Anak yang banyak bergerak cenderung di salah artikan sebagai anak ADHD. Padahal antara aktif dan hiper sudah jelas berbeda kondisinya. Sekiranya si kecil tidak bisa tenang dan terus bergerak, bisa jadi ia tidak mempunyai gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder alias ADHD.

Penyandang hyperactivity disorder umumnya mengalami kesulitan dalam memahami informasi atau sekedar berinteraksi dengan sebayanya. Sementara buah hati yang aktif memiliki energi yang besar, kerap sulit untuk bersikap tenang. Mari mengenali penyebab dan ciri dari anak ADHD, cara menanganinya, hingga bagaimana orang tua memberikan pendampingan.

Penyebab Anak ADHD

Anak yang didiagnosa memiliki ADHD, mengalami gangguan pada perkembangan otaknya. Mengakibatkan sikap impulsif, kesulitan berkonsentrasi, sehingga membuatnya bertindak hiperaktif. Karena sikapnya yang sulit dikendalikan, anak-anak dengan permasalahan ADHD kerap disebut nakal.

ADHD tidak disebabkan karena si kecil terlahir dengan latar belakang keluarga bermasalah, hidup dalam garis kemiskinan, maupun sering menonton TV. Melainkan bisa pula terjadi akibat faktor genetik selain perkembangan otak yang terganggu. Si kecil mengalami permasalahan saat harus fokus atau menggunakan  saraf motoriknya.

Padahal buah hati lincah dan bersikap aktif sama sekali bukan sebuah kelainan. Tetapi berbeda jika ia memiliki ADHD. Sekalipun tidak ingin, lantaran masih kecil dirinya lebih kesulitan untuk mengendalikan perilaku di depan orang banyak. 

Jika diabaikan tentu saja gejala ini akan mengganggu perkembangan sosialisasinya. Termasuk pula menurunkan pencapaian prestasi di bidang akademis dan non akademis. Gejala hyperactivity disorder dapat terdeteksi sejak si kecil memasuki usia 6 tahun.

anak ADHD

Perlu diingat bila anak ADHD hanya boleh disimpulkan oleh ahli medis. Bila ibu merasa khawatir dengan perkembangan si buah hati, cobalah berkonsultasi dengan dokter anak. 

Jika diperlukan dokter yang menangani pasti memberi surat rekomendasi untuk menghubungi psikiater. Hal tersebut normal karena merupakan bagian dari pemeriksaan, ahli medis juga membutuhkan wawancara dengan yang bersangkutan selagi observasi. Niscaya penyebab dari tindakan impulsif si kecil segera teridentifikasi.

Terapi Pengobatan Bagi Anak ADHD

Anak ADHD memiliki dua kategori, yaitu inatensi dan hiperaktif impulsif. Permasalahan dari inatensi fokusnya sangat singkat, tergolong ceroboh, mudah melupakan sesuatu, kesulitan memahami instruksi, lamban mengikuti panduan. 

Berbeda dengan kategori impulsif yang tidak bisa diam terlebih saat lingkungan sekitar tenang. Si kecil juga mudah gelisah, hilang konsentrasi, bergerak secara berlebihan, banyak berbicara, tidak sabaran, spontan, dan pemberani.

Anak ADHD dikatakan tidak memiliki metode pengobatan yang menyembuhkan total. Tetapi terdapat sejumlah upaya untuk mengendalikan gejalanya. Biasanya lebih menekankan pada membangun rasa percaya diri si kecil. Termasuk membantunya memiliki peningkatan kualitas kemampuan belajar. Terutama mengajarkan pengendalian agar menghindari dirinya dari tindakan membahayakan. 

Ahli medis juga akan menambahkan obatan-obatan disamping sesi terapi. Obatan-obatan yang diberikan berfungsi sebagai penenang, dengan harapan mampu mengurangi kadar impulsif si kecil. Sedangkan terapi secara khusus mematahkan kemungkinan depresi. Terapi berkaitan dengan perbaikan perilaku kognitif, selain dari sisi treatment psikologi, dan interaksi antar sosial. 

Selama proses pengobatan, peran aktif keluarga dan orang tua sangat diperlukan. Pasalnya buah hati akan sering melakukan interaksi dengan orang terdekat. Nantinya orang tua menerima pelatihan tentang bagaimana menghadapi anak ADHD. Termasuk bagaimana membantu memberikan motivasi agar buah hati mau menggunakan kelebihan mereka. 

Cara Orang Tua Mendampingi Kasus Anak Hiperaktif

Memberikan pendampingan aktif kepada anak dengan kasus ADHD membutuhkan kesabaran lebih. Sebagai orang tua sudah sepantasnya memahami maksud dari perilaku si kecil. Anak ADHD umumnya memiliki dominasi terhadap satu hal tertentu. Maka orang tua bisa terus berkonsultasi dengan dokter anak atau psikiater yang menangani. Berikut adalah cara pendampingan dan upaya membantu kasus si kecil hiperaktif:

1. Terorganisir

Jauh lebih baik jika si kecil mempunyai kehidupan yang teratur, ajari ia bagaimana mengatur waktu saat beraktivitas. Jangan lupa untuk memberikan instruksi runtun secara sederhana dan detail. Misalkan: ‘Tolong jemur handuk yang kamu pakai ke rak depan kamar mandi’, begitu ia berhasil melakukan perintah ibu, berikan pula pujian jujur dari hati.

2. Disiplin Positif

Membaca kata disiplin jangan langsung beranggapan memperlakukan buah hati dengan keras. Ibu bisa mengajarkannya cara menghargai sesuatu. Usahakan untuk membuatnya mengerti bahwa tindakan membantu ibu mendapatkan apresiasi.

3. Kualitas Waktu Bersama

Kala memberi pendampingan kepada buah hati selama sesi terapi ADHD. Usahakan Anda memberi cukup waktu kebersamaan, sehingga kesempatan untuk sekedar berbagi cerita dapat terjadi. Cobalah melakukan aktivitas bersama, seperti memasak, menggambar, olahraga, berbelanja, dan banyak lagi.

4. Interaksi Antar Keluarga

Peran orang tua memang penting, tetapi interaksi yang sehat dengan seluruh anggota keluarga sama pentingnya. Ikatan kuat yang terjalin mampu menjembatani komunikasi positif dan sehat secara dua arah. Tanggapi secara benar ketika si kecil mencoba mengajak bicara atau bertanya sesuatu hal. Demikian pembahasan seputar anak ADHD, semoga banyak membantu.

Tagged in: