Keadaan dimana keluarga yang tidak harmonis yang mengakibat suatu perpecahan keluarga. Keadaan ini bagi anak broken home sangat mengganggu perkembangan dalam segi psikis.

Suasana yang tidak menyenangkan di lingkungan keluarga. Menjadi psikologinya tumbuh tidak sempurna. Hasilnya anak akan murung dan menjadi pemalu.

Berikut adalah hal yang menjadikan ciri keluarga yang broken home.

  • Orang tua yang berpisah
  • Komunikasi yang kurang baik
  • Orang Tua yang acuh kepada anak
  • Adanya pertikaian dalam keluarga
  • Suasana rumah yang tidak nyaman

Dampak Terjadi Broken Home

anak broken home

Dampak negatif yang dapat terjadi bagi perkembangan psikisnya. Mengakibatkan anak menjadi tertekan, tidak percaya diri, stres dan terkadang ingin bunuh diri. Merasakan bahwa semua yang terjadi akibat ulah yang diperbuat.

Selain merasa tertekan anak akan tampak tidak bahagia dan menarik diri kehidupan sosial. Jika hal ini dibiarkan bisa berakibat fatal terhadap masa depannya. Anak akan mudah terjerumus ke pergaulan yang salah.

Kesedihan yang Berkepanjangan

Ketika anak mulai mengerti bahwa keluarga tidak utuh. Pastinya akan membuat anak menjadi menderita karena kesedihan. Hal ini karena anak sudah mampu menganalisa apa yang terjadi di lingkungan rumahnya.

Terkadang sedih yang berkepanjangan sewaktu kecil, dibawa sampai di masa depan. Inilah yang membuat menjadi trauma masa lalu. Menjadikan pribadi yang tertutup untuk lebih leluasa dengan orang baru.

Selalu Menyalahkan Diri

Terjadinya sebuah permasalahan pada keluarga menyebabkan anak broken home. Sering merasa bahwa dirinya yang menyebabkan keretakan dalam keluarga. Pada kenyataannya semua itu adalah salah. Anak yang selalu bertindak bahwa dirinya salah akan berakibat fatal.

Mentalnya akan terganggu, dengan semua masalah yang terjadi.  Tidak hanya mentalnya, kualitas tidur Anak broken home pun terkadang juga akan terganggu atau biasa disebut dengan insomnia. Sungguh keadaan yang sangat berpengaruh pada kondisi psikisnya.

Posesif

Dalam lingkungan pertemanan atau percintaan. Anak broken home lebih posesif. Penyebabnya adalah karena kurangnya kasih sayang semasa kecil yang tidak diberikan oleh kedua orangtuanya.

Ketika menikah pun, maka akan memiliki rasa cemburu yang sangat besar kepada orang sekitar. Hal ini terjadi karena merasa takut jika ditinggalkan oleh pasangannya. Seakan bagi dirinya akan mengalami dejavu yang sama. Pikiran anak broken home langsung tertuju pada perlakuan yang terjadi pada keluarganya.

Susah Percaya Kepada Orang Lain

Sebuah survei menyebutkan bahwa anak broken home susah percaya kepada orang. Merasa bahwa orang tersebut telah berbohong kepadanya. Alhasil akan merasa putus asa dan selalu pesimis terhadap lingkungan pertemanan.

Pada akhirnya tidak banyak teman yang dimilikinya. Dikarenakan sulitnya mendapatkan sebuah kepercayaan dari teman. Dan beranggapan bahwa dunia yang begitu kejam.

Rasa Kasih Sayang Sirna

Dampak lain yang didapat adalah hilangnya rasa peduli dengan sesama. Anak broken home menjadi sosok yang tumbuh dengan sedikit kasih sayang. Akibatnya tidak peduli atau bersikap acuh tak acuh dengan lingkungan sekitar.

Atau dapat dikatakan memiliki sifat yang dingin, terkadang juga temperamen. Akibat seringnya melihat orang tua selalu bertengkar. Jika ingin mengubahnya membutuhkan waktu yang cukup lama. Luka hati yang sudah tergores tidak mampu untuk dihilangkan.

Tidak Tahu Jati Diri

Dampak yang sangat berpengaruh pada masa depannya. Kehilangan sebuah jati diri dalam hidupnya. Merasa tidak memiliki tujuan hidup dan beranggapan bahwa dirinya tidak memiliki keberuntungan seperti yang lain.

Keadaan seperti ini sering membuatnya depresi. Terkadang berfikir bahwa dirinya tidak berguna. Ketika berbaur dengan lingkungan pun akan merasa terkucilkan.

Kurang Percaya Diri Dekat Dengan Lawan Jenis

Memiliki sebuah pengalaman masa lalu yang suram menjadikannya tidak percaya diri. Merasa kesulitan untuk dekat dengan orang lain, khususnya lawan jenis. Anak broken home memiliki sifat yang sangat pendiam dan bahkan sangat pemalu untuk berbicara dengan lawan jenis.

Kejadian masa lalu tersebut menjadikannya takut untuk membina sebuah hubungan yang serius. Dalam pikirannya takut jika hal yang terjadi dengan orang tuanya akan dialami olehnya.

Cara Mencegah Terjadinya Broken Home

Memiliki keluarga dengan masa lalu yang suram akan berpengaruh terhadap masa depannya. Inilah yang menyebabkan anak menjadi takut untuk melangkah kedepan. Lalu bagaimanakah sikap orang tua untuk mencegah terjadinyaanak broken home?

  • Sebagai orang tua janganlah berdebat di hadapan anak
  • Tanamkan pikiran yang positif terhadap anak
  • Jauhkan anak dari sikap menyalahkan diri sendiri
  • Mendengarkan keluh kesah anak
  • Memberikan sebuah pengalaman baru untuk anak
  • Bersikaplah sejuk terhadap anggota keluarga
  • Berkonsultasilah kepada ahlinya jika psikisnya terganggu.

Memiliki sebuah keluarga yang sangat harmonis sangatlah sulit. Akan tetapi sebisa mungkin jagalah sebuah keharmonisan demi buah hati. Agar nantinya ketika anak besar menjadi pribadi yang percaya diri terhadap lingkungan baru.

Hindari pertikaian, janganlah hal ini membuat masa depan anak menjadi suram dan akhirnya psikologinya terganggu. Akhirnya anak pun tumbuh menjadi pribadi yang pemalu dan bahkan temperamen.

Tagged in: