Masa kehamilan tidak selamanya berjalan normal, ada saja gangguan / komplikasi kehamilan yang terjadi pada tiap trimester. Hal ini disebabkan oleh perubahan fisik dan mental secara drastis, sehingga tubuh kaget saat menerimanya. Ditambah saat hamil, sistem kekebalan tubuh akan menurun sehingga penyakit mudah masuk. Ada beberapa komplikasi kehamilan yang bisa saja terjadi, dan beresiko terhadap kesehatan ibu dan janin. Ingin tahu apa saja? Simak ulasan berikut.

Ibu Hamil Perlu Waspada dengan Komplikasi Kehamilan

Komplikasi kehamilan

1. Keguguran

Ibu hamil memang tidak dianjurkan melakukan pekerjaan berat, yang memicu kontraksi pada dinding rahim. Hal tersebut berpotensi terjadinya keguguran karena guncangan pada kandungan. Tidak hanya itu saja, keguguran bisa disebabkan oleh kelainan kromosom pada sel telur. Sehingga perkembangan embrio menjadi terganggu, dan terjadi pada 20 minggu pertama hamil. Tanda yang kerap muncul ialah pendarahan hebat, yang mengalir di sela-sela paha.

Komplikasi kehamilan
2. Diabetes Gestasional

Penyakit diabetes bisa terjadi pada ibu hamil meskipun tidak mempunyai riwayat sebelumnya. Hal ini dikarenakan perubahan hormon yang menghambat produksi insulin. Sehingga menyebabkan kadar glukosa dalam darah meningkat, dan beresiko terjadi komplikasi kehamilan. Glukosa yang menumpuk ini mengakibatkan diabetes gestasional, yang dapat mempengaruhi perkembangan janin.

kontraksi janin
3. Kontraksi di Trimester Ketiga

Jika trimester pertama ibu hamil sering merasakan mual dan muntah, bahkan kehilangan nafsu makan. Maka pada trimester ketiga ibu hamil kerap megalami kontraksi palsu, yang memicu terjadinya kelahiran prematur. Ibu hamil yang kurang wawasan tentang kehamilan sering salah mengira sebagai tanda terjadinya persalinan. Kontraksi Braxton-Hicks gejalanya mirip kontraksi asli meskipun intensitasnya tidak meningkat.

Komplikasi kehamilan
4. Aktvitas Janin Menurun

Ibu hamil disarankan untuk menghitung jumlah tendangan si kecil dalam perut. Jika metode ini diterapkan setiap hari, maka ibu bisa memperkirakan jumlah tendangan selama kehamilan. Tendangan tersebut merupakan bentuk aktivitas bayi secara normal di dalam kandungan. Cara ini untuk berjaga-jaga jika terjadi komplikasi kehamilan, yang menyebabkan penurunan aktivitas janin. Jika kurang dari tendangan normal dipastikan kandungan sedang mengalami masalah serius.

Komplikasi kehamilan
5. Plasenta Previa

Kondisi ini terjadi karena plasenta berada di bawah, dan menutupi leher rahim tempat keluarnya bayi. Jika dibiarkan dalam posisi tersebut, bisa terjadi resiko kehamilan yang menyebabkan pendarahan. Kondisi ini mengharuskan ibu hamil menjalani proses persalinan lebih awal, dengan resiko kelahiran bayi prematur. Selain itu ibu hamil yang mengalami plasenta previa harus melahirkan dengan operasi caesar.

Preeklamspsia
6. Preeklampsia

Gangguan kehamilan ini merupakan kondisi berbahaya bagi ibu dan janin. Ibu hamil yang terdeteksi preeklampsia ditandai dengan naiknya tekanan darah, serta urinnya mengandung protein yang tinggi. Pada tanda fisik biasanya ibu hamil mengalami pembengkakan pada tungkai. Kondisi komplikasi kehamilan yang mengkhawatirkan ialah saat menyerang ginjal dan hati. Jika gejala bertambah parah akan merusak organ tubuh dan bisa mengancam jiwa.

Komplikasi kehamilan
7. Pendarahan Hebat

Pada trimester pertama ibu hamil kerap mengalami pendarahan, yang disertai kram perut di sekitar diafragma. Hal ini dapat beresiko terjadi kehamilan ektopik, yaitu pembuahan sel telur di luar rahim. Sehingga bisa mengakibatkan resiko kehamilan yang serius, dan kerap terjadi pendaharan. Sedangkan pada trimester ketiga pendarahan terjadi karena adanya pelepasan plasenta dari dinding rahim.

Bagi seorang ibu, masa kehamilan merupakan perjuangan yang paling berat. Perubahan fisik dan hormon yang signifikan membuat kekebalan tubuh melemah. Sehingga ibu hamil harus menghadapi berbagai resiko terjadinya komplikasi kehamilan. Beberapa komplikasi bisa terlihat dari gejala yang muncul secara tiba-tiba. Dan beresiko terjadinya keguguran atau persalinan dengan kelahiran bayi prematur.