Hamil anggur atau yang sering disebut dengan mola hidatidosa merupakan suatu kondisi dimana ari-ari atau plasenta yang terbentuk saat kehamilan mengalami ketidaknormalan dan merupakan suatu komplikasi kehamilan yang cukup jarang terjadi. Pada penderita hamil anggur, ari-ari atau plasenta akan membentuk seperti sekumpulan buah anggur dan justru janin tidak terbentuk.

Penyebab Hamil Anggur

Kehamilan anggur terjadi akibat adanya pembuahan yang tidak normal, entah itu karena 2 sperma yang membuahi hanya satu sel telur saja atau justru sperma membuahi sel telur yang kosong.

Jika sperma membuahi sel telur yang kosong maka bisa dikatakan seseorang tengah mengalami kehamilan anggur lengkap. Kondisi ini membuat sel hanya terbentuk dari gen ayah, sehingga janin tidak dapat berkembang, akan tetapi plasenta tetap tumbuh meski tidak normal.

Jika terjadi 2 sperma membuahi satu sel telur, maka sering disebut dengan kehamilan anggur sebagian. Kondisi ini mengakibatkan sel mendapat tambahan genetik dari ayah, sehingga akan membuat hasil pembuahan tersebut akan mati dan tidak bertahan lama.

Ciri-Ciri Hamil Anggur

hamil anggur 2

Kehamilan anggur memang sulit terdeteksi utamanya saat di masa awal kandungan. Akan tetapi, Anda bisa memperhatikan beberapa ciri yang memungkinkan terjadinya kehamilan anggur, diantaranya:

1.      Munculnya Kista

Kemunculan kista merupakan salah satu ciri kehamilan anggur. Umumnya perempuan yang mengalami kemunculan kista akan merasakan nyeri di bagian tulang panggul, nyeri pada saat melakukan hubungan, memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, dan juga kesulitan saat buang air besar dan kecil.

2.      Ovarium Membesar

Hamil anggur juga dapat ditandai dengan membesarnya ovarium. Adanya kadar hormon HCG yang terlalu tinggi dapat memicu ovarium menjadi lebih besar dari pada kehamilan normal pada umumnya. Anda mungkin akan merasakan desakan dan rasa penuh pada perut di bagian bawah, kiri dan kanan akibat membesarnya ovarium ini.

3.      Pendarahan pada Vagina

Seseorang yang mengalami hamil anggur memiliki kemungkinan mengalami pendarahan pada vagina pada saat usia kehamilannya memasuki usia 8 minggu. Pendarahan yang terjadi bisa saja mengeluarkan darah berwarna merah terang atau cokelat.

4.      Mual Muntah Parah

Wanita yang sedang hamil muda umumnya memang mengalami mual dan muntah, dan ini adalah hal yang sangat wajar. Akan tetapi pada wanita yang mengalami kehamilan anggur, kondisi mual dan muntah ini bisa jadi akan sangat parah dan bahkan dalam frekuensi yang sangat sering.

Kondisi mual muntah parah ini jika terus berlanjut akan menyebabkan hiperemesis gravidarum. Efek dari hiperemesis gravidarum adalah mengalami dehidrasi, penurunan berat badan dan gangguan elektrolit.

5.      Preeklamsia

Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan dengan tanda hipertensi atau tekanan darah tinggi serta adanya kerusakan organ. Tidak semua wanita yang mengalami hamil anggur akan mengalami preeklamsia, akan tetapi ini bisa jadi satu indikator yang perlu diwaspadai terutama saat trimester pertama.

6.      Uterus Tumbuh Abnormal

Wanita yang sedang hamil tentu akan mengalami pertumbuhan uterus. Akan tetapi pada kasus kehamilan anggur, pertumbuhan uterus ini bisa jadi tidak normal melebihi batas normal sesuai usia kandungan. Jika perut Anda terus membesar dan terlihat tidak sesuai dengan usia kandungan, segera lakukan pemeriksaan dengan dokter kandungan Anda.

Pengobatan Hamil Anggur

untuk mengatasi atau mengobati kehamilan anggur, biasanya dokter akan memberikan beberapa macam tindakan. Pengobatan dapat dilakukan dengan cara pemberian obat, operasi pengangkatan rahim atau bisa juga dengan pengisapan atau kuret. Tindakan operasi pengangkatan rahim umumnya hanya diberikan pada pasangan yang sudah tidak ingin memiliki anak lagi di kemudian hari.

Beberapa orang mungkin tidak memperhatikan adanya tanda hamil anggur, untuk itu selalu lakukan pemeriksaan kandungan rutin agar dapat diketahui apabila terjadi kelainan.

Tagged in:

,