Macam-Macam Permainan Tradisional – Saat ini mayoritas anak Indonesia akan lebih memilih bermain video game dibandingkan dengan gadget. Di masa pandemi anak-anak pun harus tinggal di dalam rumah akibat Corona. Sayangnya bermain game sering ini akan menimbulkan berbagai macam efek negatif seperti kesehatan sampai dengan kemampuan untuk bersosialisasi.

Dibandingkan anak-anak harus bermain gadget yang menyebabkan penyakit mata bahkan bisa mengganggu mental anak ada baiknya jika orang tua mengajak anak bermain permainan tradisional. Terlebih lagi saat ini adalah era new normal dimana masyarakat bisa bermain di luar rumah tapi tetap dengan jaga jarak.

Daftar Permainan Tradisional di Indonesia

Permainan tradisional lompat tali

Ada beberapa daftar permainan yang menarik untuk anak-anak selain mengasah kreativitas, permainan ini akan membuat anak bersosialisasi dengan teman yang lainnya. Berikut ini adalah beberapa permainan tradisional yang bisa dicoba:

Petak Umpet

Permainan tradisional pertama yang seru untuk dimainkan adalah petak umpet. Untuk memainkan permainan petak umpet harus mengumpulkan pemain lebih dari dua orang. Cara mainnya pun mudah dimana satu orang dijadikan sebagai penjaga lalu yang lainnya ini harus bersembunyi. Setelah penjaga menghitung hingga 10 dia akan mencari pemain yang bersembunyi. Jika penjaga lengah maka pemain lain harus segera ke tempat penjaga tersebut kemudian berteriak inglo. Jika sudah ada berhasil teriak sampai ke tempat penjaga maka dia yang menjadi pemenang.

Gundu atau Kelereng

Di masa modern seperti saat ini mungkin belum banyak anak yang tahu bagaimana cara memainkan permainan tradisional ini. Gundu atau kelereng berbentuk bulat dan dimainkan oleh anak laki-laki.
Cara memainkannya dengan menyentil kelereng yang dimiliki sampai terkena kelereng lawan. Jika Anda berhasil maka kelereng milik lawan menjadi milik Anda. Permainan ini akan semakin asyik jika dimainkan ramai-ramai.

Lompat tali

Permainan selanjutnya adalah lompat tali. Biasanya media permainan ini dari karet yang disusun memanjang sedemikian rupa. Permainan ini harus dilakukan lebih dari dua orang. Dua orang tersebut memegang tali namun bisa juga satu orang dimana tali satunya diikatkan ke pohon. Cara mainnya mudah yaitu tali dimulai dari yang paling bawah yaitu lutut kemudian lompat dan seterusnya. Jika tidak bisa melompat sampai dengan tiga kali maka dia akan kalah dan menggantikan jaga tali.

Congklak

Permainan ini sudah sangat terkenal dan hanya bisa dimainkan oleh dua orang saja. Total biji congklak 98 buah dan akan diisi pada lubang papan congklak. Yang main duluan akan ditentukan dengan suit. Yang menang akan mengambil semua biji dan memainkan semua biji congklak sampai habis. Lakukan permainan sampai biji congklak lawan habis dan yang menang adalah yang memiliki biji congklak lebih banyak.

Gobak sodor

Untuk membuat fisik lebih sehat maka permainan ini bisa menjadi pilihan. Gobak sodor merupakan permainan yang bisa dimainkan oleh 2 orang. Cara memulainya dengan hompimpa. Setelah itu yang menang bisa memulai permainan duluan dengan berlari dan mengejar ke benteng lawan.

Untuk memainkan permainan tradisional yang satu ini tidak memerlukan perlatan yang banyak karena hanya memerlukan kapur atau apapun yang bisa membuat garis di area permainan. Biasanya, gobak sodor dimainkan saat sore hari bersama anak-anak lain di lingkungan tetangga.

Bola bekel

Permainan ini identik dengan anak perempuan namun anak laki-laki pun bisa memainkannya. Untuk memainkan dibutuhkan keahlian jari-jari tangan. Ada enam biji bekel yang harus bisa dimainkan bersamaan dengan bolanya. Pemain akan dianggap kalah jika bola menggelinding dan terlepas dari genggaman tangannya atau tidak bisa menyelesaikan misi bekel lebih dari tiga kali.

Egrang

Tidak mudah memainkannya karena Anda harus naik egrang sambil menjaga keseimbangan. Egrang ini merupakan dua tongkat panjang yang mana diberikan tumpuan kaki pada keduanya. Jika jatuh maka pemain akan diberikan hukuman.

Anak-anak bisa diajak untuk membuat engrang sendiri dengan pendampingan orang tua. Jadi, mereka diajarkan untuk dapat membuat permainan tradisional sendiri dengan bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar.

Engklek

Permainan ini masih dimainkan di seluruh Indonesia dan cara memainkannya pun sama. Engklek bisa dimainkan perempuan dan laki-laki dan maksimal hanya lima orang. Cara memainkan dengan menggambar kotak pada lantai di gambar dengan kapur, setiap pemain akan melompat dengan satu kaki dan jika terjatuh pemain akan kalah.

Demikianlah beberapa permainan tradisional yang sangat seru dimainkan. Sesekali, orang tua perlu mengajak anak-anak untuk bermain permainan tradisional sehingga anak tidak hanya terpaku pada layar gadget terus menerus.  Sebenarnya, masih banyak permainan tradisional di Indonesia. Wikipedia bahkan membuat ratusan daftar permainan tradisional yang berkembang di Indonesia sejak dahulu.