Legenda sungai kawat begitu dikenal di Kalimantan Barat. Ini sangat wajar mengingat sungai kawat memang berada di daerah itu. Terlebih lagi jika yang dibahas adalah kota Sintang. Kota Sintang adalah tempat di mana cerita rakyat ini berkembang.

Sebenarnya jika dilihat dari sejarah, sungai ini sebelumnya memiliki nama lain. Namun sejak kejadian yang melegenda itu terjadi, namanya diubah dengan sungai kawat.

Banyak orang beranggapan, nama sungai kawat diambil karena bentuk sungainya yang berkelok-kelok. Pernyataan tersebut sebenarnya kurang tepat.

Itu karena, bentuk sungai yang berkelok-kelok baru diketahui beberapa tahun ke belakang. Itu terjadi ketika teknologi sudah bisa melihat sungai dari atas menggunakan kamera.

Legenda Sungai Kawat Dimulai dari Sebuah Keluarga Miskin

Legenda ini dimulai dari sebuah keluarga miskin. Keluarga tersebut menggantungkan diri pada profesi sang kepala keluarga sebagai nelayan.

Dengan profesi tersebut, sang kepala keluarga mencari ikan setiap hari agar seluruh anggota keluarga bisa mendapat makanan. Jika sedang beruntung, keluarga ini bisa mendapat ikan dalam jumlah banyak.

Jumlah ikan tersebut cukup untuk beberapa hari sehingga persediaan makan mereka tercukupi. Namun hal sebaliknya juga sering terjadi. Terdapat kondisi dimana kepala keluarga tersebut sering pulang tanpa membawa ikan sama sekali.

Ini jelas menyulitkan terlebih lagi jika persediaan makanan sudah sedikit. Pada suatu hari, persediaan makanan di keluarga tersebut sudah sedikit. Dengan persediaan yang menipis, sang kepala keluarga esoknya pergi ke sungai dengan penuh harapan.

Ia berharap bisa mendapatkan ikan dalam jumlah banyak. Harapan tersebut terbukti dengan dirinya yang membawa dua alat pancing. Dengan adanya dua alat pancing, ia akan tetap bisa memancing walaupun kerusakan terjadi pada satu alat pancing.

Setelah menemukan sebuah lubuk, sang nelayan mulai memancing. Dalam hati ia menyimpan harapan besar agar bisa mendapat ikan dalam jumlah banyak. Setelah beberapa waktu menunggu, ikan masih belum di dapat.

Beberapa kali ia melihat umpannya karena takut umpan tersebut habis. Namun setelah beberapa kali dilihat, umpan tersebut masih seperti awal yang membuktikan bahwa belum ada ikan mendekat.

Hari menjelang siang sedangkan sang nelayan belum menemukan ikan sama sekali. Akhirnya ia memancing dengan berpindah-pindah hingga menemukan sebuah teluk kecil di dekat hulu sungai.

Ia kembali memasang pancingnya namun kondisinya sama saja. Tidak ada satupun ikan yang menyentuh pancing tersebut.

Pada Cerita Legenda Sungai Kawat, Nelayan Diceritakan Semakin Putus Asa

cerita rakyat sungai kawat

Melihat langit sudah semakin gelap, nelayan tersebut semakin kebingungan. Ia masih masih harapan besar untuk membawa ikan pulang. Di tengah kebingungan tersebut, umpan dari nelayan tersebut akhirnya bergerak.

Kekuatan tarikan tersebut cukup besar sehingga membuat tali pancingnya hampir habis. Dengan tekad penuh sang nelayan mengikuti kemana umpan tersebut bergerak dengan harapan ikan tersebut akan merasa lelah.

Namun semakin diikuti, ikan tersebut malah membawa sang nelayan ke tengah sungai. Ketika langit sudah gelap dan tarikannya dirasa sudah melemah, sang nelayan akhirnya berhasil menarik tali pancing ke permukaannya.

Sialnya, yang ditariknya ke atas justru adalah kawat. Disana, sang nelayan jelas merasakan kekecewaan besar. Namun di tengah kekecewaan tersebut, kawat yang ditariknya justru bersinar.

DI tengah kondisi tersebut, ia akhirnya menyadari bahwa apa yang ditariknya ternyata adalah emas. Dengan rasa senang yang besar, sang nelayan mencoba menarik kawat emas yang tidak ada habisnya. Pada kondisi ini, sifat tamak dari sang nelayan justru muncul.

Ia mencoba untuk menarik habis kawat emas tersebut. Karena sifat tamak, perahunya menjadi penuh dan tidak kuat menampung kawat emas. Disana, perahu akhirnya terbalik dan sang nelayan meninggal karena tenggelam di tengah sungai.

Mungkin jika dilihat dari cerita ini, terdapat pesan agar sebagai manusia seseorang harusnya bisa mengontrol sifat tamak. Jika saja sifat tamak bisa terkontrol, cerita legenda sungai kawat ini pasti berubah.