Mayoritas orang tua menganggap bahwa sikap nakal pada anak adalah sesuatu yang wajar, bukanlah suatu gangguan perilaku yang berbahaya, sehingga orang tua seringkali menganggap remeh hal ini. Mungkin juga beberapa orang tua mulai merasa heran pada sikap nakal yang dimiliki oleh anak, namun tidak mengetahui batas kenakalan yang masih wajar dilakukan anak pada usianya, sehingga orang tua bingung bagaimana harus bertindak.

Masih banyak orang tua yang tidak mengetahui karakteristik anak dengan gangguan perilaku. Hal ini merupakan sesuatu yang penting untuk diketahui, sebab tanpa penanganan yang tepat / intervensi yang terlambat dapat berakibat serius terhadap psikologis anak.

Ada baiknya para orang tua mempelajari hal-hal mengenai gangguan perilaku pada anak, sebagai intervensi dini apabila merasa memiliki anak yang nakal pada taraf yang menurut orang tua kurang wajar. Pada artikel ini kami akan mengulas beberapa informasi terkait karakteristik dan penanganan anak dengan gangguan perilaku.

Gejala Anak Alami Gangguan Perilaku

Sebelum mengetahui gejala anak alami gangguan perilaku, maka orang tua perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan gangguan perilaku.

Dikutip melalui DSM V (American Psychological Association, 2013), gangguan perilaku merupakan perilaku anak yang menentang aturan, mengganggu orang lain. Perilaku tersebut menetap dan dilakukan secara berulang oleh anak. Anak dengan gangguan ini memiliki regulasi emosional. Manifestasi dari hal tersebut adalah anak kerap mengganggu hak-hak orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana Anak Dapat Dikatakan Memiliki Gangguan Perilaku?

Perilaku nakal yang muncul pada anak tidak dapat serta merta disebut gangguan perilaku. Hal ini karena terdapat beberapa kriteria yang menjadi acuan dalam ilmu psikologis. Dalam DSM V, ganguan perilaku di bagi menjadi 3 yaitu: Oppositional Defiant Disorder (ODD), Conduct Disorder (CD), dan Antisocial Personality Disorder (ASPD).  Adapun kriteria ODD diantaranya sebagai berikut:

  1. Mudah Marah dan Tersinggung

gangguan perilaku

Apakah anak sangat mudah marah / tersinggung karena hal-hal sepele? Wajib waspada, karena salah satu gejalanya adalah mudah marah. Amati perilaku anak, catat mengenai frekuensi dan sebab anak marah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui secara akurat terkait gejala tersebut.

  1. Menentang Segala Macam Perintah

Anak dengan gangguan perilaku senang menentang perintah / nasehat dari orang dewasa, sekalipun yang tidak mereka kenal. Anak-anak dengan gangguan ini kerap melakukan playing victim. Mereka sering menyalahkan orang lain atas kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya.

  1. Mudah Dendam Terhadap Orang Lain

Pernahkah anda melihat anak memiliki perasaan iri yang tidak wajar setidaknya 2 kali dalam 6 bulan terakhir? Atau bahkan anak bercerita bahwa mereka akan membalaskan dendamnya pada teman?

Harus diperhatikan, bahwa untuk menetapkan diagnosis pada anak-anak, minimal 1 kriteria pada daftar di bawah ini yang muncul pada usia < 10 tahun, sedangkan untuk remaja, kriteria muncul di atas 10 tahun disertai dengan kurangnya penyesalan, empati, perasaan yang dangkal, serta perilaku anak yang tidak mempedulikan pandangan orang lain terhadap perilaku tersebut.

Bagaimana Penanganan Anak Dengan Gangguan Perilaku?

Apakah anda telah melakukan diagnosis sementara melalui beberapa kriteria yang telah disebutkan di atas? Jangan panik ketika anda mengetahui bahwa ternyata anak anda memiliki gangguan perilaku. Berikut ini beberapa intervensi yang dapat anda terapkan:

  1. Konsultasi dengan psikolog
    Untuk melakukan intervensi lebih lanjut, anak akan menjalani serangkaian prosedur melalui kegiatan asesmen, diagnosis, selanjutnya akan diberikan terapi / obat sesuai tingkat keparahan.
  2. Berikan dampingan secara ketat pada setiap kegiatan anak.
  3. Buat jadwal positif untuk anak. Anda bisa memasukkan anak pada kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan mengajak anak berlibur bersama keluarga di akhir pekan.
  4. Berikan pujian untuk perilaku yang positif.
  5. Berikan pemahaman kepada anak terkait cara mengendalikan emosi,
  6. Waspada terhadap perilaku manipulative yang mungkin dilakukan oleh anak.
  7. Berikan penguatan positif dengan memberikan reward dan punishment untuk perilaku negatif.
  8. Tetap tegas dan konsisten dalam mendampingi anak dan jangan terpancing oleh emosi.

Nah itu dia beberapa informasi terkait gangguan perilaku pada anak. Apakah artikel ini membantu? Cek informasi selanjutnya di Detikbayi.