Salah satu penyakit menular yang sangat menghebohkan masyarakat di masa lalu yaitu hadirnya penyakit Polio.  Penyakit ini sekarang bisa dicegah dengan imunisasi IPV.

Keberadaan penyakit polio ini sudah ada sejak zaman dahulu. Pada tahun 1900-an wabah Polio sangat menyebar dimana-mana sedangkan vaksin Polio baru muncul pada tahun 1955.

Imunisasi IPV Cegah Polio

Polio ini disebab oleh virus Polio yang bisa mengakibatkan kelumpuhan dan juga bisa mengancam nyawa penderitanya. Virus ini diketahui bisa menginfeksi sumsum tulang belakang dan bisa menular ke semua orang.

Gejala dari terjangkirnya penyakit ini sekilas memang mirip seperti orang yang kena flu, akan tetapi bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Di deteksi ada sekiar 1 dari 4 orang yang terinfeksi virus ini mempunyai gejala seperti orang yang sedang flu dengan gejala lainnya yaitu :

  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Kelelahan
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Sakit perut

Untuk gejala ini bisa berlangsung sekitar 2-5 hari dan akan hilang dengan sendirinya. Pada seseorang yang sudah terinfeksi virus ini akan dikenal dengan sebutan sindrom pasca polio.

Anak-anak akan terlihat pulih sepenuhnya padahal nanti ketika mereka berusia remaja hingga dewasa sekitar 15-40 tahun akan mengalami nyeri otot, kelemahan atau kelumpuhan.

Untuk Anda ketahui kalau vaksin polio itu ada 2 jenis yaitu vaksin tetes atau oral poliovirus vaccine (OPV) , dan jenis kedua dikenal dengan vaksin suntik dikenal dengan imunisasi IPV atau inactivated poliovirus vaccine (IPV).

Kedua vaksin tersebut sama-sama sangat ampuh untuk menjaga kekebalan tubuh anak.  Untuk jadwal imunisasi IPV ini biasanya diberikan pada anak-anak dari usia 2 – 4 bulan, 6 – 18 bulan dan juga 4 – 6 tahun.

1. Imunisasi IPV

Penyakit polio yang bisa menyebabkan kelumpuhan dan kematian ini bisa dicegah dengan imunisasi IPV. Untuk vaksin ini tidak mesti harus mengikuti jadwal dari imunisasi IPV, untuk anak-anak yang sering bepergian ke negara yang virus ini sangat menyebar maka sangat dianjurkan untuk bisa segera melakukan imunisasi.

Imunisasi IPV ini bekerja dengan cara menghasilkan sebuah antibodi yang ada di dalam darah untuk bisa menangkal kehadiran virus polio.

Tujuan dari adanya imunisasi ini yaitu untuk melindungi tubuh dari berbagai kondisi paralytic poliomyelitis.

Paralisis merupakan suatu gejala yang paling parah yang bisa terkait dengan adanya penyakit polio, karena bisa menyebabkan suatu kecacatan permanen dan juga kematian.

imunisasi IPV

Selama ini diketahui penderita yang terkena virus polio ini sekitar antara 2 dan 10 dari 100 akan meninggal. Hal ini disebabkan telah mengalami kelumpuhan yang mana akan mempengaruhi otot yang membantu untuk bernapas.

Kalau dilihat dari antibodi yang terbentuk ini akan melawan virus tersebut dan mencegah virus menuju ke sistem saraf pusat. Ini merupakan cara kerja dari imunisasi IPV. Oleh karena itu, tubuh pun akan bisa terlindung dari serangan kelumpuhan akibat dari polio.

2. Imunisasi Oral

Imunisasi oral atau OPV merupakan bentuk imunisasi yang lainnya selain imunisasi suntik. Di dalam imunisasi oral ini diketahui mengandung virus yang sudah dilemahkan.

Virus ini dianggap sangat mampu menggandakan diri di dalam sebuah usus. Namun, untuk ukuran virus yang ada di dalam vaksin ini diketahui 10 ribu lebih sedikit daripada suatu virus polio liar.

Virus ini dianggap tidak bisa berkembang ke sistem saraf karena jumlahnya yang sangat sedikit. Jadi hal ini dianggap membuat tubuh semakin kebal untuk bisa menangkal virus polio.

Imunisasi IPV ini tidak dipungut biaya karena dimasukkan dalam imunisasi wajib. Jadi Anda bisa melakukan vaksin ini di Puskesmas ataupun Rumah Sakit.

Perlu juga untuk Anda ketahui kalau kedua vaksin ini memiliki kandungan jenis virus yang berbeda.

Vaksin polio tetes ini berisi virus polio yang diketahui masih hidup tetapi sudah dilemahkan. Sedangkan untuk vaksin yang akan disuntikkan melalui injeksi merupakan virus polio yang sudah dalam keadaan mati.

Jadi sistem kekebalan yang dihasilkan dari dua vaksin ini juga diketahui berbeda. OPV langsung masuk menuju ke dalam saluran cerna untuk bisa merangsang suatu sistem kekebalan tubuh dan nantinya akan membentuk sebuah antibodi melawan penyakit.

Sementara itu, untuk imunisasi IPV ini akan membentuk suatu kekebalan langsung yang terdapat di dalam darah. Dengan adanya mekanisme ini, maka imunisasi IPV ini bisa melindungi otak dan juga saraf tulang belakang dari kehadiran virus polio supaya tidak terjadi kelumpuhan.

Efek Samping Vaksin Polio

Setiap melakukan suatu vaksin pasti ada efek sampingnya. Namun hal ini tidak perlu Anda takutkan. Adapun beberapa efek samping seseorang yang vaksin polio yaitu mengalami luka, bintik merah pada tempat suntikan.

Tetapi sebaliknya adanya vaksin ini akan sangat aman dalam hal melindungi tubuh dari serangan virus polio. Kebanyakan dari orang tidak memiliki banyak masalah sama sekali setelah melakukan imunisasi IPV.

Berbeda halnya dengan orang yang tidak melakukan vaksin, maka kekebalan tubuh akan tidak cukup untuk bisa melawan berbagai macam penyakit, salah satunya yaitu polio.

Hal ini juga mengakibatkan virus yang telah masuk ke dalam tubuh bisa juga mengakibatkan sakit parah, cacat, bahkan bisa menuju pada kematian.

Selain itu, tanpa adanya imunisasi, seorang Anak akan sangat berpotensi untuk menyebarkan berbagai virus pada orang-orang yang terdekat. Begitu juga dengan semua orang yang tidak bisa untuk divaksinasi.

Lain halnya ketika Anak sedang sakit maka tundalah dulu untuk melakukan imunisasi IPV, supaya kandungan yang terdapat di dalam vaksin bisa bekerja secara efektif dalam tubuh Anak.

Demikianlah pembahasan tentang imunisasi IPV, terus lindungi Anak Anda dengan tidak melewatkan jadwal imunisasi polio ya Moms.