Masalah tantrum pada anak sering dikeluhkan oleh orang tua. Mengatasi anak yang suka marah dan juga suka mengamuk ini bukan hal mudah dimana kondisi seperti ini disebut dengan tantrum. Ledakan emosi yang terjadi pada anak ini sering disebabkan masalah emosional dan juga tidak bisa menyampaikan apa yang dirasakan. Tantrum ini juga sering terjadi karena sikap keras kepala, menangis, sulit menenangkan diri. Bahkan beberapa anak disertai tindakan di luar kontrol seperti menjejak-jejakkan kaki atau berguling-guling di lantai atau tanah.

Tantrum sering terjadi pada anak dengan usia 15 bulan ke atas. Ketidakmampuan anak menjelaskan keinginannya dengan kata-kata membuat emosi anak menjadi meledak kemudian tantrum.  Meski terlihat sama namun ada beberapa jenis tantrum pada anak yang harus Anda ketahui seperti berikut ini:

Tantrum Manipulatif

Mengatasi tantrum pada anak ini bisa disesuaikan dengan jenisnya. Anda sebagai orang tua tidak diperbolehkan untuk membalas berteriak atau bahkan memukul anak. Mengalah juga bukanlah solusi karena anak akan menjadikan tantrum ini sebagai senjata atau alat baginya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Tidak hanya itu saja anak juga sering menjadikan tantrum sebagai cara untuk menarik perhatian orang tua agar kemauan mereka di dengarkan.

Jenis tantrum yang pertama adalah manipulatif dimana hal ini akan muncul ketika sang anak tidak mendapatkan keinginannya. Tantrum ini juga dibuat-buat agar orang lain mampu memenuhi keinginannya. Yang harus diketahui adalah tidak semua anak mengalami tantrum ini. Saat terjadi aksi penolakan tantrum ini baru akan muncul.

tantrum pada anak 4

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghentikan anak yang tantrum ini. Bawa anak ke tempat yang lebih tenang, kemudian tetap awasi anak. Bebaskan anak untuk melakukan dan meluapkan emosinya. Pastikan orang tua juga bisa mengontrol emosinya agar bisa tenang mengatasi anak tantrum itu.

Saat anak sudah tenang hal yang bisa Anda lakukan adalah memberikan penjelasan kepada anak bahwa perilaku ini tidak bisa diterima. Anda bisa memberikan kata-kata yang mudah dimengerti oleh anak. Anda bisa memberikan penjelasan yang baik dan bisa mudah dimengerti tentang bagaimana anak harus bersikap untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Jika masih manipulatif cara terbaik agar kebiasaan itu berkurang Anda sebagai orang tua bisa mengabaikannya. Selain itu ajak anak untuk melakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat dan juga menyenangkan. Jika Anda sudah kewalahan untuk mengatasi tantrum pada anak Anda bisa berkonsultasi dengan psikolog agar bisa mengatasi tantrum itu.  Anda bisa mencari RS terdekat yang memiliki layanan psikolog anak.

Frustasi

Tantrum ini banyak disebabkan oleh kesulitan anak dalam mengekspresikan dirinya dengan baik.  Tantrum ini bisa terjadi pada anak usia 18 bulan akibat kesulitan dalam mengekspresikan apa yang dirasakan kepada orang lain. Yang harus Anda tahu anak yang tantrum karena frustasi ini disebabkan oleh berbagai faktor. Misalnya kelelahan, kelaparan atau karena gagal dalam melakukan sesuatu.

Untuk mengatasi tantrum jenis ini Anda bisa mendekati anak. Buat anak Anda tenang kemudian bantu anak untuk bisa menyelesaikan apa yang dia tidak bisa lakukan. Setelah tenang dan melakukan yang diinginkan Anda bisa memberikan penjelasan kepadanya jika apa yang telah dilakukannya itu tidak baik.

Ajari anak bagaimana menyampaikan keinginannya. Ajari secara perlahan bagaimana cara anak meminta pertolongan kepada orang lain atau kepada orang yang tidak dikenal. Ajakan dan biasakan anak untuk meminta pertolongan dengan lembut dan penuh kasih sayang.

Demikianlah beberapa jenis tantrum pada anak dan cara mengatasinya yang bisa Anda lakukan, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.