Asma lumrah ditemukan di Indonesia dan ternyata penyakit yang menyerang paru-paru tersebut adalah salah satu penyakit keturunan.

Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dikontrol. Karena sering berubah seiring waktu berjalan, bekerja sama dengan dokter adalah hal yang penting untuk dilakukan agar penyakit keturunan tersebut bisa dipantau dan pengidapnya mendapatkan perawatan yang benar.

Kondisi Tubuh saat Asma?

Biasanya, penyakit ini ditandai dengan inflamasi / peradangan pada saluran bronkial.

Saat seseorang kambuh penyakitnya, jalur udara akan menyempit dan memproduksi lebih banyak lendir. Hal ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas dan batuk-batuk, serta suara siulan saat menarik dan melepaskan napas.

Mungkin bagi sebagian orang, itu hanya gangguan kecil, tapi bisa jadi sebagiannya pengidap penyakit tersebut ternyata mendapatkan masalah besar, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan mengancam nyawa karena penyakit kambuhan tersebut.

Apa saja Tanda-tanda Asma?

Secara singkatnya, tanda-tandanya adalah sebagai berikut:

  1. Terblokirnya saluran udara: Ketika kamu bernapas seperti biasa, pita otot di sekitar saluran udaranya akan rileks, sementara itu, pada pengidap penyakit ini, saluran udaranya, otot-ototnya akan menegang, sehingga udara akan sulit melewati saluran udaranya.
  2. Peradangan: Peradangan pada saluran bronkial juga merupakan tanda dari penyakit ini. Saluran bronkial akan berwarna merah, dan peradangan ini bisa menyerang paru-paru. Memberi perawatan dari peradangan inilah kunci dari penanganan yang baik dan untuk jangka panjang.
  3. Iritasi pada saluran udara: Orang dengan asma akan memiliki saluran udara yang lebih sensitif yang biasanya bereaksi secara berlebihan dan menyempit ketika berkontak hanya dengan sedikit pemicu saja.

Masalah yang disebabkan oleh tanda-tanda tersebut adalah:

  1. Batuk, terutama di malam hari dan pagi hari
  2. Suara bersiul ketika bernapas
  3. Kesulitan bernapas / napas pendek
  4. Tekanan atau rasa sakit di dada
  5. Sulit tidur karena masalah pernapasan

Jika kamu adalah pengidap penyakit tersebut, belum tentu kamu akan mengalami gejalanya. Setiap orang mengalami gejala yang berbeda-beda.

Bahkan, ada pengidap yang tidak menunjukkan gejala apa pun dalam waktu lama, tetapi ada juga yang menghadapi masalah ini setiap harinya, misalnya orang yang kambuh asmanya saat berolahraga.

Apa saja Klasifikasi Asma?

asma

Penyakit paru-paru ini dikelompokkan dari seberapa parah gejala yang dialami oleh pengidapnya.

  1. Intermiten Ringan: Gejala ringan dalam tempo kurang dua kali dalam seminggu. Saat malam hari, gejala muncul tidak lebih dari dua kali dalam sebulan. Sedikit terjadi serangan asma.
  2. Persisten Ringan: Gejala ringan muncul dalam tempo tiga sampai enam kali dalam seminggu. Gejala saat malam hari muncul tiga sampai empat kali dalam sebulan. Serangan pada klasifikasi ini bisa mengganggu aktivitas pengidapnya.
  3. Persisten Sedang: Gejala muncul secara harian. Serangan di malam hari muncul lima kali atau lebih dalam sebulan. Gejalanya dapat mengganggu aktivitas pengidapnya.
  4. Persisten Parah: Ini adalah klasifikasi dengan gejala dan frekuensi terburuk. Gejala yang berlangsung bisa terjadi siang maupun malam. Saking parahnya, aktivitas pengidap penyakit dengan klasifikasi ini harus membatasi aktivitasnya.

Penyakitnya akan semakin parah jika:

  1. Memiliki gejala yang sering berinteraksi dengan aktivitas hidupmu
  2. Sering sulit bernapas
  3. Membutuhkan quick-relief inhaler sering-sering

Kapan Saya Harus ke Dokter karena Asma?

Cobalah untuk mengunjungi dokter jika hal ini sudah terjadi.

  1. Napas cepat
  2. Muka, kuku, dan bibir berwarna pucat
  3. Kulit di sekitar tulang rusuk tertarik ke dalam saat bernapas
  4. Mengalami masalah saat bernapas, berjalan, dan berlari
  5. Gejala tidak kunjung membaik meskipun sudah mendapatkan obat atau pertolongan medis

Bagaimana Perawatan Orang dengan Asma?

Seperti yang sudah disebutkan di pengantar artikel, asma merupakan penyakit jangka panjang atau bahkan tidak bisa disembuhkan.

Dokter akan meresepkan obat untukmu agar gejalanya bisa diringankan oleh medikasi tersebut.

Perawatan dan medikasi yang mungkin didapat adalah:

Kortikosteroid Inhalasi

Medikasi ini akan mengobati asma dalam jangka panjang, yang berarti obat ini akan dikonsumsi setiap hari untuk mengontrol asma.

Mereka mencegah dan meredakan pembengkakan yang terjadi pada saluran udara dan membuat tubuh memproduksi lebih sedikit lendir.

Obat ini tidak masuk dengan oral, tetapi melalui inhaler.

Leukotriene Modifiers

Selain medikasi di atas, leukotriene modifiers juga merupakan bentuk pengobatan jangka panjang untuk asma.

Obat ini akan memblokir leukotrin dalam tubuh dan mencegah serangan asma.

Biasanya obat ini diresepkan dengan dosis satu kali dalam sehari.

Long-acting beta-agonist

Tugas dari obat ini adalah merilekskan pita otot di saluran udara pengidap.

Bersama dengan koriskosteroid inhalasi, mereka akan menjadi kombinasi inhaler.

Kombinasi Inhaler

Alat ini menggabungkan kortikosteroid inhalasi dan long-acting beta-agonist untuk meringankan gejala penyakit paru-paru itu.