Bagi para ibu hamil, melahirkan adalah hal yang dinanti-nanti sehingga harus dipersiapkan dengan baik. Mayoritas ibu hamil lebih memilih rumah sakit sebagai tempat persalinan agar lebih aman dan nyaman. Banyak ibu hamil yang cemas karena adanya ketakutan dan suasana yang tidak bersahabat menjelang melahirkan yang justru akan meningkatkan ketegangan dan rasa nyeri.  Namun tidak sedikit pula ibu hamil yang lebih senang jika dapat melahirkan normal dan memilih untuk melahirkan di rumah. Apakah Moms salah satunya? Jika iya, simak informasi berikut ini untuk mengetahui apakah melahirkan sendiri di rumah merupakan hal yang aman?

Tidak ada aturan khusus mengenai larangan untuk ibu hamil yang hendak melahirkan sendiri di rumah tanpa bantuan tenaga kesehatan seperti bidan atau dokter atau dikenal dengan istilah freebirth atau lebih dikenal sebagai ‘persalinan tanpa bantuan’.

Dalam beberapa kasus, seringkali terjadi Born Before Arrival (BBA) yaitu suatu keadaan dimana persalinan terjadi sebelum bidan sampai ke lokasi persalinan. Dikutip melalui BMC Pregnancy and Childbirth, lahir sebelum kedatangan (BBA) menggambarkan persalinan yang terjadi di luar fasilitas kesehatan.

Amankah Ibu Melahirkan Sendiri Di Rumah Tanpa Bantuan?

melahirkan sendiri di rumah

Di Indonesia, ibu hamil yang melahirkan sendiri memang hal yang jarang dijumpai bahkan sebagian orang memandangnya sebagai suatu hal yang aneh. Pasalnya, mayoritas ibu hamil akan memilih untuk melahirkan di rumah sakit agar memperoleh pelayanan yang aman dari pihak medis.

Namun di negara maju seperti Amerika, ibu melahirkan sendiri di rumah adalah hal yang biasa dijumpai bahkan sudah sangat popular. Penelitian oleh Nurhayati, dkk (2019) menunjukkan bahwa di Indonesia sendiri, persalinan di rumah merupakan pemicu tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Hal ini disebabkan oleh minimnya peralatan dan pengetahuan yang dapat menyebabkan komplikasi pada ibu.

Hal ini lah yang mengakibatkan para dokter di Indonesia menentang adanya persalinan yang dilakukan sendiri di rumah, sehingga melahirkan di rumah sendiri adalah hal yang sangat langka dijumpai di Indonesia.

Berikut ini bahaya melahirkan sendiri di rumah tanpa adanya dampingan tenaga medis yang telah dirangkum oleh detikbayi.id :

  1. Pendarahan

Ibu yang melakukan persalinan sendiri di rumah memiliki resiko mengalami pendarahan. Peningkatan jumlah darah saat hamil terjadi untuk meminimalisir adanya pendarahan pada saat melahirkan.

Pendarahan saat melahirkan merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Umumnya, pendarahan terjadi karena uterus tidak berkontraksi sebagaimana mestinya. Namun banyaknya darah dapat dikontrol oleh tenaga penolong dengan mengevaluasi adanya trauma pada jalan lahir atau pemberian obat untuk memperkuat kontraksi uterus.

Pendarahan saat melahirkan sangat berbahaya bagi ibu yang melahirkan tanpa bantuan di rumah. Resiko kehilangan nyawa pun dapat mengancam para ibu. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya Moms tidak melakukan persalinan tanpa bantuan tenaga medis.

  1. Gawat Janin

Gawat janin merupakan suatu kondisi dimana janin tidak mendapatakan oksigen yang cukup sehingga mengalami sesak pernapasan / hipoksia. Gawat janin dapat terjadi karena penggunaan obat kontraksi uterus.

Untuk meminimalisir terjadinya gawat janin, Moms sebaiknya melakukan persalinan di rumah sakit.  Untuk mengatasinya, Moms harus melakukan cara persalinan dengan tindakan, seperti ekstraksi cunam, ekstraksi forseps, vakum ekstraksi bahkan dapat diakhiri dengan tindakan sectio saesarea (SC).

  1. Proses Persalinan yang Terlalu Lama

Waktu persalinan yang terlalu lama melebihi batas waktu normal dapat menyebabkan gawat janin. Waktu persalinan yang lebih dari 20 jam pada kelahiran pertama dan 14 jam pada kelahiran berikutnya dapat disebut dengan persalinan memanjang.

Pencegahan Resiko Melahirkan Sendiri di Rumah

Untuk mencegah atau meminimalisir resiko saat melahirkan sendiri di rumah, Moms bisa meminta bantuan atau dampingan dari seorang Doula. Di Indonesia sendiri, istilah Doula sangat awam didengar. Ibu yang melahirkan lebih memilih untuk didampingi oleh kerabat atau keluarga.

Doula merupakan istilah Yunani yang berarti pelayan perempuan. Doula diperuntukan kepada pendamping ibu hamil yang sedang mempersiapkan diri menghadapi proses persalinan dan juga membantu proses kelahiran bayi. Doula juga memberikan dampingan secara emosional kepada ibu yang melahirkan.

Seorang Doula harus memiliki sertifikat resmi dari pelatihan yang diikuti oleh calon Doula secara resmi dari organisasi seperti DONA internasional atau Amani Birth. Penelitian luar negeri telah membuktikan bahwa kehadiran Doula dapat mengurangi terjadinya komplikasi dan mempercepat proses persalinan.

Dilansir melalui American Pregnancy Association, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Moms yang ingin melahirkan sendiri di rumah tanpa bantuan:

  1. Ibu dalam kondisi sehat.
  2. Tidak pernah melalukan operasi Caesar atau persalinan prematur sebelumnya.
  3. Merasa lebih tenang jika melahirkan di rumah.
  4. Bukan penderita diabetes