Hamil anggur atau mola hidatidosa tidak ada hubungan dengan buah anggur di dalam perut Moms, melainkan kehamilan yang tidak sempurna. Ini terjadi di mana pembentukan janin sehabis proses pembuahan mengalami kelainan sehingga pertumbuhan tidak berjalan dengan normal. 

Kondisi ini pun seringkali disalah artikan dengan masa kehamilan normal. Lalu, bagaimana cara membedakan kehamilan normal dan gagal? Apakah ada cara pengobatannya jika pernah terjadi? Mari simak artikel ini terus Moms, untuk mengetahui jawabannya!

Apa Itu Hamil Anggur?

Hamil anggur adalah kelainan yang terjadi di dalam proses pembentukan janin di masa pembuahan. Ketika sel telur dibuahi oleh sel sperma, plasenta gabungan dari keduanya mengalami kelainan dan membentuk sel-sel abnormal berbentuk anggur putih (kista).  

2 Tipe Hamil Anggur

Mola hidatidosa sendiri terbagi menjadi dua tipe, yaitu hamil anggur yang bersifat lengkap dan parsial. 

Di dalam kasus hamil anggur lengkap, proses pembuahan mengalami hambatan di mana sel telur kosong atau tidak aktif. Namun, sel sperma tetap berusaha membuahi dan mengakibatkan pertumbuhan plasenta tidak normal. Pada kondisi ini, embrio pun tidak dapat terbentuk. 

Sedangkan hamil anggur partial terjadi di mana dua sel sperma yang membuahi satu sel telur. Ketidakseimbangan ini menyebabkan perkembangan jaringan plasenta yang tidak normal. Kelainan ini sering disebut dengan gugur pada awal masa kehamilan. 

Pada dasarnya, pembentukan janin adalah hasil pembuahan sempurna dari gabungan antara kromosom sel sperma dan kromosom sel telur. Jika ada ketidakseimbangan, maka kondisi abnormal atau hamil palsu ini dapat terjadi.  

Gejala Hamil Anggur

Kelainan proses perkembangan janin ini mempunyai gejala serupa dengan kehamilan normal, sehingga sering disalahartikan. Namun, hamil anggur akan memunculkan beberapa tanda-tanda yang cukup berbeda seiring bertambahnya usia kehamilan. 

Terjadinya pendarahan pada trimester pertama adalah salah satu gejala khusus yang terjadi pada alat kelamin wanita. Namun, tanda ini sering diabaikan karena terkadang sangat mirip dengan pendarahan implantasi atau darah pada menstruasi ringan. 

Jika gejala itu meragukan, ibu hamil bisa melihat jika ada cairan kecoklatan atau gumpalan yang keluar dari alat kelamin. Bila hal ini terjadi, lebih baik langsung melakukan pemeriksaan dengan dokter kandungan Moms. 

Apalagi kalau gejala ditambah dengan rasa mual berat, nyeri panggul, dan bahkan perut besar di usia kehamilan muda. 

Jika kelainan ini tidak ditangani dengan cepat, ibu hamil berpotensi mengalami komplikasi dari sel-sel plasenta yang berkembang tidak normal. Jadi, pemeriksaan diri ke dokter kandungan perlu langsung dilakukan jika sudah mengetahui bahwa Moms positif hamil. Agar dokter bisa langsung mendeteksi jika ada terjadi kelainan.  

Baca Juga: 10 Tanda Awal Kehamilan yang Patut Anda Perhatikan

Pengobatan Hamil Anggur

Pada umumnya, gumpalan menyerupai buah anggur akan keluar dengan sendirinya jika kelainan pembuahan terjadi. Namun, dokter kandungan harus melakukan tindakan penanganan dan pengobatan demi menghindari terjadinya komplikasi. Ini adalah beberapa prosedur medis untuk mengeluarkan jaringan gumpalan secara manual:

1. Kuret

Kuret adalah prosedur medis yang paling dianjurkan bagi Moms yang berencana untuk kehamilan selanjutnya. Proses ini mengharuskan dokter melakukan pelebaran serviks dan menggunakan alat khusus untuk mengangkat jaringan abnormal di dalam. 

2. Histerektomi

Histerektomi adalah prosedur ekstrim dalam penanganan kelainan pembuahan. Prosedur ini mengharuskan dokter untuk menjalani operasi pengangkatan rahim pada pasien. Jika dokter menetapkan keberadaan rahim berpotensi untuk menyerang pasien dengan berbagai komplikasi, pilihan ini adalah pilihan yang terakhir. 

Moms tentu dapat kembali pulih, tapi kesempatan untuk hamil kembali akan sirna. Jadi, usahakan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, dari awal mengetahui bahwa Moms positif hamil hingga melahirkan. 

3. Pemulihan

Tahap ini sangatlah penting Moms. Setelah pembersihan, terkadang jaringan abnormal dalam rahim masih tersisa, sehingga kehamilan perlu ditunda terlebih dahulu untuk memastikan rahim telah bersih. Namun, jaringan abnormal ini sering tidak dapat menghilang dalam beberapa kasus. 

Jika ini terjadi, pemeriksaan kadar human chorionic gonadotropin (hCG) harus dijalani melalui tes urine dan darah. Hormon kehamilan ini harus berada pada batas normal setelah penanganan jaringan abnormal dalam rahim. Namun, rencana kehamilan harus ditunda lebih lama sekitar 6 bulan hingga 1 tahun.

Penundaan tersebut bertujuan untuk pembersihan rahim dari jaringan dan juga untuk mencegah keguguran kembali terjadi. 

Apakah Moms Sudah Paham Tentang Hamil Anggur

hamil anggur

Hamil anggur jarang terjadi. Namun, Moms tidak perlu khawatir jika mengalami kegagalan dalam pembuahan di masa kehamilan. Pemeriksaan dokter kandungan akan membantu Moms untuk menghadapi kasus tanpa harus berkecil hati. 

Setelah penanganan dilakukan, dokter akan membantu Moms untuk bisa membuat rencana kehamilan kembali. Mungkin, memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk hamil kembali. Tapi penundaan tersebut sangat penting bagi kesehatan Moms dan kesehatan janin pada kehamilan selanjutnya.

Tagged in: