Epilepsi pada anak adalah salah satu penyakit dimana kondisi otak seorang anak menyebabkannya untuk mengalami kejang. Penyakit ini tidak pandang bulu, semua etnis bisa terkena penyakit ini.

Otak memiliki sel syaraf yang berkomunikasi satu sama lain lewat sinyal listrik. Kejang terjadi saat lebih dari satu bagian otak mengeluarkan sinyal listrik abnormal yang mengganggu sinyal normal otak.

Apa pun yang mengganggu sinyal normal otak akan menimbulkan kejang. Epilepsi pada anak bisa disebut epilepsi (bukan kejang biasa) saat seorang anak mengalami 2 sampai 3 kali kejang tanpa penyebab apa pun.

Bagaimana Epilepsi pada Anak Didiagnosa?

Epilepsi pada anak, biasanya didiagnosa jika seorang anak atau remaja mengalami hal berikut:

  1. Pernah lebih dari sekali mengalami kejang yang tidak dihasilkan lewat kondisi medis secara tidak langsung seperti diabetes dan infeksi lainnya.
  2. Memiliki risiko kejang tambahan dari riwayat medis atau hasil dari tes medis.

Siapa pun anak yang tidak pernah didiagnosa dan pertama kali mengalami kejang harus mendapatkan pertolongan medis secara darurat. Selain itu, mereka wajib kontrol bersama dokter setelah penanganan darurat tersebut.

Jika kejangnya terus berulang, maka mereka wajib berkonsultasi dengan neurologis, seorang dokter spesialis yang menangani kejang dan epilepsi pada anak dan orang dewasa.

Proses Diagnosa Epilepsi pada Anak

  1. Pengecekan riwayat keluarga, apakah ada saudara yang memiliki riwayat epilepsi atau tidak.
  2. Penjelasan detail tentang kejang yang dialami
  3. Tes fisik dan mental, serta fungsi neurologis yang akan dicek oleh dokter, termasuk melihat kekuatan dan refleks otot.
  4. EEG (Electroencephalogram) untuk melihat kira-kira kapan kejang akan terjadi lagi. Selain itu, EEG bisa membantu mendeteksi tipe apa kejang yang dialami oleh seorang anak.
  5. Tes darah untuk mengidentifikasi apakah ada penyakit lain yang berhubungan dengan kejang atau epilepsy
  6. CT scan untuk mencari tahu apakah epilepsi pada anak atau orang dewasa disebabkan oleh cedera yang baru saja dialami atau penyakit yang menjangkit sistem syaraf.
  7. MRI untuk mendapatkan gambar otak. Hal ini sangat penting sekali jika seorang anak baru saja mengalami kejang atau kejang yang dimulai dari bagian otak tertentu.
  8. Observasi, dengan melakukan observasi, dokter bisa menilai apakah pasiennya menderita epilepsi atau tidak.

Bagaimana Perawatan Epilepsi pada Anak?

epilepsi pada anak

Perlu digaris bawahi bahwa epilepsi pada anak itu bisa dilakukan perawatan lewat tindakan medis seperti pemberian obat, tetapi setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.

Setiap anak memiliki respon yang berbeda-beda terhadap suatu treatment, jadi sebenarnya tidak ada metode treatment, semua bergantung pada anaknya.

1. Obat Pencegah Kejang

Seperti yang sudah disebutkan di atas, pemberian obat merupakan salah satu tindakan untuk mencegah terjadinya kejang atau epilepsi pada anak.

Terdapat beberapa medikasi yang berguna untuk mencegah kejang, tetapi membutuhkan waktu untuk menemukan obat yang terbaik untuk anaknya.

Pengobatan ini tidak mengubah penyebab yang mendasari terjadinya epilepsi pada anak, melainkan meringankan gejala frekuensi kejang yang akan terjadi setelah sang anak mengonsumsi obat tersebut.

Obat yang diberikan belum akan mengeluarkan efek terbaiknya sampai mencapai tingkat tertentu dari orang yang mengonsumsinya, dan tingkatan tersebut harus selalu dijaga dengan rutin mengonsumsi obat tersebut. Karena itulah, penting sekali untuk mengikuti resep dan dosis yang sudah diatur oleh dokter.

Pengobatan epilepsi pada anak mungkin akan memiliki efek samping seperti mengantuk yang merupakan efek samping yang paling umum dan akan jauh lebih baik setelah sang anak terbiasa mengonsumsi obat tersebut.

Efek samping serius yang bisa terjadi dari pemberian obat tersebut adalah fungsi dari sum sum tulang belakang dan hati yang berubah atau ruam kulit yang berlebihan.

Sangat penting untuk membicarakan hal ini kepada dokter jika sang anak mendapatkan efek samping yang serius dari konsumsi obat itu, sehingga bisa diputuskan apakah pemberian obat tersebut harus dilanjutkan atau diberhentikan, karena seperti yang sudah dijelaskan, memastikan bahwa obat epilepsy itu terbaik untuk seorang anak itu butuh waktu.

2. Alternatif Lain Selain Obat

Selain obat, terdapat alternatif penanganan lain yang dimungkinkan seperti:

  • Operasi otak
  • Alat medis yang berfungsi untuk mencegah terjadinya kejang seperti VNS, RNS, dan DBS
  • Terapi diet

Ada Epilepsi pada Anak? Harus Dibantu!

Semangat selalu untuk merawat anak yang mengidap epilepsi, karena kondisi seperti inilah dimana sang anak sangat butuh dirimu, bukan orang lain atau luar sebagai support system terbaik dan terdekat dengan dirinya.

Kamu bisa berperan sebagai tempat cerita dirinya, support system, pengawas, dan tentunya perawat terbaik untuk dirinya yang sangat benar-benar membutuhkan bantuan, terutama dari orang sekitarnya.