami depresi. Tak hanya itu saja, psikologi anak yang berusia di bawah 20 tahun pun juga cenderung masih labil.

Demikianlah resiko hamil muda yang bisa dikupas admin detikbayi. Untuk itu, sebagai generasi penerus bangsa tentu saja anak muda haruslah memiliki pengetahuan yang berlebih akan bahaya hamil di usia yang tergolong muda. Oleh sebab itu, sebagai orang tua penting untuk mengajarkan pengetahuan akan seks kepada anak. Sehingga, anak yang masih ada di usia remaja tersebut tidak salah langkah.