Legenda si Pitung – ┬áNamanya memang tidak tercatat dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun bagi beberapa kalangan masyarakat terutama yang tinggal di daerah Betawi, Pitung adalah legenda besar. Ia sudah menjadi bagian cerita rakyat Betawi yang dikisahkan secara turun temurun.

Ia dipercaya sebagai sosok Robin Hood Indonesia. Pada zaman kolonial dulu, Pitung sering kali merampok rumah orang kaya untuk dibagikan pada orang miskin. Pitung terkenal dengan kehebatannya dalam melakukan bela diri.

Bahkan dalam beberapa sumber, Pitung juga dipercaya kebal peluru. Inilah alasan utama mengapa pihak kolonial begitu menakutinya. Dengan aksinya yang luar biasa, banyak orang menganggap Pitung sebagai sosok fiksi.

Terlebih lagi cerita mengenainya begitu simpang siur. Tidak ada kisah pasti yang menceritakan soal dirinya dengan sumber yang jelas. Beberapa kisah bahkan menyebut si pitung sering ditangkap Belanda namun selalu sukses meloloskan diri.

Beberapa Fakta Menarik dari Legenda si Pitung

Legenda Si Pitung

Jika melihat secara detail, terdapat beberapa fakta menarik yang bisa dibahas dari legenda si Pitung. Berikut beberapa fakta menarik tersebut.

Siapa Itu Si Pitung?

Legenda si Pitung memang sangat terkenal. Namun sering muncul pertanyaan mengenai siapa itu Pitung. Apakah Pitung merupakan nama asli atau hanya sebutan. Menurut Wikipedia, Pitung berasal dari suatu desa di Jakarta Barat bernama Rawabelong.

Ayahnya adalah sosok terkenal bernama Bang Piung sedangkan ibunya sering disebut Mbok Inah. Pitung kecil melakukan aktivitas seperti anak pada umumnya. Namun ia sering menimba ilmu pada Kyai Naipin. Pitung sendiri sebenarnya bukan nama asli.

Nama aslinya adalah Salihun atau beberapa orang sering menyebutnya Salihoen. Nama Pitung sendiri berasal dari kata Pitulung yang dalam bahasa Sunda berarti Penolong. Dilihat dari sebutan ini, Salihoen berarti memang dikenal sebagai penolong masyarakat.

Kehebatannya

Kehebatan si Pitung sendiri tidak perlu dipertanyakan. Selain belajar ilmu agama dari Kyai Naipin, ia juga mempelajari Bela Diri silat. Inilah modal utamanya dalam setiap bentrok menghadapi Belanda. Beberapa orang bahkan meyakini bahwa Pitung menguasai ilmu yang lebih mistis.

Dalam legenda si pitung diceritakan bahwa Ia dipercaya menguasai ilmu Rawa Rontek yang membuatnya tidak bisa mati. Dengan kesaktiannya itu, pihak kolonial begitu menakutinya dan menganggap sosoknya sebagai ancaman besar.

Kelemahannya

Perlu diketahui, legenda si Pitung juga berbicara mengenai kelemahannya. Sumber pertama mengatakan bahwa kelemahannya adalah peluru emas. Walaupun ditembak beberapa kali dengan peluru biasa, pitung dipercaya tidak akan mati. Namun ketika penembakan dilakukan dengan peluru emas, ia akan langsung mengalami cidera.

Sumber selanjutnya mengatakan bahwa kelemahan Pitung adalah rambutnya. Ketika rambut Pitung dipotong secara paksa, kesaktiannya akan otomatis hilang. Ada juga sumber yang mengatakan bahwa Pitung memiliki sebuah jimat berbentuk kris kecil. Ketika jimat tersebut diambil, kesaktiannya juga akan hilang.

Kematian

Dalam sebuah kisah, diceritakan Pitung mati oleh peluru emas yang menembus tubuhnya. Sebenarnya ketika pitung sedang berada di tempat persembunyian. Namun nahasnya, seorang teman malah membocorkan tempat persembunyiannya.

Karena pengkhianatan tersebut, Belanda akhirnya mengetahui lokasi persembunyian Pitung dan memburunya dengan peluru emas. Karena tidak adanya persiapan, Pitung akhirnya mati di tangan Belanda.

Melegenda

Walaupun sudah mati, bayang-bayang pitung terus menghantui Belanda. Pemakamannya bahkan disembunyikan. Belanda takut, pemakamannya akan menyulut amarah masyarakat dan memunculkan pemberontakan yang lebih besar.

Beberapa orang bahkan menyebut bahwa Belanda membelah jasad pitung menjadi dua. Ini dilakukan karena Pitung memiliki ilmu rawa rontek yang membuat dirinya akan kembali hidup apabila jasadnya digabungkan.

Melihat besarnya pengorbanan Pitung untuk negeri, ada baiknya kisah ini terus diwariskan. Hal tersebut akan membuat legenda si Pitung terus dikenang.