Mengajarkan Anak Bersikap Adil – Saat memiliki anak, sebagian orang tua mungkin berpikir bahwa pendidikan hanya akan anak dapatkan saat di sekolah. Padahal, pendidikan bukan hanya tentang belajar membaca, menghitung, menyelesaikan masalah matematika, atau bahkan menghafal sejarah. 

Anak-anak juga harus diajarkan perilaku atau nilai-nilai yang baik seperti belajar berdoa, dan membantu orang tua. Salah satunya adalah tentang keadilan. Di mana kelak anak akan merasakan manfaat bersikap adil. Yang pertama, anak akan menjadi pribadi yang jujur, berwibawa, dan peduli sesama.

Kemudian menciptakan relasi pertemanan dan persaudaraan yang banyak dan luas, tidak menciptakan kerugian bagi orang lain, dan menjauhkan anak dari disintegrasi SARA. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk mengetahui cara mengajarkan anak bersikap adil. Berikut telah kami rangkum informasinya.

Memberi contoh

Ilustrasi sebuah keluarga

Anak itu belajar pertama kali dari orangtuanya. Mereka mempunyai kemampuan alami untuk meniru Bunda dan orang yang ada di sekitarnya. Kemampuan ini bahkan sudah dimiliki sejak bayi, di mana bayi meniru ekspresi wajah dan berbagai kegiatan lainnya. 

Nah, jadi Bunda bisa mengajarkan anak contoh bersikap adil. Misalnya ketika di depan anak, Bunda harus bersikap adil ketika berhadapan dengan Ayah. Bersikap adil kepada orang asing, kepada pelayan di restoran, dan kepada semua orang. Bahkan bersikap pada anak Bunda sendiri. Tidak boleh membeda-bedakan status mereka! Perlakukan semua orang dengan rasa hormat yang sama. 

Menonton film

Bunda harus ingat bahwa anak itu seperti spons di mana mereka mudah menyerap apa yang mereka lihat, dengar. Jadi Bunda harus berhati-hati untuk mengatur tontonan yang boleh mereka lihat. 

Nah, dengan menonton film, Bunda memiliki kesempatan untuk mem-pause atau me-rewind film untuk berdiskusi atau bertanya, “Apakah itu adil? Mengapa atau mengapa tidak?” untuk membantu anak-anak mengevaluasi pemahaman mereka sendiri tentang keadilan.

Penting bagi Bunda untuk memastikan mereka memahami perilaku yang baru saja mereka lihat.

Bermain game

Bunda bisa gunakan permainan sebagai kesempatan untuk memberikan contoh dan menjelaskan mengapa kita bermain dengan seperangkat aturan tertentu, bagaimana kita bergiliran. 

Nah, Bunda bisa memberikan pemahaman tentang keadilan melalui permainan seperti petak umpet atau menyusun balok. Konsep adil dicontohkan dengan melakukan sesuatu secara bergiliran. Di mana anak bergantian tugas untuk mencari dan untuk bersembunyi ketika bermain petak umpet. Atau anak bergantian menaruh balok yang disusun. 

Kenali dan berikan pujian ketika anak berperilaku adil

Jika Bunda telah memberikan contoh, menonton film sambil berdiskusi, dan juga bermain game bersama anak, lama kelamaan anak tentu sudah memiliki dan memahami konsep keadilan itu sendiri. 

Kemudian, langkah selanjutnya adalah luangkan sejenak waktu Bunda untuk mengungkapkan kesenangan atau memberikan mereka apresiasi ketika Bunda melihat anak bertindak adil. Bunda bisa berikan pujian-pujian untuk membuat mereka semakin semangat dalam bersikap adil.  Contoh bersikap adil mereka misalnya ketika anak bermain, lalu mereka menunjukkan sportivitas yang baik apapun hasilnya, baik itu mereka menang atau kalah. 

Nah, bagaimana, Bunda? Apa sudah siap mengajarkan anak untuk bersikap adil? Sekali lagi kami tekankan bahwa memahami konsep keadilan itu sangat penting dalam kehidupan anak baik itu nanti saat mereka di sekolah atau di manapun mereka berada. 

Ketika anak-anak menjadi lebih terbuka pada konsep keadilan atau dengan kata lain kesetaraan, mereka akan tumbuh menjadi lebih memperhatikan kebutuhan orang lain dan lebih sadar akan kebutuhan mereka sendiri. Dengan mempelajari dan menerapkan konsep keadilan juga akan mengembangkan kemampuan anak untuk bersabar dan meletakkan dasar untuk mengembangkan empati dan kepekaan terhadap orang lain.