Berkembangnya teknologi membuat metode persalinan mengalami kemajuan. Jika dulu orang hanya mengenal teknik melahirkan normal dan operasi caesar. Maka sekarang mulai mengenal cara persalinan hypnobirthing dan water birth. Keduanya menawarkan proses persalinan tanpa membuat sang ibu sakit. Sayangnya metode tersebut banyak menimbulkan pro dan kontra di dalam masyarakat. Simak ulasan tentang prosedur kelahiran keduanya.

prosedur kehamilan

Hypnobirthing, Metode Melahirkan Tanpa Rasa Sakit

Bagi ibu hamil, momen melahirkan menjadi kisah perjalanan yang tidak bisa dibeli dengan apapun. Namun tidak dipungkiri pra persalinan kerap kali menimbulkan kecemasan, karena bayangan rasa sakitnya. Apalagi bagi ibu hamil yang baru pertama kali mengalami kelahiran, membuat rasa cemas semakin bertambah. Oleh sebab itu tidak sedikit calon ibu yang memilih hypnobirthing untuk proses persalinan.

Metode hypnobirthing pertama kali dikenalkan oleh Dr. Grandly Dick-Read pada tahun 1933. Berangkat dari kecemasannya saat melihat wanita yang kesakitan ketika melahirkan. Akibatnya pikiran menjadi stres dan tegang, yang menyebabkan kondisi uterus tidak mengeluarkan darah. Rasa takut dan tegang inilah yang membuat prosedur kelahiran semakin sakit. Sehingga muncullah hypnobirthing sebagai solusi melahirkan tanpa rasa sakit.

Meskipun menuai respon pro dan kontra dalam masyarakat, nyatanya metode ini banyak dipilih ibu hamil. Beberapa prosudernya diyakini efektif untuk melawan kegelisahan sebelum persalinan. Sehingga ibu lebih siap menghadapi proses kelahiran, karena tidak dihantui oleh bayangan rasa sakit. Hal ini akan menstimulus waktu persalinan sebab pikiran si ibu menjadi lebih tenang. Si bayi pun ikut merespon pikiran ibu dan membantu proses kelahiran lebih lancar.

Hypnobirthing melibatkan cara self-hypnosis sebagai relaksasi untuk mempersiapkan persalinan. Ada beragam step yang harus dilakukan oleh ibu hamil menjelang kelahiran. Salah satunya pelatihan pernapasan dalam yang dilakukan satu minggu sebelum persalinan. Prosedur kelahiran hypnobirthing menggunakan metode kenyamanan, sehingga proses melahirkan alami bisa dilakukan dengan mudah. Cara ini meminimalkan rasa sakit tanpa adanya intervensi medis.

prosedur kehamilan

Water Birth, Kerap Dipilih untuk Pengalaman Melahirkan Pertama

Setelah hypnobirthing, kali ini ada metode water birth yang banyak dicibir oleh masyarakat. Padahal proses persalinan ini lebih mudah dibandingkan persalinan normal, ataupun operasi caesar. Si ibu tidak merasakan sakit saat mengeluarkan bayi dari dinding rahim. Hal ini dikarenakan air memiliki daya apung, yang membantu untuk menurunkan berat badan ibu hamil. Cara ini meminimal kontraksi pada uterus sehingga mempermudah proses kelahiran.

Water birth mengurangi resiko robeknya vagina, sebab air mempunyai lapisan perineum yang elastis. Prosedur kelahiran ini membuat bayi merasa lebih nyaman, karena molekul air mirip dengan cairan ketuban. Bagi ibu yang pertama kali melahirkan, water birth tidak akan menimbulkan trauma karena rasa sakit. Hal ini karena air kolam membantu tubuh rileks dan tenang, sehingga ibu bisa mengontrol perasaan cemas dan takut.

Sebelum memilih water birth pastikan air yang digunakan dalam kondisi steril. Air harus diletakkan di dalam bak atau kolam khusus, yang sudah dilengkapi ifliter. Alat tersebut akan meminimal resiko infeksi akibat kontaminasi zat berbahaya. Kemudian atur suhu air sebesar 37 derajat celcius, agar bayi tidak mengalami temperature shock.

Metode persalinan hypnobirthing dan water birth mengundang banyak kontroversi. Ada yang menganggap bahwa keduanya menimbulkan resiko buruk untuk ibu dan bayi. Namun pada kenyataannya banyak ibu hamil yang memilih salah satunya. Bagi para ibu proses persalinan kedua metode tidak menimbulkan rasa sakit. Sehingga pikiran menjadi lebih tenang dan tidak panik ketika menghadapi persalinan.