Kalau melihat bayi yang chubby, mungkin Moms akan merasa gemas dan ingin untuk buru-buru mencubit wajah bayi tersebut. Namun di balik tampangnya yang menggemaskan, obesitas anak perlu menjadi perhatian khusus bagi orang-orang tersayang.

Lantas, apa saja yang perlu diketahui tentang kondisi yang satu ini?

Pengertian Obesitas Anak

Secara sederhana, obesitas adalah sebuah kondisi di mana seseorang memiliki lemak berlebih sehingga mempengaruhi kesehatannya. Dampak fatal dari obesitas yang dibiarkan adalah muncul penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Sebelum merasa waswas, perlu diketahui jika obesitas tidak selalu ditunjukkan lewat penampilan fisik yang gempal atau besar.

Bagaimana Cara Tahu Obesitas Anak

Kondisi berat badan anak dapat diamati menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Untuk mengukur IMT, Moms dapat menggunakan rumus:

IMT = Berat badan (kg) / (tinggi badan (m))2

Hasil dari perhitungan ini nantinya dapat digunakan untuk menentukan ideal tidaknya berat tubuh seseorang. Secara ideal, IMT dari anak-anak dengan rentang umur tertentu adalah sebagai berikut:

  • 2 dan 3 tahun: 14,8–18
  • 4–7 tahun: 14–18
  • 7–9 tahun:14–17
  • 10–12 tahun: 15–19
  • 13–15 tahun: 16–21
  • 15–18 tahun: 18–23

Seseorang dapat dikatakan obesitas bila IMT berada di atas ambang batas ideal.  Sebaliknya, berat badan si kecil perlu lebih ditingkatkan jika berada di bawah IMT ideal.

obesitas anak

Dampak Obesitas pada Anak

Seperti yang sempat disampaikan sebelumnya, obesitas pada anak dapat memicu penyakit kronis yang menyerang jantung ataupun diabetes. Berikut ini adalah penjabaran detail jika obesitas anak dibiarkan.

code

1. Penyakit Jantung

Lemak yang menumpuk secara berlebihan dalam tubuh dapat mempersempit pembuluh darah sehingga peredaran darah dapat tersendat. Hal ini dapat berakibat pada stroke maupun serangan jantung.

2. Penyakit Hati

Penumpukan lemak juga memiliki dampak buruk pada liver. Jika dibiarkan terus menerus, obesitas dapat menimbulkan penyakit hepatic steatosis atau yang sering disebut dengan fatty liver disease.

Lemak yang terlalu banyak berada di dalam hati mungkin tidak akan menimbulkan gejala berarti di masa muda. Namun dampak buruk hepatic steatosis ini dapat “dipanen” ketika hari tua nanti.

3. Diabetes

Penyakit yang satu ini tidak hanya terkenal di kalangan obesitas dewasa, melainkan obesitas anak. Obesitas mengganggu proses metabolisme dalam tubuh karena insulin yang digunakan untuk menyerap glukosa akan semakin resisten.

Akibatnya, pembuluh darah akan dipenuhi gula sehingga menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih parah di masa mendatang.

4. Penyakit Tulang

Berat badan yang berlebihan akan mempengaruhi bentuk tulang, apalagi pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Penyakit Blount atau kaki O adalah yang paling mungkin terjadi, yang ditandai dengan bentuk kaki yang melebar ke luar di bagian lutut. 

Flat feet juga dapat ditemukan pada pengidap obesitas anak. Akibat menopang berat badan yang besar, telapak kaki si kecil menjadi rata pada dan membuatnya kesulitan berjalan hingga mudah lelah.

Tidak hanya bagian kaki, obesitas ini juga dapat berpengaruh pada bagian tulang yang masih ringkih. Jika ditambah dengan aktivitas berlebih, dapat membuat tulang mereka jadi mudah patah.

5. Sulit Bernapas

Lemak berlebih tidak hanya dapat mempersempit pembuluh darah, namun juga sistem pernapasan. Lemak yang berlebih di bagian dada dapat mempersempit ruang di paru-paru yang menyebabkan anak sulit bernapas.

6. Dampak Psikologis

Selain dari segi fisik, obesitas pada anak juga bisa mempengaruhi aspek mental si kecil. Hal ini tentu berdampak pada kepercayaan diri anak yang bukan tidak mungkin akan berlangsung terus sampai dewasa.

code

Baca juga: Kenapa sih anak susah makan? Ternyata ini alasan dan cara mengatasinya

Cara Agar Anak Sembuh dari Obesitas

Obesitas yang terjadi pada anak-anak tidak bisa ditangani dengan cara yang sama seperti orang dewasa. Perlu diketahui bahwa anak dengan umur 6-11 tahun tidak diperbolehkan untuk kehilangan berat badan lebih dari 0,5 kilogram. Sedangkan anak yang lebih tua dapat menaikkannya menjadi 1 kilogram per minggu.

Mengatur pola makan adalah usaha yang paling penting. Pastikan makanan yang dipilih untuk si kecil adalah yang dapat menjamin rasa kenyang yang lebih lama seperti sayur dan buah. Pastikan anak mendapat makanan utama 3 kali sehari dengan 1 hingga 2 kali selingan dalam sehari.

Sedangkan untuk pencegahan, Moms dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Jaga pola makannya agar tidak berlebihan agar tidak menjadi kebiasaan nantinya.
  • Hindari memberi cemilan dengan tingkat gula dan natrium tinggi.
  • Ajak si kecil untuk berkegiatan di luar rumah dan membatasi waktunya bermain gadget atau menonton TV.
  • Pastikan waktu tidur anak cukup.
  • Periksa IMT ke dokter secara berkala.

Punya Masalah Obesitas pada Anak?

Apabila Moms sedang berjuang menghadapi masalah berat badan pada anak, tetap semangat dan terapkan cara-cara yang sudah dijelaskan di atas. Harapannya, obesitas anak dapat dihindari sehingga si kecil dapat hidup tanpa penyakit yang membayangi mereka kedepannya.

Tagged in: