Ketika anak Anda merasakan kecemasan itu adalah respon alami dari tubuh saat anak sedang dalam bahaya, meskipun kadang ancamannya tidak nyata sama sekali. Namun Anda juga harus kenali gejala gangguan kecemasan anak secara fisik agar Anda tidak terlalu panik jika menemui kondisi anak seperti ini.

Gangguan kecemasan ini sebenarnya lebih dikenal dengan Generalized Anxiety Disorder (GAD) yang merupakan gangguan mental dan menunjukkan rasa cemas atau kekhawatiran yang berlebihan.

Dilansir dari National Institute of Mental Health, rasa cemas ini biasanya akan berlangsung kurang lebih selama 6 bulan. Kecemasan pada anak ini dipicu dengan rasa takut seperti adanya ketidakpastian, mendapatkan tekanan, atau hal lainnya.

Gejala Gangguan Kecemasan Anak Secara Fisik

Lalu seperti apakah gejala gangguan kecemasan anak secara fisik yang umumnya terjadi? Dengan penjelasan berikut ini, maka Anda akan lebih bisa mengenali gejala anak tersebut.

  1. Detak Jantung Cepat

Gejala ini disebut sebagai palpitasi atau berdebar-debarnya jantung anak dan biasanya juga akan diiringi detak jantung yang lebih cepat dari biasanya. Sebab rasa cemas ini diibaratkan sebagai alarm tubuh sehingga ketika ada bahaya maka detaknya pun juga lebih cepat.

Biasanya gejala ini juga berbarengan dengan timbulnya nyeri otot dan tubuh anak akan terasa gemetar dan tegang. Hal inilah yang biasanya menjadi pembeda antara gangguan kecemasan dan rasa cemas yang sudah biasa terjadi.

  1. Napas Anak Pendek

Gangguan kecemasan memiliki kaitan yang erat dengan fobia, serangan panik, gangguan obsesif-kompulsif, dan yang lainnya. Saat anak mengalami gejala gangguan kecemasan, maka jantung dan paru-paru akan bekerja lebih kuat dan menyebabkan timbulnya gejala tertentu.

Salah satu gejala tersebut adalah sesak nafas. Jantung yang detaknya terlalu cepat akan mengalirkan oksigen lewat darah dengan cepat pula. Sehingga agar sirkulasi tetap berjalan, maka secara otomatis tubuh mempercepat laju pernapasan anak agar oksigen lebih banyak.

Saat anak mengalami serangan panik, maka nafasnya akan cenderung lebih pendek. Hal ini juga bisa menimbulkan gejala lain seperti terasa nyeri di dada.

  1. Ritme Tidur Terganggu

Pastinya Anda juga pernah merasakan tidur menjadi ikut terganggu karena rasa cemas berlebihan, begitupun pada anak. Hormoon adrenalin dan kortisolnya akan meningkat karena munculnya pikiran-pikiran negatif yang berlebihan.

Kemudian tubuh anak menjadi sulit untuk relaksasi sehingga ia juga akan sulit untuk tidur. Begitupun sebaliknya jika anak mengalami insomnia dan gangguan tidur, maka ia juga akan mudah cemas.

  1. Keringat Berlebihan

Jika keringat berlebihan diperoleh ketika anak beraktivitas lebih maka itu hal yang wajar. Namun, jika anak tidak beraktivitas sama sekali namun tetap mengeluarkan banyak keringat, maka inilah yang disebut dengan gangguan kecemasan dan keringat ini lebih akrab dikenal dengan keringat dingin.

Hal ini bisa terjadi karena ketika anak mengalami gangguan kecemasan maka sistem saraf simpatiknya akan menjadi aktif. Sehingga juga akan mempengaruhi kelenjar keringat yang ada di seluruh tubuh agar lebih banyak diproduksi.

Cara Mengatasi Rasa Cemas Pada Anak

gejala gangguan kecemasan anak

Gejala gangguan kecemasan anak secara fisik memang sangat mengganggu aktivitas sehari-harinya. Namun, untuk para orang tua Anda bisa ikuti tips-tips dibawah ini untuk membantunya di rumah serta mengurangi rasa cemas tersebut.

  1. Membantu Anak Menghadapi Ketakutannya

Anda bisa lakukan ini dengan cara mengajak anak untuk memulai hal kecil terlebih dahulu. Misalkan saja anak akan berteriak histeris saat melihat anjing lewat di depannya. Maka Anda bisa awali dulu dengan mengajarkan anak untuk mengawasi anjing dari kejauhan lalu lanjut membelai anak anjing dengan tali. Di setiap keberhasilan proses tersebut, Anda juga bisa berikan hadiah pada anak agar ia menjadi lebih bersemangat.

  1. Ajarkan Anak untuk Menenangkan Diri

Anda bisa memberitahu anak tips-tips menenangkan diri yang bisa digunakannya saat rasa cemas itu datang. Misalkan seperti bernafas dalam dan menghitung mundur.

  1. Tetapkan Rutinitas Sebelum Tidur

Anda bisa mengajarkan anak untuk melakukan aktivitas kecil sebelum tidur seperti membaca buku yang menenangkan dan melakukan latihan-latihanĀ  relaksasi. Jangan biarkan anak menonton TV ataupun bermain ponsel sebelum tidur.

  1. Evaluasi Kesehatan Mental Anda sebagai Orang Tua

Ada kalanya kecemasan Anda bisa mempengaruhi timbulnya gejala gangguan kecemasan anak. Misalkan saja saat Anda melihat kecoa lalu berteriak. Maka secara tidak langsung jika anak Anda melihatnya, maka ia juga akan ikut cemas.

Itulah gejala gangguan kecemasan anak secara fisik yang harus Anda kenali sejak dini. Sehingga Anda bisa lebih waspada dan memperhatikan aktivitas anak. Selain itu, Anda juga bisa lakukan cara-cara di atas agar anak terhindar dari gangguan kecemasan tersebut.

Kemudian jika gejala gangguan kecemasan anak ini sudah mempengaruhi kehidupan sosial anak seperti tidak ingin berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Maka segeralah bawa anak ke psikiater agar diberikan penanganan lebih lanjut.