Saat anak sudah mulai bisa berjalan merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi orang tua karena mengartikan bahwa bayinya sudah mulai beranjak besar, yang ditandai dengan kemampuannya tersebut. Namun seringkali kebiasaan anak berjinjit sangat susah sekali dihilangkan.

Kebiasaan anak berjinjit ini didapatkannya karena saat bayi belum bisa berjalan dengan normal. Sehingga hal yang paling ditakutkan adalah ini akan menjadi kebiasaan secara terus menerus jika tidak segera dilatih.

Namun, ibu dan ayah tenang saja karena fase berjinjit pada bayi ini biasanya akan hilang secara sendirinya ketika anak sudah mulai memasuki usia 24-30 bulan. Namun jika biasanya ini tidak kunjung berubah, maka Anda sendiri yang harus melatihnya sebab jika dilakukan hingga besar nanti kebiasaan seperti ini masih melekat.

Penyebab Anak Jalan Berjinjit

kebiasaan anak berjinjit

Pada saat bayi sedang berada di rahim ibu, maka posisinya akan cenderung meringkuk seperti bola dan bagian tumitnya terdorong ke bagian pantat. Sementara kaki bayi cenderung mengarah ke bagian bawah. Sehingga hal tersebut membuat tendon bayi menjadi sangat rapat sekali dan sulit untuk direnggangkan ketika bayi lahir,

Jika usia bayi sudah 12-14 bulan, maka biasanya ia akan mulai untuk belajar jalan sendiri tanpa orang tua. Namun pada saat ini jugalah kebiasan berjinjitnya akan dimulai secara alami dan ini termasuk hal normal terjadi. Setelah 3-6 bulan belajar berjalan biasanya akan mulai berkurang cara berjalan dengan jinjit tersebut bahkan bisa hilang.

Namun jika memang masih jinjit setelah 3 tahun lamanya, hal tersebut segera Anda waspadai karena ditakutkan anak mengalami gangguan otot, gearakan, ataupun postur yang memang terjadi karena cedera serta perkembangan abnormal di otak. Sebab ini sudah sering terjadi sebelum masa kelahiran.

Pakar neurologi anak juga cenderung mengatakan bahwa Kebiasaan anak berjinjit di usia 3 tahun saat berjalan memiliki kaitan erat dengan autism. Anak autism sendiri memilii proses yang perkembangan sensoriknya berbeda dengan yang lainnya khususnya untuk sensorik sentuhan itu sendiri.

Meskipun demikian, tidak selalu kebiasaan anak berjinjit di usia 3 tahun mengalami autis. Namun juga ada gejala lain seperti kekuatan otot yang cukup parah, keterlambatan dalam hal berbicara serta kesulitan untuk berinteraksi secara sosial.

Cara Menghilangkan Kebiasaan Anak Berjinjit

Kondisi yang normal jika dibiarkan maka akan menjadi suatu kebiasaan buruk. Maka dari itu, untuk menghilangkan kebiasaan tidak baik dari si kecil ini saat berjalan lakukanlah beberapa cara menghilangkan kebiasaan anak berjinjit di bawah ini.

  1. Usahakanlah untuk menunda seluruh kegiatan yang memang membuat anak menjadi berjalan dengan jinjit. Misalkan mendaftarkan anak ke tempat les balet pada usianya yang dini ataupun meminta anak untuk melakukan kegiatan. Contohnya meniti alas bidang yang ukurannya kecil sehingga mau tidak mau anak akan jalan dengan berjinjit.
  2. Selalu rutin membersihkan dan memeriksa kondisi lantai rumah. Karena jika memang ada kotoran, debu, atau lantai yang basah maka akan cenderung membuatnya terasa geli bahkan jijik. Rasa tidak nyamannya ini akan membuat anak menjadi berjalan dengan cara jinjit melintasi rumah tersebut.
  3. Buatlah sebuah permainan yang memang menggunakan telapak kaki sebagai tumpuan utamanya agar anak menjejak lantai. Seperti main lompat kelinci dan lompat katak.
  4. Jangan gunakan telapak kaki sepatu yang tidak normal. Sebaiknya Anda gunakan telapak sepatu seperti flat shoes.
  5. Jangan bosan dan menyerah untuk memberikan sang anak cara berjalan yang normalnya.
  6. Jika anak jatuh, segeralah membawa bayi ke dokter untuk melihat apakan telapak kakinya baik-baik saja atau tidak.
  7. Melakukan pemeriksaan terhadap indera penglihatannya. Sebab dari riset dijelaskan bahwa jalan jinjit bisa disebabkan karena adanya kelainan sistem keseimbangan visual pada rongga telinga dalam, sehingga gangguan inilah yang membuat anak seolah sedang mengambang pada saat berdiri maupun berjalan. Akibatnya anak cenderung menjinjit supaya tidak jatuh ke lantai.
  8. Lakukan tarikan secara perlahan di bagian kaki kearah atas. Agar Anda mengetahui apakah terdapat kelainan pada tendon achilles atau tidak. Jika kakinya kesulitan untuk ditarik ke atas, segeralah bawa bayi ke dokter.
  9. Sering melakukan pemijatan agar bisa memperkuat bagian otot kaki.
  10. Pertahankanlah berat badan yang kini masih normal. Sebab beberapa balita banyak sekali yang tidak ingin bergerak karena merasa berat badannya sedang berlebih. Sehingga ia merasa kesulitan saat ingin berjalan sendiri.

Itulah cara menghilangkan kebiasaan anak berjinjit. Ushakan juga untuk menumbuhkan rasa percaya diri kepada anak dengan cara menciptakan suasana belajar jalan yang sangat menyenangkan. Sehingga anak pun merasa rileks dan menikmati proses belajarnya.

Baca Juga: Berbahayakah Bayi Langsung Berjalan Tanpa Merangkak, Ketahui Penjelasan Lengkapnya