Inkubator bayi lebih sering dikaitkan sebagai alat bantu khusus untuk menopang kehidupan bayi lahir prematur. Namun, apakah Moms tahu bahwa ada beberapa kondisi lain dari bayi yang membutuhkan bantuan alat ini? Penasaran apa? Mari terus simak artikel berikut, ya!

Apa Itu Inkubator Bayi?

Sebelum mengenal lebih jauh, alangkah baiknya jika Moms mengetahui pengertian inkubator bayi terlebih dahulu. Alat khusus ini berbentuk persegi panjang yang dilapisi kaca di segala sisi. Di dalamnya, ada tempat tidur kecil di mana bayi akan diletakkan.

Apakah kondisi ini akan mengganggu pernapasan si bayi? Tentu tidak Moms, karena alat ini dilengkapi dengan lubang bernama port. Port ini memudahkan dokter atau perawat untuk menangani kebutuhan bayi yang di letakkan di dalam alat penopang tersebut.

Secara keseluruhan, inkubator bertujuan untuk menghangatkan tubuh bayi. Karena dokter dan para petugas perawat sudah mengatur suhu inkubator dengan sedemikian rupa demi memenuhi kebutuhan si bayi.

Tidak Hanya Bayi Prematur yang Membutuhkan Inkubator Bayi

Pada dasarnya, inkubator membantu memenuhi kebutuhan bayi yang masih belum mampu menghadapi fase awal setelah keluar dari kandungan. Oleh sebab itu, bayi yang terlahir dengan kondisi medis tertentu memerlukan bantuan, salah satunya adalah dengan menggunakan alat ini, Moms.

Jika si bayi terlahir dalam kondisi sehat dan normal, alat ini tidak diperlukan, dan cukup mendapatkan pengawasan dari dokter dan para perawat saja secara berkala.

Fungsi Inkubator Bayi

inkubator bayi

Setelah melalui proses melahirkan dan keluar dari kandungan, bayi seharusnya mampu menghadapi dunia baru dengan kemampuan sendiri. Namun, terkadang bayi mengalami kondisi medis tertentu, sehingga bayi sulit untuk bertahan hidup sendiri.

Oleh sebab itu, bayi dengan kondisi tertentu memerlukan bantuan inkubator, Moms. Ada beberapa fungsi dari inkubator dalam menopang dan mengoptimalkan kehidupan bayi, seperti berikut ini:

1. Menjaga Suhu Tubuh Bayi

Pengaturan suhu bayi dengan kondisi khusus tergolong cukup terganggu. Oleh sebab itu, bayi baru lahir memerlukan bantuan dari inkubator untuk menjaga tubuhnya tetap hangat dengan efektif.

Jika suhu menurun, bayi tentunya akan mengalami komplikasi akibat udara dingin di suatu ruangan, Moms. Selain dapat menjaga suhu tetap hangat, alat ini juga melindungi bayi dari zat-zat udara luar yang dapat memicu alergi.

2. Membantu Memenuhi Kebutuhan Oksigen

Pada umumnya, bayi dengan kondisi medis tertentu dan terlahir prematur rentan kekurangan oksigen. Pernapasan mereka sering terhambat karena kondisi yang masih belum mampu menghirup atau mengolah oksigen dengan baik di dalam tubuhnya. Sehingga, inkubator bayi sangat diperlukan, Moms.

Kekurangan oksigen pada bayi dapat menambah permasalahan atau komplikasi. Oleh sebab itu, alat khusus ini berfungsi sebagai alat bantu napas.

3. Pemantauan Kondisi Bayi Lebih Erat

Kesehatan bayi dengan kondisi medis khusus membutuhkan perhatian lebih. Jika ada perkembangan dan perubahan, dokter dan para perawat akan lebih cepat mengetahuinya dibandingkan pemeriksaan secara manual dengan adanya inkubator.

Sehingga, kondisi bayi cenderung lebih aman dan terpantau dengan baik di ruang perawatan intensif. Dokter dan para perawat akan memantau kondisi bayi, seperti detak jantung, pernapasan, kadar oksigen, suhu tubuh, dan tekanan darah bayi ketika di dalam inkubator.

Kondisi yang Mengharuskan Bayi di Inkubator Selain Prematur

1. Bayi Kuning

Ancaman penyakit kuning sering menargetkan bayi prematur. Bayi dengan kondisi itu lebih mudah terserang dan harus diobati dengan terapi sinar melalui penempatan mereka di dalam inkubator.

Terapi ini bertujuan mengurangi pigmen kuning atau bilirubin di dalam tubuh si bayi. Inkubator bukan untuk menjauhkan Moms dari bayi, melainkan membantu menyembuhkan kondisi kesehatannya.

2. Bayi dengan Berat Badan Tidak Ideal

Apakah Moms tahu berat badan ideal bayi baru lahir? Pada umumnya, bayi sehat mempunyai berat badan sekitar 2,5 hingga 3,5 kilogram (kg). Walaupun tidak terlahir prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah mengalami kekurangan lemak dan belum mampu mempekerjakan organ tubuh dengan optimal.

Oleh sebab itu, bayi dengan berat badan tidak ideal memerlukan bantuan dari inkubator. Dokter nantinya akan membantu si bayi hingga kesehatannya cukup stabil untuk menghadapi dunia luar.

3. Bayi Dengan Masalah Pernapasan

Gangguan dalam sistem pernapasan dapat dialami oleh bayi baru lahir. Jika permasalahan ini tidak ditangani dengan cepat, nyawa bayi tersebut bisa terancam, Moms. Oleh sebab itu, inkubator bayi sangatlah penting demi menstabilkan kondisi medis ini.

Mari kita ambil contoh bayi yang kesulitan bernapas karena mengalami aspirasi mekonium. Kondisi ini seringkali terjadi di mana cairan ketuban terhirup ke dalam paru-paru bayi. Jika permasalahan ini di diamkan, maka si bayi terancam terkena infeksi yang cukup membahayakan.

Sudah Pahamkah Moms Tentang Penggunaan Inkubator Bayi?

Itulah beberapa kondisi medis yang memerlukan bantuan inkubator bayi. Semoga dapat membantu Moms dalam memahami penggunaan inkubator untuk bayi.

Tagged in: