Menghitung hari perkiraan lahir atau HPL menjadi salah satu hal yang membuat calon ibu cukup bingung dan penasaran. Pasalnya beberapa kasus, ada yang HPL nya tidak sesuai dengan perkiraan dari dokter. Dokter maupun bidan umumnya akan menghitung usia kehamilan dari tanggal menstruasi yang terakhir atau saat tinggi puncak rahim. Selain dari dua cara tersebut, ada juga cara menghitung hari perkiraan kelahiran secara manual. Selengkapnya simak ulasannya berikut.

Menghitung Hari Perkiraan Kelahiran

Cara Mudah Menghitung HPL Secara Manual Dengan Rumus

Hari Pertama Haid Terakhir atau yang disebut dengan HPHT bisa digunakan untuk mengetahui HPL. Caranya cukup mudah, yakni dengan menambahkan 7 pada tanggal HPTP tersebut. Setelah itu silahkan dikurangi bulannya dengan 3 serta menambahkan 1 di tahunnya. Untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3 seperti, Januari, Februari dan juga Maret. Maka selanjutnya anda bisa menambahkan 9 pada bulannya, tetapi tak menambah tahunnya.

Rumus satu ini sangat sederhana dan merupakan cara yang mudah untuk menghitung HPL anda secara manual. Gunakan rumus Tanggal haid terakhir yang ditambah 7 untuk mengetahui perkiraan tanggal kelahirannya. Bulan haid terakhir dikurangi 3 untuk memperkirakan bulan kelahiran. Dan jika bulan haidnya di Januari hingga Maret maka tinggal menambahkan 9 pada bulannya. Menghitung hari perkiraan kelahiran sangat sederhana.

 

Menghitung Hari Perkiraan Kelahiran

Apakah Hasilnya Akan Akurat?

HPHT memang tak selalu menjadi patokan tepat untuk menghitung HPL anda. Karena ada beberapa faktor yang memang lebih sulit untuk diprediksi. Misalnya hari pertama anda ovulasi atau kapan terakhir hubungan seksual yang bisa menyebabkan kehamilan. Tentunya kita tidak bisa mengetahuinya dengan pasti. Dan hanya HPHT sajalah yang kerap dicatat dan mudah diingat oleh wanita. Walaupun ada beberapa yang tidak memperhatikan hal ini.

Perhitungan secara manual kapan hari persalinan ini hanyalah perkiraan. Sehingga bisa saja bayi lahir lebih lama atau lebih awal dari yang diperkirakan. Selain menggunakan perhitungan secara manual, dokter biasanya juga akan menggunakan USG untuk mengkonfirmasi hasil perkiraan menggunakan rumus. Dari rumus menghitung hari perkiraan kelahiran hanya sekitar 4% ibu sesuai atau tepat dengan HPL. Namun 90% ibu melahirkan di 3 minggu sekitar HPL.

penyebab bayi prematur

Faktor Yang Mempengaruhi HPL Tidak Tepat Waktu

Sebenarnya bukanlah hal yang mengkhawatirkan jika melahirkan 2 minggu lebih lambat atau lebih awal dari HPL. Namun ada faktor faktor lainnya yang membuat seorang calon ibu melahirkan tak sesuai dengan perkiraan awal. Yang pertama adalah menstruasi yang tidak teratur. Tidak semua wanita dikarunia jadwal haid yang teratur, sementara perhitungan HPL mengikuti HPHT. Untuk itu biasanya akan dibantu dengan USG agar mengetahui usia dari bayi.

Perempuan akan memiliki risiko melahirkan jauh dari HPL untuk kehamilan anak pertama, mengalami obesitas, memiliki keluarga yang riwayat persalinannya terlambat dan mengandung bayi laki laki. Faktor lainnya adalah pengukuran fundus yang tidak teratur, jika ukuran bayi lebih kecil biasanya HPL bisa berubah. Dan selama tidak ada masalah, menghitung hari perkiraan kelahiran dengan rumus yang berubah merupakan hal yang normal dan tak perlu khawatir.

Kita tak pernah tahu kapan tepatnya bisa melahirkan, tujuan HPL sendiri untuk mempersiapkan hal yang berkaitan dengan kelahiran. Baik persiapan secara mental, fisik dan lainnya. Untuk memastikan penghitungan, anda juga harus tetap berkonsultasi dengan dokter kandungan. Selain itu, konsultasi juga untuk mengetahui kondisi janin dengan lebih akurat karena ditangani oleh ahlinya. Sebaiknya juga tak mengambil kesimpulan sendiri tanpa berkonsultasi dengan ahlinya.

Situs detik bayi juga menyediakan kalkulator menghitung HPL di kalkulator kehamilan