Sebagai orang tua, kita wajib waspada dengan penyakit DBD. Terutama di awal musim hujan seperti sekarang ini. Di artikel kali ini detikbayi.id akan membahas tentang gejala DBD pada anak.

DBD merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Nyamuk yang terinfeksi dikatakan dapat menularkan virus sepanjang sisa hidupnya, setelah melalu 4-10 hari masa inkubasi virus.

Gejala DBD pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Orang tua harus memantau kesehatan anak selama berada di rumah. Diagnosa pada demam berdarah terdapat 3 jenis:

1.     Gejala Demam Dengue pada anak

Awalnya termasuk dalam kategori  ringan dengan demam yang terjadi 2 sampai 7 hari. Fase dimana tidak muncul adanya gejala DBD pada Anak, yakni Anak belum mengalami pendarahan. Diagnosa yang dialami anak merujuk pada demam dan flu.

Inilah ciri-ciri yang harus diwaspadai oleh orang tua:

  • Anak mengalami demam tinggi 3 sampai 14 hari
  • Mulai muncul sakit kepala dan mengalami mual
  • Sekujur tubuh anak akan mengalami pegal dan linu
  • Membengkaknya kelenjar getah bening
  • Timbulnya ruam merah pada kulit
  • Rendahnya sel darah putih

Jika gejala DBD pada anak bertambah parah, maka akan mengalami pendarahan. Ini terjadi karena anak yang memiliki imun yang sangat rendah walaupun sudah mendapatkan perawatan medis. Penanganan yang terlambat akibat diagnosa salah, dapat membahayakan anak.

gejala DBD pada anak

Gejala penyakit ini akan muncul ketika suhu badan anak turun pada 24 sampai 48 jam. Kemudian muncul gejala lain yang merujuk pada DBD. Anak akan mengalami nyeri perut jika ditekan. Selanjutnya anak mengalami muntah secara terus menerus.

Ketika anak mengalami muntah, maka suhu tubuh drastis menjadi tinggi. Kemudian berangsur sangat rendah sehingga mengalami hipotermia. Lalu anak akan mengalami  muntah, gusi berdarah dan BAB bercampur darah.

Penanganan :

Langkah awal yang harus diatasi ketika anak demam, berikanlah obat turun panas. Pemberian obat ibuprofen atau aspirin tidak dianjurkan. Inilah yang dapat mempengaruhi kadar trombosit pada darah meningkat, menjadi pemicu pendarahan. Langkah orangtua untuk menangani ketika berada dirumah:

  • Beristirahat cukup
  • Kompreslah anak
  • Pemberian air minum yang banyak supaya tidak dehidrasi
  • Pemberian makanan bergizi

2.     Gejala Demam Berdarah Dengue pada anak

Ketika anak mengalami DBD orang Tua harus memperhatikan kondisi tubuh anak. Saat mengalami gejala awal, Anak akan mengalami sakit yang hebat lalu berangsur demam menurun. Tentunya orangtua akan menganggap bahwa penyakit sudah sembuh. Saat gejala DBD pada anak turun inilah yang mengakibatkan terjadi kondisi yang sangat serius. Anak pun akan mengalami:

  • Sakit perut yang sangat parah
  • Terjadinya muntah berlebihan
  • Muntah bercampur darah
  • Adanya gelisah pada anak
  • Kondisi yang lemah dan pingsan

Anak pun harus diobservasi serta mendapatkan penanganan medis selama 24 sampai 48 jam. Agar terhindar dari resiko kematian akibat.

3.     Gejala DBD pada anak disertai Syok

Penyakit yang serius dan tidak ditangani akan mengakibatkan fatal. Keadaan ini disebut sebagai  DSS atau dengue shock syndrome. Jenis inilah yang termasuk dalam kategori parah. Anak akan mengalami demam dengue, demam berdarah dengue dan disertai dengan syok.

Ciri-ciri yang dialami anak adalah sebagai berikut:

Semua bagian tubuh akan mengalami pendarahan (hidung, gusi, mulut dan feses). Penurunan darah secara drastis terjadi. Dengan kondisi yang demikian, maka kesadaran anak pun menurun dengan cepat.

Selain itu, akan mengalami kebocoran di pembuluh darah dan terjadinya kegagalan fungsi dari organ dalam. Hingga akhirnya trombosit menurun di angka 100.000/ mm3. Setelah semua gejala dialami, maka kondisi  denyut nadi anak melemah.

Fase DBD Pada Anak

Penyakit ini terbagi menjadi 3 fase, dimana fase pertama sering disebut sebagai “pelana kuda”. Dimana anak akan mengalami demam yang naik dan turun. Saat itulah tubuh sedang melawan infeksi pada virus dengue. Orang tua pun harus mengetahui ciri gejala DBD pada anak.

Berikut ini adalah ciri dimana terjadinya fase yang pertama, yakni fase demam

  • Suhu badan yang tinggi hingga 40°
  • Demam 2 sampai 7 hari
  • Adanya ruam merah pada tubuh
  • Nyeri otot dan tubuh
  • Terkadang hingga kejang
  • Rentan terkena dehidrasi jika anak yang mengalami

Jika Anak sudah melewati fase demam 2 sampai 7 hari, maka akan memasuki fase yang kedua, fase kritis. Dimana seringkali tidak terdeteksi, karena suhu badan Anak mengalami penurunan drastis ke suhu tubuh normal, kisaran 37°C. Anak sudah bisa kembali aktivitas pada fase ini.

Namun fase inilah yang sangat berbahaya, yang dapat mengalami kebocoran pada plasma darah. Menjadikan organ dalam mengalami kerusakan. Pada fase ini Anak mengalami gejala hidung berdarah.

Ketika Anak melewati fase kritis, maka artinya akan mengalami pemulihan seperti sedia kala. Pada trombositnya mulai normal dan demam pun akan menurun. Pada fase ini terjadi demam akan muncul kembali, tetapi orangtua tidak perlu khawatir. Karena artinya Anak mulai sembuh.

Demikianlah pembahasan gejala DBD pada Anak, semoga bermanfaat. Simak pembahasan tentang parenting lainnya hanya di detikbayi.id.