Bagi wanita dewasa, keputihan adalah hal yang wajar terjadi. Kondisi ini terjadi setelah masa pubertas dan berakhir di masa menopause. Biasanya ada fase-fase tertentu di mana wanita mengalami keputihan secara intens. Salah satunya adalah ketika sedang hamil. Keputihan saat hamil terjadi di hampir setengah kaum wanita. Hal ini terjadi akibat perubahan hormon yang terjadi akibat kehamilan. Nah kali ini, kita akan membahas lebih jauh tentang keputihan pada ibu hamil, mulai dari penyebab, jenis dan cara mengatasinya.

Sekilas Tentang Keputihan

Keputihan adalah kondisi saat vagina wanita mengeluarkan cairan berupa lendir. Cairan yang keluar adalah cairan alami yang berfungsi menjaga kelembapan dan kebersihan di sekitar vagina. Pada ibu hamil yang sehat, cairan keputihan umumnya lebih tipis, jernih, atau berwarna putih susu, dengan bau yang cukup steril. Hal ini adalah gejala keputihan yang dianggap normal. Dengan begitu, ciri-ciri keputihan yang normal adalah:

  • Warna jernih atau putih
  • Tipis (pada ibu hamil), tebal dan lengket
  • Tidak menimbulkan bau menyengat
  • Terasa licin dan basah

Di sisi lain, keputihan harus diwaspadai jika terasa mencurigakan. Misalnya, warna yang berubah, aroma yang menyengat, atau tekstur yang terlihat  tidak normal. Apalagi jika terasa gatal atau menimbulkan rasa tak nyaman, maka harus segera memeriksakannya. Sebab, keputihan seperti ini bisa jadi disebabkan oleh infeksi atau kelainan yang mungkin berbahaya.

Penyebab Keputihan

Umumnya, keputihan terjadi karena perubahan hormon pada wanita dewasa. Atau, bisa juga disebabkan karena oleh rangsangan seksual, keadaan stress, atau sedang menyusui. Sedangkan  keputihan saat hamil biasanya disebabkan oleh dinding rahim dan dinding vagina yang melunak. Kondisi ini memaksa tubuh untuk mengalirkan darah lebih banyak dan memproduksi cairan di vagina. Nantinya, semua proses tersebut akan dibantu oleh hormon bernama estrogen.

Jadi, ketika Anda hamil dan vagina memproduksi lebih banyak cairan, sebenarnya hal ini sangat normal terjadi. Selama tidak ada perubahan warna dan juga bau, maka Anda tak perlu khawatir.  Sebaliknya, waspadalah jika terjadi perubahan dan harus segera memeriksakannya. Sebab, ada jenis keputihan yang menjadi pertanda dari kanker rahim.

Jenis-Jenis Keputihan

keputihan saat hamil

Meskipun menjadi hal yang normal, ada ciri-ciri keputihan yang bisa menunjukkan gejala kesehatan tertentu. Cara mengetahuinya adalah dengan melihat warna atau tekstur cairan keputihan. Berikut kami sajikan jenis-jenis keputihan pada wanita.

1.      Warna Putih

Keputihan ini berwarna putih gading dengan tekstiur tipis, tidak berbau yang terjadi pada ibu hamil. Hampir semua wanita pasti mengalami keputihan berwarna putih. Fenomena ini disebut sebagai leukorrhea. Leukorrhea terjadi karena beberapa hal, di antaranya:

  • Kadar estrogen yang meningkat saat hamil
  • Produksi lendir untuk melindungi kehamilan
  • Meningkatnya aliran darah ke area organ vital

2.      Berwarna Putih dan Menggumpal

Umumnya, leukorrhea bertekstur tipis dan tidak menggumpal. Oleh karena itu, jika keputihan terjadi diiringi dengan tekstur yang menggumpal, hal ini bisa disebabkan oleh ganguan atau kelainan. Misalnya, pertumbuhan ragi di area organ kewanitaan.

3.      Berwarna Kuning atau Hijau

Keputihan dengan jenis ini tergolong abnormal dan cenderung tidak sehat. Biasanya, keputihan disertai dengan bau tajam, iritasi, dan juga rasa gatal di area vagina. Jika Anda mengalami hal ini, maka kemungkinan terkena infeksi dari bakteri atau parasit. Cara mengobatinya adalah konsultasi dengan dokter terdekat.

4.      Berwarna Merah atau Kecoklatan

Keputihan saat hamil terkadang berwarna merah atau kecoklatan. Sama seperti nomor 3, keputihan jenis ini menandakan kondisi vagina yang tidak sehat. Apalagi jika terjadi saat hamil maka bisa menjadi pertanda yang tidak baik. Konsultasikanlah ke dokter kandungan sesegera mungkin.

5.      Tekstur Berair dan Berwarna Kuning Muda

Pada ibu hamil, jika mengalami keputihan jenis ini maka kemungkinan adalah urin atau cairan ketuban. Ada kondisi bernama inkontinensia, yaitu kondisi kehilangan urin yang terjadi secara tidak disengaja. Rahim yang sedang tumbuh menekan kandung kemih sehingga terjadilah inkontinensia. Masalahnya, cairan ini berwarna mirip seperti cairan ketuban. Jika Anda ragu, sebaiknya periksakan ke dokter kandungan. Sebab, keputihan jenis ini bisa juga terjadi akibat adanya pendarahan.

Cara Mengatasi Keputihan

Keputihan bisa diatasi dengan beberapa langkah kecil, misalnya:

  • Membersihkan vagina secara teratur dengan sabun dan air mengalir
  • Perhatikan bahan celana dalam dan rajinlah untuk menggantinya
  • Jangan gunakan produk sabun berbahan parfum
  • Saat menstruasi, jagalah kebersihan vagina dengan rutin mengganti pembalut.
  • Hindari penggunaan tampon
  • Gunakan pengaman dan tidak berganti-ganti pasangan untuk menghindari penyakit menular
  • Rajin berkonsultasi dengan dokter

Demikian penjelasan tentang keputihan saat hamil. Intinya, keputihan adalah hal normal selama memenuhi ciri yang sudah disebutkan. Yang terpenting, Anda wajib menjaga kebersihan area vagina supaya terhindar dari keputihan abnormal.