Diare pada anak tidak boleh dianggap remeh. Hal itu karena diare ini bisa menyebabkan anak menjadi stunting karena nutrisinya kurang tercukupi. Tidak hanya anak saja yang mengalaminya namun orang dewasa pun bisa mengalaminya. Seseorang dikatakan diare jika frekuensi BAB lebih sering dibandingkan dengan biasanya. Tekstur dari seseorang yang terkena diare ini lebih cair atau encer.

Anda sebagai orang tua perlu khawatir jika anak diare lebih dari tiga hari, selain menyebabkan anak dehidrasi diare ini juga bisa disebabkan karena penyakit tertentu sehingga orang tua wajib waspada. Berikut adalah beberapa fakta diare pada anak yang wajib Anda tahu:

Gejala

Selain tekstur BAB lebih cair, gejala lainnya BAB adalah perut kembung, mual dan juga muntah. Selain itu juga menyebabkan demam, nyeri perut bahkan membuat anak lemas. Jika Anda menjumpai tanda ini segera bahwa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Hal itu karena beberapa gejala tersebut disebabkan oleh penyakit seperti infeksi bakteri, salah dalam mengkonsumsi makanan dan lain sebagainya.

Penyebab Diare

diare pada anak 4

Banyak hal yang bisa menyebabkan diare dan orang tua harus mewaspadainya. Penyebab diare pada anak ini sangat beragam namun kebanyakan disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri, selain itu juga disebabkan oleh infeksi parasit. Diare juga sering disebabkan oleh alergi, efek samping obat dan anak mengalami gangguan dalam menyerap makanan. Kondisi lainnya yang bisa menyebabkan anak menjadi diare adalah kebersihan lingkungan maupun sanitasi yang buruk.

Waspada Gejala Dehidrasi

Yang harus Anda waspadai adalah anak yang diare bisa terkena dehidrasi. Diare ini harus Anda waspadai karena membuat anak menjadi kehilangan banyak cairan tubuh maupun elektrolit. Hal ini bisa menyebabkan anak mengalami dehidrasi dan lebih rentan terjadi pada anak dibandingkan orang dewasa. Jika tidak segera ditangani dehidrasi ini menyebabkan komplikasi serius. Dehidrasi menyebabkan penurunan kesadaran, kejang, kerusakan otak bahkan jika terlambat diatasi menyebabkan kematian.

Ada beberapa gejala dehidrasi yang harus Anda waspadai seperti raut wajah lemas dan juga pucat, mata anak menjadi cekung, mulut dan juga bibir kering. Gejala lainnya anak sangat merasa kehausan dan badan anak terasa dingin.

Anak yang mengalami dehidrasi ini memiliki urine yang sedikit, oleh sebab itu jika anak Anda mengalami diare penting untuk menganalisis jam buang air kecil anak. Jika dia BAK lebih jarang dan air urine sedikit maka Anda perlu waspada jika anak ini mengalami dehidrasi.

Anak dehidrasi saat menangis air mata yang keluar ini lebih sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali, anak terlihat lemas dan mengantuk terus menerus. Tanda yang terakhir adalah saat Anda mencubit kulit anak, kulit tersebut lama untuk kembali ke kondisi semula.

Jika Anda menemukan gejala ini pada anak segera bawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan infus dan penanganan lebih lanjut agar cairan di dalam tubuh segera tercukupi. Dehidrasi bisa menyebabkan darah mengental dan hal ini akan membuat sistem pada kardiovaskular ini bekerja dalam meningkatkan denyut jantung. Tekanan darah pada anak juga sulit dipertahankan dan menyebabkan kondisi semakin kritis.

Makanan yang Lembut

Fakta diare pada anak selanjutnya adalah Anda harus memberikan makanan yang lembut. Banyak orang tua yang bingung bagaimana memberikan makanan pada anak yang mengalami diare ini. Anda bisa memberikan makanan yang lembut dan juga mudah untuk dicerna.

Makanan yang Tidak Dianjurkan

Saat diare ada beberapa makanan yang harus dihindari seperti makanan pedas, makanan olahan dan juga siap saji. Jangan memberikan anak minuman bersoda dan juga sayuran yang mengandung gas seperti brokoli, sayuran hijau, paprika, jagung dan juga kacang polong.

Diare pada anak tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, jika kondisi anak semakin memburuk dan tidak membaik selama beberapa hari segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.