Sudah seharusnya orang tua memperhatikan kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Anak yang dilatih keterampilan bersosialisasi sejak dini berpeluang untuk menjadi individu yang lebih diterima oleh kelompok sosial, seperti teman sebaya. Keterampilan sosial yang baik, mampu membentuk anak untuk dapat mempertahankan hubungan baik dengan siapapun. Hal ini mampu membuat ruang gerak hubungan sosialnya lebih luas. Namun masih banyak orang tua yang kurang memperhatikan keterampilan sosial anak. Lalu bagaimana cara melatih keterampilan sosial anak sejak dini? Yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini!

Keterampilan sosial pada anak merupakan kemampuan anak dalam berperilaku dan menjalin komunikasi dengan orang lain. Keterampilan sosial anak perlu dilatih sejak dini untuk menghindari anak dari kegagalannya dalam berinteraksi dengan orang lain. Sebelum mengetahui cara melatih keterampilan sosial anak, ada baiknya orang tua tau apa saja faktor yang mempengaruhinya.

Faktor yang Mempengaruhi Keterampilan Sosial Anak

  1. Keluarga

Keluarga merupakan lingkungan sosial yang pertama bagi anak. Dalam keluarga, anak menjumpai orang-orang seperti ayah, ibu, kakak, atau adik. Disitulah hubungan anak dengan orang lain dimulai. Anak berlatih komunikasi dan berperilaku sebagaimana mestinya. Tentunya hal tersebut merupakan manifestasi dari perilaku orang disekitarnya yang dapat ia tiru. Oleh karena itu, wajib bagi para orang tua untuk memperhatikan  perilaku atau berkomunikasi dengan lawan bicara di hadapan anak.

  1. Kelompok Bermain

Faktor yang kedua merupakan lingkungan sosial selain keluarga. Lingkungan tersebut seperti lingkungan bermain atau lingkungan sekolah. Ketika anak berada di lingkungan yang baik, keterampilan sosial anak akan berkembang baik, begitu juga dengan sebaliknya.

  1. Kepribadian

Faktor kepribadian dalam mempengaruhi keterampilan sosial memang menjadi sedikit pertentangan bagi sebagian orang. Ada yang mengatakan bahwa kepribadian tidak berpengaruh terhadap keterampilan sosial seseorang, ada juga yang mengatakan berpengaruh. Misalnya, anak dengan kepribadian sanguinis cenderung menjadi individu yang mudah bergaul, ceria, dan pandai berkomunikasi dengan orang lain. Apabila didukung dengan lingkungan keluarga yang baik, tentu dapat berpengaruh baik terhadap keterampilan sosial anak. Lalu bagaimana anak dengan kepribadian yang berlawanan dengan kepribadian sanguinis? Anak-anak dengan kepribadian melankolis dan plegmatis cenderung lebih menyukai ketenangan sehingga kebanyakan dari mereka adalah seseorang yang pendiam. Namun bukan berarti anak dengan kepribadian tersebut tidak mampu berkembang keterampilan sosialnya. Apabila didukung dengan lingkungan yang baik, bukan tidak mungkin anak dengan kepribadian melankolis dan plegmatis memiliki keterampilan yang lebih baik.

Nah, itu dia beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keterampilan sosial anak. Tentunya, faktor-faktor tersebut saling mempengaruhi satu lain dalam membentuk keterampilan sosial anak.

Setelah mengetahui faktor yang dapat membentuk kepribadian, orang tua juga perlu tau bagaimana cara melatih keterampilan sosial anak sejak dini. Cara ini mudah untuk diterapkan dalam kegiatan sehari-hari anak.

Melatih Kemampuan Bicara Anak

keterampilan sosial anak

Keterampilan sosial erat kaitannya dengan kemampuan seseorang dalam berkomunikasi. Pada tahap awal, orang tua bisa melatih kemampuan anak untuk mengucapkan kata dan membentuknya menjadi sebuah kalimat. Setelah anak mampu melakukannya, latih anak untuk memahami makna setiap kalimat dengan contoh sederhana. Misalnya, orang tua mengajarkan kepada anak untuk berbicara dengan sopan, ekspresi yang sebaiknya ditunjukkan dengan lawan bicara, serta adab berkomunikasi lainnya. Dengan melatih kemampuan bicara anak sejak dini, anak akan terbiasa dan menerapkannya ketika berkomunikasi dengan siapapun kelak.

Menyuruh Anak Untuk Bermain Dengan Temannya

Cara selanjutnya yang dapat Moms terapkan adalah dengan menyuruh anak untuk bermain. Cara yang satu ini rasanya cukup mudah untuk dilakukan bukan?

Mengapa anak harus bermain dengan temannya? Karena dengan bermain, kemampuan anak untuk bersosialisasi akan diasah. Anak akan belajar untuk berkomunikasi, mengembangkan ide dan berlatih memecahkan permasalahan sederhana yang muncul ketika anak bermain dengan temannya. Kita bisa mengajak anak bermain ke suatu tempat yang memungkinkan anak bertemu dengan teman-temannya. Tentunya, anak harus senantiasa dalam pengawasan ya. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Melatih Jiwa Sosial Anak

Melatih jiwa sosial anak sejak dini merupakan upaya untuk membentuk anak menjadi individu yang memiliki sikap tenggang rasa. Sebagai makhluk sosial yang selalu hidup berdampingan dan membutuhkan orang lain, anak harus dilatih untuk memiliki sikap toleransi terhadap sesama, memposisikan dirinya sejajar dengan orang lain, serta menghargai perbedaan yang ada. Orang tua bisa mengajarkan anak perilaku-perilaku sederhana seperti membantu teman saat dalam kesulitan, saling menghargai, menghargai perbedaan pendapat, dan masih banyak lagi.

Nah, itu dia beberapa cara untuk melatih keterampilan sosial anak sejak dini yang dapat Orang tua terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Apakah artikel ini membantu?