Setelah masa anak-anak, seorang anak akan menuju fase remaja dan mengalami ciri-ciri pubertas yang akan muncul di usia belasan.

Ciri-ciri pubertas pada laki-laki dan perempuan mengalami perbedaan dan menjadi kodrat masing-masing jenis kelamin.

Dengan mengetahui ciri-ciri pubertas, diharapkan seorang anak akan siap melangkah di fase selanjutnya, dimana mereka bukan lagi seorang anak kecil, tetapi juga belum termasuk dewasa.

Apa Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-Laki?

Ciri-ciri pubertas pada laki-laki biasanya muncul lebih lambat dibandingkan dengan perempuan.

Berikut ciri-ciri pubertas yang terjadi pada anak laki-laki.

1. Perubahan Suara

Saat seorang anak laki-laki memasuki masa remaja, suranya akan berubah menjadi lebih dalam atau istilah umumnya nge-bass.

Suara laki-laki menjadi lebih nge-bass karena pita suara dan laring bertambah massanya.

Mungkin karena perubahan suara tersebut, anak laki-lakimu akan merasa malu, maka disinilah peranmu sebagai orang tua untuk selalu mindful terhadap perubahan yang terjadi.

2. Perubahan Bentuk Badan

Tidak hanya suara saja yang berubah, bentuk badan seorang anak laki-laki juga akan berubah ketika masuk fase pubertas.

Mungkin, kamu akan melihat pertumbuhan yang luar biasa pada anakmu di fase ini, seperti membesarnya lengan dan kaki, bahkan bisa saja tinggi anakmu akan melebihi dirimu.

Selain itu, bahunya juga akan lebih lebar dan otot-ototnya akan berkembang, sehingga ia akan mulai melakukan workout.

3. Tumbuhnya Rambut di Bagian Tertentu

Beberapa anak laki-laki mungkin mendambakan kumis dan jenggot saat mereka melihat orang dewasa di sekitarnya. Jika iya, impian tersebut akan jadi kenyataan pada masa pubertas mereka.

Salah satu ciri-ciri pubertas adalah tumbuhnya rambut di bagian tertentu seperti muka (kumis dan jenggot), ketiak, dan selangkangan.

Ajarkan anakmu untuk menggunakan pemotong khusus kumis dan jenggot, serta rambut di ketiak dan selangkangan agar kebersihan tubuh mereka terjaga.

4. Membesarnya Alat Kelamin

Saat masa pubertas, penis, testis dan skrotum laki-laki akan membesar bersamaan dengan tumbuhnya rambut di area selangkangan.

5. Mimpi Basah

Mimpi basah atau istilah lainnya nocturnal emission adalah mimpi erotis yang dialami seorang laki-laki, sehingga ia mengalami ejakulasi saat ia tidur.

Sebagai bapak, ada baiknya kamu terbuka jika anakmu bercerita soal masalah ini dan memberitahunya bahwa ini hanya salah satu bagian dari pubertas.

Kadang laki-laki yang belum paham juga mengira bahwa mereka mengompol, padahal sebenarnya mereka mengalami mimpi basah.

Apa Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Perempuan?

ciri-ciri pubertas

Biasanya, ciri-ciri pubertas pada anak perempuaan terlihat lebih awal dibanding laki-laki, jadi jangan heran jika kamu melihat anak perempuan lebih tinggi dari anak laki-laki di usia yang sama.

1. Pertumbuhan Payudara

Salah satu ciri-ciri pubertas yang paling bisa dilihat pada perempuan adalah pertumbuhan payudara.

Biasanya, pertumbuhan dan ukuran dari payudara kiri dan kanan tidak sama dan hal itu merupakan hal yang normal.

2. Tumbuh Rambut di Area Tertentu

Mirip dengan ciri-ciri pubertas pada laki-laki, kesamaan dari tanda ini adalah keduanya sama-sama tumbuh di area selangkangan dan ketiak.

Perbedaannya, perempuan tidak akan memiliki kumis dan jenggot seperti laki-laki.

Ada kemungkinan bahwa tumbuhnya area di sekitar vagina akan muncul lebih dahulu ketimbang pertumbuhan payudara.

3. Keputihan

Beberapa perempuan mungkin akan mengalami keputihan yang akan terjadi setengah tahun sampai satu tahun sebelum menstruasi pertama mereka. Ini merupakan respon yang lumrah dari pertumbuhan hormon estrogen yang ada di tubuh mereka.

4. Menstruasi

Ini merupakan ciri-ciri pubertas pada wanita yang menjadi kodrat wanita itu sendiri. Kodrat wanita ada tiga, yaitu melahirkan, menyusui, dan menstruasi.

Jika remaja perempuan baru pertama kali mengalami menstruasi, peran ibu sangat dibutuhkan sebagai support system dan harus diberikan penjelasan bahwa ini hanya bagian dari kedewasaan.

Beberapa anak mungkin mengalami kecemasan saat menstruasi pertama kali, sehingga perlu dibantu oleh ibunya.

Saat mens pertama, ada kemungkinan seorang perempuan akan mengeluarkan darah merah, atau merah kecoklatan.

Penting bagi seorang perempuan untuk mengecek siklus menstruasinya karena hal itu bisa menjadi indikator kesehatannya.

Jika siklus menstruasinya tidak teratur, ada baiknya untuk pergi ke dokter untuk konsultasi.

Bagi perempuan yang sudah menikah, siklus menstruasi bisa dimanfaatkan untuk mengetahui masa subur untuk mendapatkan keturunan atau KB sistem kalender dimana hubungan seksual saat masa subur ditiadakan.

Ciri-Ciri Pubertas adalah Bagian dari Menjadi Dewasa

Ciri-ciri pubertas adalah salah satu bagian dari tumbuh menjadi dewasa dan tidak terhindarkan bagi orang yang melewati masa kanak-kanak.

Saat seseorang memasuki masa pubertas, ia bukan lagi seorang anak-anak, tetapi belum bisa dibilang sebagai orang dewasa.

Peran orang tua dan lingkungan sangat penting agar fase pubertas seorang anak tidak terjerumus ke hal-hal yang buruk.