Mimisan pada anak sering membuat orang tua khawatir. Tanda mimisan hidung mengeluarkan darah segar dimana istilah kedokterannya adalah epistaksis. Meski dianggap tak berbahaya namun Anda perlu waspada karena mimisan ini juga bisa menjadi penyakit.  Banyak anak yang mengalami mimisan namun orang tua menganggapnya sebagai hal yang biasa.

Pada dasarnya mimisan disebabkan oleh dua faktor yang pertama adalah organik sedangkan penyebab selanjutnya gangguan medis. Faktor organik ini disebabkan oleh bawaan sejak lahir. Dimana hal itu disebabkan oleh melemahnya organ hidung atau pembuluh darah yang masih tipis. Selain itu pembuluh darah yang rapuh dan juga terlalu lebar menyebabkan anak menjadi mimisan. Penyebab secara medis karena anak mengalami masalah dengan pembekuan darah atau sel darah merah.

Penyebab Umum

mimisan pada anak 4

Saat terjadi mimisan pada anak, darah yang keluar dari hidung ini durasinya berbeda. Ada yang berlangsung beberapa detik namun ada juga yang sampai beberapa menit. Selain dua penyebab di atas mimisan ini juga disebabkan oleh berbagai hal dimana yang pertama adalah membuang ingus terlalu kencing. Saat anak flu tidak sengaja mereka menghembuskan ingus melalui hidung terlalu kencang membuat hidung terluka.

Penyebab selanjutnya adalah cedera yang terjadi pada hidung. Misalnya saja adalah hidung terantuk benda keras sehingga melukai bagian hidung paling dalam. Cedera itu kemudian menyebabkan hidung mengalami pendarahan.

Anak kecil yang memasukkan benda atau tangan terlalu dalam ke hidung bisa menyebabkan mimisan. Hal itu karena benda atau tangan tersebut merobek pembuluh darah yang ada di hidung kemudian mimisan.

Penyebab yang lainnya adalah infeksi yang bisa menyebabkan hidung menjadi tersumbat seperti flu. Beberapa penyebab yang lainnya adalah alergi, paparan bahan kimia yang mana bisa menjadi penyebab hidung iritasi, benturan keras yang terjadi di kepala. Tumor yang tumbuh pada bagian rongga hidung ini juga bisa menyebabkan mimisan.

Hipertensi, mengkonsumsi obat yang bisa mengencerkan darah seperti aspirin, heparin, dampak operasi hidung dan memencet hidung yang terlalu kencang juga menyebabkan mimisan. Jika mimisan ini terjadi dua kali dalam waktu yang dekat, Anda perlu memeriksakan anak ke dokter karena memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan anak.

Cara Mengatasi Mimisan Anak

Cara mengatasi mimisan pada anak ini harus tepat agar tidak menyebabkan masalah yang lebih serius. Dalam mengatasi anak mimisan ini Anda harus tenang dan juga jangan panik, setelah itu Anda bisa membuat anak duduk tegak jangan berbaring. Hal itu karena berbaring ini akan menyebabkan darah mimisan keluar semakin banyak. Dengan duduk tekanan di dalam pembuluh darah hidung bisa berkurang.

Hal yang bisa Anda lakukan selanjutnya adalah mencondongkan tubuh anak ke depan supaya darah yang keluar ini tidak masuk ke dalam tenggorokan. Jika sampai tertelan anak bisa muntah bahkan menjadi mual.

Anda bisa memencet hidung anak selama 10 sampai dengan 15 menit, ajak anak untuk bernapas melalui mulut. Kompres pangkal hidung dengan menggunakan air dingin supaya pendarahan menjadi lambat. Sumbat hidung dengan menggunakan kain atau tisu supaya darah ini tidak terjadi pendarahan pada kedua kalinya.

Gunakan Bahan Dapur

Ada beberapa bahan dapur yang bisa Anda gunakan untuk mengobati mimisan pada anak seperti berikut ini:

  1. Bawang Merah

Bumbu dapur satu ini menjadi obat alami untuk bisa mengatasi mimisan. Kandungan belerang dalam bawang merah akan bisa membekukan darah secara alami. Bawang merah ini juga kaya akan vitamin C dan juga bioflavonoid sehingga pembuluh darah kapiler menjadi lebih kuat.

  1. Air Garam

Mimisan pada anak bisa diobati dengan air garam. Air garam ini bisa meredakan pendarahan yang sering disebabkan oleh udara dingin dan kering. Air ini bisa membuat lapisan dalam hidung menjadi lebih lembab dan bisa membuat iritasi berkurang.

Demikianlah beberapa penyebab dan cara mengatasi mimisan pada anak yang bisa Anda lakukan, semoga informasi ini bermanfaat.