Menyusui adalah salah satu kodrat wanita selain melahirkan dan menstruasi. menyusui adalah tugas mulia yang hanya bisa dilakukan oleh wanita. Sayangnya, mitos ibu menyusui masih banyak berkeliaran, sehingga bisa mengkhawatirkan ibu yang harus fokus menyusui dan ayah yang menemani istri tersayangnya saat menyusui anaknya.

Mitos ibu menyusui ada berbagai macam dan harus diluruskan untuk menghindari risiko yang bisa terjadi pada ibu menyusui dan bahkan bayi yang sedang mendapatkan makanan dari ASI ibu menyusui.

Berikut beberapa mitos ibu menyusui.

Menyusui Itu Mudah

Mitos ibu menyusui yang satu ini pasti menyulut emosi ibu yang sudah pernah menyusui atau sedang menyusui.

Menyusui itu bukan perkara mudah karena banyak sekali kendala dan tantangan yang harus dihadapi.

Bayi memang secara refleks mencari payudara ibunya, tetapi seorang ibu harus belajar / butuh bantuan untuk memposisikan bayinya dan memastikan bahwa bayinya berada di posisi yang tepat saat menyusui

Menyusui itu memakan waktu dan harus latihan baik untuk sang ibu atau bayi itu sendiri.

Membersihkan Putting Terlebih Dahulu Sebelum Menyusui Bayi

Mitos ibu menyusui ini mungkin ada benarnya karena secara higienis, harusnya hal ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan, faktanya tidak perlu mencuci puting susu sebelum menyusui.

Ketika seorang bayi lahir, ia sudah familiar dengan bau dan suara ibunya sendiri.

Puting ibu menyusui memproduksi zat yang jika bayi menciumnya memiliki bakteri baik yang membantu bayi untuk membangun sistem imunnya.

Menyusui Mengubah Bentuk dan Ukuran Payudara, serta Kesensitivannya

Mungkin saat hamil kamu menyadari perubahan yang disebutkan di atas, tetapi menurut riset, perubahan tersebut hanya mentok sampai hamil saja, tidak sampai saat kamu menyusui.

Jika salah satu mitos ibu menyusui disebutkan bahwa menyusui akan membuat perubahan bentuk dan ukuran payudara, faktanya, menyusui bisa membantumu untuk melindungi payudara.

Studi menunjukkan bahwa ibu menyusui memiliki peluang lebih kecil untuk mendapatkan kanker payudara di kemudian hari.

Jangan Pernah Membangunkan Bayi yang sedang Tertidur untuk Menyusuinya

Bayimu mungkin suka membangunkanmu dan siap “makan” setiap 2,5 sampai dengan 3 jam.

Namun, mungkin saja bayimu menyusu terus-terusan selama dua sampai tiga jam, lalu tidur lebih panjang dari biasanya.

Hal ini disebut “cluster feeding”.

Kamu Tidak Boleh Mengonsumsi Obat-obatan Apa pun saat Menyusui

Mitos ibu menyusui selanjutnya. Memang benar, mungkin jika kamu suka membaca peringatan pada obat, ada beberapa yang memang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui.

Faktanya, seorang ibu menyusui masih boleh mendapatkan medikasi atau mengonsumsi obat dengan anjuran dokter.

Ibu menyusui harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum minum obat, dan tidak disarankan untuk membelinya sendiri di apotek.

Bayi Secara Alamiah Bisa Menyusui

mitos ibu menyusui

Secara refleks, memang seorang bayi akan mencari payudara ibunya untuk menyusui, dan refleks mengisap.

Refleks mengisap seorang bayi adalah instingnya untuk mengisap apa pun yang menyentuh langit-langit mulutnya.

Meskipun seorang bayi memiliki insting alamiah, bukan berarti proses menyusui akan 100% sukses.

Menyusui perlu latihan baik dari ibu menyusui dan bayi yang akan menyusui dari ibunya.

Setelah kelahiran, pengobatan yang diberikan saat sang ibu melahirkan bisa memengaruhi refleks bayi dan bisa menyebabkan sedikit depresi pada fungsi otaknya dibandingkan dengan bayi yang ibunya tidak mendapatkan pengobatan saat melahirkan.

Meski demikian, jangan takut untuk mengambil langkah pengobatan jika memang perlu dan disarankan oleh dokter. Hal yang disebutkan di atas hanya akan berlangsung dalam waktu singkat.

Ingat bahwa bayi memiliki kesulitan untuk diberi makan pada jam-jam pertama setelah dilahirkan ke dunia ini.

Mustahil Menghitung ASI yang Sudah Dikonsumsi oleh Bayi

Mitos ibu menyusui berikutnya. Pasti sulit untuk menghitung seberapa banyak ASI yang sudah dikonsumsi oleh bayi kesayanganmu setiap kali ia menyusu.

Sebenarnya, ada tanda-tanda jika sang bayi sudah mendapatkan asupan ASI yang cukup lohh, yaitu kenaikan berat badan, urin, dan feses (BAB)-nya.

Pada intinya, tiap komposisi susu pada tiap sesi menyusui pasti akan berbeda, tidak akan pernah sama.

Yang terpenting adalah apa kenaikan berat badan bayinya sudah pas dan pampersnya cukup.

Tidak perlu mengkhawatirkan seberapa banyak bayimu mendapatkan ASI darimu, karena itu juga merupakan bentuk cinta sejati dari dirimu sebagai seorang ibu.

Susu Formula = ASI

Mitos ibu menyusi satu ini memang banyak menuai debat kusir.

Sayangnya, susu formula tidak akan pernah sama dengan ASI.

ASI tetap merupakan makanan ideal untuk bayi karena ASI akan mempersiapkan perut mereka untuk makanan dengan cara melapisi dan menutup lubang normal di lapisan usus bayi.

Selain itu, ASI juga dirancang untuk mempermudah pencernaan bayimu.

Bersyukurlah jika ASI-mu mengalir dengan lancar dan susuilah anakmu sampai berumur dua tahun ya.