Anemia merupakan salah satu penyakit yang banyak dialami oleh orang dewasa. Namun demikian, anak-anak dan remaja juga bisa mengalami anemia, lho. Anemia pada remaja bisa menyebabkan mereka malas untuk beraktivitas karena tubuh akan terasa lemas dan mudah capek. 

Selain itu, para remaja yang mengalami anemia juga akan kesulitan untuk berkonsentrasi selama belajar. Oleh karena itu, Moms perlu mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi penyebab anemia sehingga bisa membantu mengatasi masalah tersebut. 

Sebab, menganggap sepele penyakit anemia ini bisa membahayakan kesehatan jika tidak segera diatasi dengan tepat.

Apa Saja Faktor Penyebab Anemia pada Remaja?

Supaya Moms bisa memantau kesehatan anak-anak yang mulai beranjak remaja, silakan simak beberapa faktor yang menyebabkan anemia berikut ini:

1. Kekurangan Zat Besi

Penyebab utama dari penyakit anemia yaitu kurangnya asupan zat besi sehingga bisa menghambat pembentukan haemoglobin. Jika jumlah haemoglobin dalam darah sangat sedikit maka tubuh akan cenderung lemas dan mudah lelah. 

Apalagi, haemoglobin itu sendiri memiliki peranan penting dalam mengalirkan pasokan oksigen melalui darah ke seluruh tubuh.

Maka dari itu, cara mengatasi anemia karena kekurangan zat besi yaitu dengan memberikan jenis makanan tertentu seperti bayam, daging merah, hati sapi, sayuran hijau, hingga kacang-kacangan. 

Kandungan zat besi pada makan tersebut sangat kaya sehingga mampu mencukupi asupan harian yang diperlukan oleh tubuh. Supaya zat besi tersebut dapat terserap maksimal maka sebaiknya tidak mengkonsumsi susu, kopi, teh dan suplemen kalsium secara bersamaan.

2. Pendarahan

Pendarahan juga bisa menjadi penyebab anemia pada remaja. Menstruasi merupakan salah satu contoh pendarahan yang umum dialami oleh remaja putri. 

penyebab anemia pada remaja

Anemia karena menstruasi ini bisa terjadi jika jumlah darah yang keluar sangat banyak. Faktor lain yang menyebabkan pendarahan yaitu cedera atau luka karena kecelakaan. Kondisi ini tentu dapat menyebabkan anemia sehingga tubuh terasa lemas. 

Pertolongan sigap untuk menghentikan pendarahan karena cedera yaitu segera membawanya ke rumah sakit. Pendarahan karena menstruasi juga perlu diperiksakan ke dokter apabila jumlah darah yang dikeluarkan sangat banyak dan tidak wajar.

3. Menderita Penyakit Kronis

Penyakit kronis tidak memandang usia sehingga siapapun bisa mengalaminya. Kondisi anemia pada remaja yang berkepanjangan bisa pula menjadi pertanda bahwa orang tersebut mengalami infeksi penyakit atau sedang menderita penyakit kronis. 

Jika tubuh mengalami infeksi penyakit, maka produksi sel darah merah pun akan menurun. Dampak dari berkurangnya sel darah merah dalam tubuh juga akan membuat kadar haemoglobin ikut berkurang.

Melakukan konsultasi dengan dokter merupakan langkah dan upaya yang tepat untuk mengatasi anemia karena penyakit kronis. Selanjutnya, dokter akan memberikan resep suplemen atau zat besi dengan dosis yang tepat dan aman.

4. Kurang Vitamin B12 & Asam Folat

Selama proses pembentukan sel darah merah, tubuh tidak hanya memerlukan asupan zat besi saja. Asupan lain yang juga berperan penting dalam pembentukan sel darah merah yaitu asam folat dan vitamin B12. Kedua kandungan tersebut banyak terdapat pada sumber makanan seperti sayur dan hewani. 

Anemia pada remaja karena kekurangan asam folat dan vitamin B12 ini bisa disebabkan karena suka pilih-pilih makanan atau hanya menyukai makanan tertentu saja.

Baca juga: Kenapa sih Anak Susah Makan? Ternyata Ini Alasan dan Cara Mengatasinya

Moms perlu menyajikan makanan dengan lebih kreatif dan variatif agar anak-anak tertarik untuk mencobanya. Variasi makanan seperti buah, sayur dan lauk sangat penting untuk memenuhi berbagai macam asupan nutrisi harian.

5. Anemia Hemolitik

Jika Moms sudah merasa memberikan makanan dengan asupan zat besi dan nutrisi seimbang tapi anak-anak masih mengalami anemia, mungkin bisa jadi karena anemia hemolitik. 

Secara umum, setiap 120 hari sekali sel darah merah akan menghancurkan diri lalu beregenerasi. Namun pada kondisi anemia hemolitik, proses penghancurannya terjadi lebih cepat. Selain itu, kondisi ini juga diikuti dengan pembentukan sel baru yang lebih lambat sehingga menyebabkan anemia pada remaja.

Moms tidak perlu khawatir jika anak-anak mengalami penyakit anemia hemolitik karena penyakit ini bisa disembuhkan. Tentunya, Moms harus segera membawanya ke rumah sakit atau dokter sehingga segera diketahui penyebab anemia hemolitik tersebut.

6. Tubuh Lambat Memproduksi Sel Darah Merah

Faktor lain yang juga bisa menjadi penyebab anemia yaitu produksi sel darah merah yang lebih lambat dari biasanya. Anemia aplastik merupakan penyebab mengapa tubuh tidak bisa menghasilkan sel-sel darah merah dalam waktu yang normal. 

Kerusakan yang terjadi pada tulang sumsum merupakan penyebab terjadinya penyakit anemia aplastik. Akibatnya, tubuh tidak bisa lagi secara optimal menghasilkan sel-sel darah merah. Anemia aplastik juga bisa tengarahi oleh paparan zat kimia beracun, penyakit autoimun dan penggunaan antibiotik.

Sudah Tahu Penyebab Anemia pada Remaja?

Setelah membaca ulasan tentang penyebab anemia pada remaja semoga Moms bisa lebih paham dan tahu cara mengatasinya dengan tepat. 

Moms juga bisa mengetahui anak-anak mengalami anemia dengan memperhatikan gejala seperti anak mudah lelah, suasana hati yang cepat berubah, mudah pusing serta terlihat pucat.