Pada masa kehamilan memiliki tubuh yang energik, bugar, dan sehat menjadi dambaan setiap ibu hamil. Demi mencapai kondisi prima, Moms dapat mengonsumsi makanan sehat yang aman bagi kesehatan kandungan. Selain itu, Moms juga bisa melakukan olahraga ketika sedang hamil.

Namun sayangnya, masih banyak ibu hamil yang merasa ragu dan takut untuk berolahraga saat hamil. Ketakutan tersebut bukan tanpa sebab, mengingat olahraga menghabiskan banyak tenaga. 

Moms perlu mengetahui bahwa melakukan olahraga saat hamil sebenarnya aman-aman saja. Akan tetapi, harus tetap waspada dan memperhatikan kondisi tubuh. 

Tips Aman Olahraga Saat Hamil

olahraga saat hamil

Berikut beberapa tips aman untuk melakukan olahraga saat hamil:

1. Ketahui Riwayat Kehamilan

Tips yang pertama adalah moms harus mengetahui riwayat kehamilan. Misalnya, pada kehamilan sebelumnya Moms pernah mengalami keguguran, kematian anak dalam kandungan, perdarahan, dan sebagainya. 

Jika Moms memiliki riwayat kehamilan yang buruk, bukan berarti tidak diperbolehkan melakukan olahraga. Namun, pengetahuan riwayat kehamilan sebelumnya dapat membantu Moms untuk memilih olahraga yang lebih sesuai. Sehingga, Moms dapat melakukan olahraga dengan aman.

2. Cek Detak Jantung

Sebelum melakukan olahraga, Moms harus mengetahui kecepatan detak jantung. Tidak hanya sampai di situ, ketika sedang berolahraga pun harus mengecek detak jantung apakah menjadi lambat atau terlalu cepat.

The Canadian Society for Exercise Physiology and Society of Obstetricians and Gynecologists of Canada, yaitu organisasi yang bergerak pada bidang kesehatan. Misalnya, aktivitas fisik, pelatihan pribadi, serta penelitian kesehatan, dan kebugaran.  

Melalui buku Panduan Lengkap Olahraga bagi Wanita Hamil & Menyusui, mereka  merekomendasikan batas aman detak jantung ibu hamil ketika berolahraga.

Bagi ibu hamil yang berumur kurang dari 20 tahun, detak jantung maksimal yaitu 140-155. Jika Moms berusia 20- 29, batas maksimalnya 135-150. Kemudian, untuk ibu hamil dengan umur 30-39 tahun, yaitu 130-145. Sedangkan bagi yang berumur lebih dari 40 tahun, batas maksimal detak jantung ketika berolahraga yaitu 15-140. 

3. Pilih Olahraga Saat Hamil yang Ringan

Tips ketiga, yaitu Moms harus memilih olahraga ringan. Olahraga yang direkomendasikan, misalnya yoga, jalan-jalan, renang, dan sebagainya. Sebaiknya, Moms sebisa mungkin menghindari olahraga kontak fisik yang beresiko.

Jika Moms merasa ragu untuk memilih jenis olahraga yang sesuai kondisi kehamilan, segera berkonsultasi ke dokter agar mendapat informasi yang tepat.

Baca Juga: Senam Ibu Hamil

4. Minum Air Putih yang Cukup

Menjaga cairan tubuh agar tetap terpenuhi saat melakukan olahraga adalah sebuah keharusan, khususnya bagi ibu hamil. Ketika olahraga, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat, untuk itu Moms harus minum air putih yang cukup agar tubuh selalu dalam keadaan sehat.

Dianjurkan sekitar 20-30 menit sebelum berolahraga, Moms dapat minum air putih sebanyak 800c begitu juga setelahnya.

5. Hindari Olahraga di Tempat Panas

Ketika akan melakukan olahraga, Moms sebaiknya menghindari tempat yang panas. Karena saat berolahraga, tubuh akan mengeluarkan panas tubuh. Jika melakukan olahraga di tempat yang panas, dapat membahayakan kondisi janin, terutama pada saat masa kehamilan trimester pertama.

Oleh karena itu, Moms bisa memilih tempat yang teduh, rindang, dan jauh dari kebisingan. Jika tubuh mulai merasa tidak nyaman, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk terus berolahraga.

6. Jaga Keseimbangan Tubuh

Tips berikutnya yang dapat Moms lakukan adalah menjaga keseimbangan tubuh. Ibu hamil lebih mudah jatuh ketika melakukan olahraga yang membutuhkan perpindahan posisi tubuh yang cepat. 

Jika Moms terjatuh, akibatnya bisa sangat membahayakan kandungan maupun Moms sendiri. Sehingga Moms sebaiknya menjaga keseimbangan tubuh dan menghindari olahraga yang terlalu banyak melakukan perpindahan posisi tubuh yang cepat.

7. Gunakan Rekomendasi dari AAFP

The American Academy of Family Physicians (AAFP) merupakan organisasi kesehatan terbesar yang didirikan pada tahun 1947. AAFP (dalam buku Panduan Lengkap Olahraga bagi Wanita Hamil dan Menyusui) merekomendasikan beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ibu hamil yang ingin berolahraga.

Rekomendasi tersebut, yaitu melakukan olahraga di pagi atau sore hari untuk menghindari tubuh yang terlalu panas. Selain itu, Moms juga perlu memastikan ruangan yang digunakan untuk berolahraga memiliki ventilasi. Agar mendapatkan sirkulasi udara baik.

Moms, Sudah Siap Melakukan Olahraga Saat Hamil?

Sejatinya olahraga saat hamil sangat baik agar tubuh tetap energik dan sehat. Selain itu, berolahraga juga dapat memberikan ketenangan yang dapat meminimalisir stres selama Moms hamil. Namun, sayangnya masih banyak ketakutan yang menghampiri karena aktivitas olahraga yang membutuhkan banyak tenaga. 

Nah, 7 tips olahraga di atas dapat Moms praktekkan agar tetap aman melakukan olahraga selama masa kehamilan. Mulai dari mengetahui riwayat kehamilan hingga menggunakan rekomendasi dari AAFP. Jadi, apakah Moms sudah siap melakukan olahraga saat hamil?