Fungsi Rahim – Rahim atau uterus merupakan organ otot dari sistem reproduksi wanita yang letaknya berada di antara kandung kemih dan rektum. Fungsi rahim adalah memberi makan sekaligus menampung sel telur yang dibuahi hingga menjadi janin atau siap dilahirkan. 

Rahim juga memiliki banyak fungsi penting lain dalam siklus kesuburan, reproduksi, dan melahirkan. Saat hamil, rahim memelihara sel telur agar dapat berkembang menjadi janin dan menahannya sampai bayi cukup usia untuk dilahirkan. Bila rahim belum siap seperti saat hamil muda, maka biasanya akan mengalami sejumlah risiko kehamilan

Berbagai Macam Fungsi Rahim

edukasi soal rahima

Edukasi soal rahim. Sumber: Pexels

Setiap bulannya, perempuan dengan usia produktif akan mengeluarkan hormon pelepas sel telur yang menyebabkan menstruasi. Lapisan rahim disebut endometrium yang terbuat dari beberapa lapisan, meliputi epitel permukaan, kelenjar, pembuluh darah, dan berbagai jaringan lainnya.

Saat masa kehamilan, endometrium akan tumbuh lebih tebal setiap bulannya untuk mempersiapkan kehamilan. Jika perempuan belum hamil, maka endometrium akan dilepaskan dan mengalir keluar dari vagina dalam periode bulanan.

Selain itu, fungsi rahim pada wanita juga masih ada banyak lagi, beberapa di antaranya yaitu:

Menyalurkan Sperma ke Rahim

Uterus juga memiliki leher rahim, yaitu bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina. Fungsi leher rahim pada wanita adalah memproduksi lendir yang dapat membantu menyalurkan sperma dari vagina ke rahim. 

Saluran Gamet

Fungsi rahim yang lainnya adalah menjadi saluran spermatozoa atau gamet. Saat terjadi pembuahan maka sel gamet jantan dan betina akan bertumbuh. Di mana saat itu gamet yang menjadi benih sel sperma akan membuahi sel telur melewati rahim. 

Pendorong Janin dari Plasenta

Rahim juga berfungsi untuk mendorong janin agar keluar dari plasenta. Penyebab janin dan plasenta dapat keluar dari tubuh wanita karena ada dorongan dari rahim yang memudahkan proses tersebut. Pada beberapa wanita, ada yang mengalami kesulitan untuk mengeluarkan plasenta. 

Proses keluarnya plasenta dan jaringan lain secara normal saat melahirkan disebut proses persalinan tahap ketiga. 

Pengendali Pendarahan

Fungsi rahim yang selanjutnya adalah mengatur proses pendarahan. Pendarahan pada rahim bisa terjadi saat masa menstruasi dan kehamilan. Ketika rahim mengalami pendarahan, otot-otot rahim akan mengalami kontraksi. 

Selain faktor otot rahim yang mengendalikan pendarahan, ada juga hormon anti-diretik yang memengaruhi proses kontraksi pada organ reproduksi wanita. Perbedaan pendarahan menstruasi dan kehamilan terletak pada banyaknya darah yang keluar dan periodenya.

Saat menstruasi, darah cenderung keluar lebih banyak dibanding saat kehamilan. Adapun periode waktu keluarnya darah saat kehamilan lebih cepat dibanding menstruasi.

Memberi Nutrisi dan Perlindungan bagi Janin

Rahim tidak hanya berfungsi untuk menjadi tempat tumbuh kembangnya janin, melainkan juga melindungi dan memberi nutrisi selama tahap kehamilan. Proses ini berlangsung selama janin mencapai masa maturitas di mana janin memasuki periode pematangan dan pertumbuhan.

Tempat Implantasi

Alat reproduksi wanita juga berfungsi sebagai tempat implantasi yang terjadi pada awal periode kehamilan. Implantasi bisa diartikan keadaan ovum yang dibuahi dan jaringan sekitar sel telur mengalami kerusakan pembuluh darah. 

Hal ini menyebabkan darah keluar dari leher rahim dan akhirnya keluar dari vagina. 

Penahan Ovum

Lalu yang terakhir, fungsi uterus adalah menahan ovum yang dibuahi. Saat wanita menstruasi maka ovum akan keluar karena tidak terjadi pembuahan. Tapi saat ovum atau sel telur dibuahi oleh sperma, maka ovum akan tertahan di organ reproduksi wanita dan tidak dikeluarkan. 

Demikianlah beberapa informasi yang dapat disampaikan seputar fungsi rahim pada wanita yang perlu Anda ketahui, semoga bermanfaat.

Tagged in:

,