Kepala bayi peyang ini bisa disebabkan oleh banyak hal, baik ketika bayi masih di dalam kandungan maupun di tahun pertama kelahirannya. Untuk lebih mengenal apa saja penyebab kepala peyang dan bagaimana cara mengatasinya, silahkan simak artikel berikut ini. 

Apa Itu Kepala Peyang?

Dalam bahasa medis, kepala peyang atau flat head syndrome ini disebut plagiocephaly. Hal ini merupakan masalah yang sangat umum terjadi ketika kepala bayi mulai berkembang dalam bentuk yang tidak normal, salah satunya adalah kepala peyang. 

Dikutip dari The Royal Children’s Hospital Melbourne, kondisi peyang ini biasanya tidak akan mempengaruhi perkembangan otak dari si bayi tersebut. 

Namun, apabila kondisi ini dibiarkan, maka bentuk kepala bayi akan menjadi tidak rata secara permanen. Hal ini tentunya akan mempengaruhi tampilan kepala bayi ketika sudah mulai tumbuh dewasa. 

Kepala bayi peyang ini bisa terjadi ketika bayi baru saja dilahirkan, atau bisa juga setelahnya, dimana hal yang menjadi penyebabnya pun cukup beragam. 

Meskipun memang hal ini tidak mempengaruhi perkembangan dan fungsi otak bayi, namun kepala peyang ini bisa menyebabkan bentuk wajah menjadi tidak simetris. 

Perlu Moms ketahui, bahwa tulang tengkorak bayi yang baru lahir masih sangat lunak dan fleksibel. Oleh sebab itu, bentuknya pun bisa berubah jika ada tekanan dalam jangka waktu yang cukup lama. 

Penyebab Kepala Bayi Peyang

Mengutip dari Cleveland Clinic, sindrom kepala peyang ini biasanya terjadi di satu sisi kepala saja. Akan tetapi, hal ini bisa juga terjadi di kedua sisi atau bagian belakangnya. Beberapa kondisi di bawah ini bisa menjadi penyebab kepala peyang. 

1. Posisi Tidur

Bayi memang disarankan untuk tidur secara terlentang, karena posisi tidur ini bisa membantu bayi mengurangi risiko kematian mendadak atau SIDS. 

Akan tetapi, ternyata tidur terlentang ini malah bisa menjadi penyebab bentuk kepala menjadi peyang. Risiko kepala peyang memang tidak seberapa jika dibandingkan dengan mengurangi risiko SIDS. 

Agar tekanan di kepala bayi berkurang, maka perbanyak saja waktu untuk menggendongnya sehingga bayi tidak terus berada pada posisi tidur terlentang. 

2. Masalah pada Rahim

Bukan hanya posisi tidur saja yang mempengaruhi bentuk kepala bayi, namun hal ini bisa terjadi sebelum bayi dilahirkan. 

Tekanan pada kepala saat masih dalam rahim ternyata bisa membuat kepala bayi peyang. Hal ini biasanya terjadi ketika rahim mengalami cedera atau kekurangan cairan ketuban. 

3. Kelainan Tulang Tengkorak

Kelainan pada tulang tengkorak atau craniosynostosis ini terjadi ketika lempeng tulang tengkorak menyatu terlalu dini. Akibatnya, bentuk kepala bayi menjadi tidak proporsional. 

Jika hal ini dibiarkan, maka dalam jangka waktu yang panjang bisa menimbulkan beberapa gangguan, mulai dari gangguan penglihatan, sakit kepala, hingga gangguan psikologis. 

4. Bayi Terlahir Prematur 

Perlu Moms ketahui, bahwa kepala peyang ini lebih rentan dialami oleh si kecil yang terlahir prematur. Hal ini terjadi karena tulang tengkoraknya jauh lebih lunak daripada bayi yang lahir cukup bulan. 

Cara Mengatasi Kepala Bayi Peyang

kepala bayi peyang

Untuk menghindari kepala peyang, maka silahkan Moms simak cara mengatasinya berikut ini.

1. Mengubah Posisi Tidur

Untuk mencegah kepala peyang, usahakan mengubah posisi tidurnya ke sisi kanan atau kiri secara berkala. Ketika bayi terjaga, Moms bisa memposisikan bayi tengkurap agar kepalanya tidak tertekan, sekaligus melatihnya tengkurap sendiri. 

2. Perbanyak Tummy Time

Cara mengatasi kepala peyang selanjutnya adalah dengan memperbanyak tummy time di siang hari ketika bayi terjaga, namun lakukan dalam pengawasan. 

Moms bisa mulai tummy time 3 sampai 5 menit setiap sesinya. Lakukan tummy time sebanyak 2 sampai 3 kali sehari. Dengan mengistirahatkan kepala bayi dari posisi bersandar, maka bentuk kepala bayi akan berangsur berubah. 

3. Variasikan Cara Menggendong

Selain mengubah posisi tidur, Moms bisa menggendong si kecil dengan cara yang bervariasi, seperti posisi tegak, kemudian didekap atau miring. Variasi gendongan ini akan mengurangi tekanan yang berlebihan pada satu sisi kepala bayi. 

Baca juga: Posisi Pemberian ASI Paling Nyaman untuk Ibu dan Bayi

4. Terapi Fisik

Terapi fisik ini berfungsi agar kepala peyang pada bayi bisa kembali dalam bentuk yang normal. Selain itu, terapi ini juga bisa mengatasi gangguan otot leher yang mungkin saja timbul. Terapi ini dilakukan agar otot leher memanjang dan leher pun menjadi lebih kuat. 

Jadi, Kepala Peyang Bayi Tidak Mempengaruhi Otaknya

Perlu ditekankan lagi, bahwa kepala bayi peyang ini tidak akan mempengaruhi fungsi otaknya. Namun, kepala peyang ini hanya akan mempengaruhi tampilan kepalanya saja yang terlihat tidak proporsional. 

Jadi, Moms tidak perlu terlalu khawatir. Lakukan saja beberapa cara untuk mengatasi kepala peyang seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Selain itu, Moms juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan penanganan terbaik jika memang diperlukan.