Sampai saat ini, perbincangan tentang empeng bayi terbagi menjadi dua, ada orangtua yang santai, tetapi ada juga yang menolaknya. Namun, bagaimanakah sebenarnya penggunaan alat ini pada perkembangan bayi? Simak penjelasan lengkapnya di bawah.

Apakah Moms Perlu Empeng Bayi?

Umumnya, bayi memiliki refleks mengisap yang cukup kuat. Efek mengisap ini membantu bayi menambah nutrisi dan memiliki efek menenangkan. Oleh karena itu, sebagian orangtua menggunakan empeng untuk bayi.

Empeng dikenal juga dengan pacifier, yaitu dot baby yang isinya kosong. Tidak ada susu atau cairan apapun. Satu-satunya fungsi alat ini adalah agar mulut bayi mengisap sesuatu.

Moms perlu ingat, bahwa setiap anak memiliki karakter masing-masing sehingga Moms pastinya mengetahui yang terbaik untuk si kecil. Jika Moms telah melakukan konsultasi dengan dokter, Moms dapat menentukan penggunaan pacifier pada bayi.

Manfaat Empeng pada Bayi

empeng bayi

Moms sudah tahu apakah perlu menggunakan empeng atau tidak. Berikut ini adalah macam-macam manfaat empeng untuk si kecil, yaitu:

1. Mengurangi Risiko Kematian Mendadak pada Bayi

Bayi yang menggunakan empeng saat tidur siang atau malam hari dapat membantu mengurangi risiko kematian mendadak pada baby yang dikenal dengan Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Tidak hanya itu, penggunaan empeng pada bayi juga dinilai dapat menekan kemungkinan si kecil berguling tengkurap saat tidur. Membantu menjaga sistem pernafasan dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau gangguan asam lambung.

2. Memuaskan Refleks Bayi untuk Mengisap

Karena si kecil memiliki keinginan alami untuk mengisap, Moms dapat memberikannya waktu minum susu atau ASI dalam botol agar keinginannya terpenuhi. Namun, walaupun bayi sudah kenyang, keinginan untuk mengisap masih belum hilang.

Moms dapat mengatasinya dengan memberikan pacifier pada bayi. Namun, perlu diperhatikan agar pemberiannya tidak menggantikan waktu makan di siang hari.

3. Membantu Bayi Agar Tenang

Empeng bayi memiliki efek menenangkan dan dapat membantu mencegah bayi mengalami kecemasan. Oleh sebab itu, penggunaan pacifier dapat membantu si kecil mengendalikan emosi dan memberikannya rasa aman.

Selain itu, sebagian baby dapat merasa bahagia ketika menghisap sesuatu, sehingga empeng dapat menenangkan bayi ketika sedang rewel. Moms juga bisa menggunakannya agar bayi lebih cepat tidur.

Beberapa Kekurangan Empeng Bayi

Penggunaan empeng pada bayi tak hanya memiliki manfaat, tetapi juga mempunyai kekurangan. Hal ini dapat menjadi pertimbangan Moms dalam menggunakan empeng. Berikut kekurangan empeng yang perlu Moms ketahui, yaitu:

1. Bingung Puting

Ada kondisi di mana bayi kesulitan menghisap ASI karena kondisi bingung puting. Salah satu penyebabnya adalah bayi telah terbiasa menghisap empeng. Padahal, menyusui merupakan proses alami dan memerlukan waktu untuk terbiasa dengan puting ibu.

Maka dari itu, Moms dapat menghindari menggunakan empeng agar si kecil dapat terbiasa dengan pola menyusui langsung dari ASI atau payudara.

2. Infeksi Telinga Bayi

Otitis media merupakan infeksi telinga bagian tengah. Diketahui, empeng bayi dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut. Empeng yang menimbun kuman serta bakteri di rongga hidung bayi dapat naik masuk ke dalam telinga. Oleh karena itu, penting untuk Moms menjaga kebersihan pacifier yang digunakan pada bayi.

3. Timbulnya Masalah Gigi

Sebagian orang tua mengkhawatirkan penggunaan empeng yang dapat mempengaruhi pertumbuhan gigi bayi. Sebenarnya, jika Moms menggunakan pacifier dalam jangka waktu normal, masalah gigi tidak akan muncul.

Namun, jika Moms memberikannya pada bayi dalam jangka waktu yang lama. Misalnya lebih dari 2 tahun, hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan gigi bayi tidak sejajar.

Pertumbuhan gigi anak akan membaik sendirinya, biasanya dalam 6 bulan setelah Moms menghentikan pemberian empeng sebelum umurnya menginjak 2 tahun.

Tips Menggunakan Empeng

Jika Moms memiliki rencana menggunakan empeng bayi pada si kecil, Moms dapat mengikuti beberapa tips berikut ini:

  • Pilihkan merk pacifier yang tidak menggunakan kandungan bisphenol-A (BPA).
  • Sebaiknya tidak memasang tali pada empeng, agar bayi tidak tercekik.
  • Pilihlah ukuran pacifier yang tepat, sesuai dengan usia si kecil agar ukurannya pas dengan mulut bayi.
  • Moms sebaiknya tidak memasang empeng kembali jika terlepas saat bayi tidur.
  • Satu empeng hanya untuk satu bayi, hindari penggunaannya secara bergantian agar tidak terjadi penularan bakteri.
  • Jaga empeng agar tetap steril dan selalu bersihkan empeng dengan sabun khusus dan air panas.
  • Gunakan empeng berlubang khusus agar udara bisa masuk.
  • Moms perlu menghindari empeng dengan pemanis karena hal itu dapat merusak gigi si kecil.

Moms Tertarik untuk Menggunakan Empeng Bayi?

Penggunaan empeng pada bayi memiliki manfaat sekaligus kekurangan. Oleh sebab itu, Moms harus bijak jika ingin memberikannya kepada Si Kecil. Semoga informasinya bermanfaat!

Tagged in: