Ketika anda mengetahui sedang hamil, tentu saja hal tersebut akan menjadi kabar yang membahagiakan. Terlebih lagi, saat kehadiran buah hati tersebut telah lama diidam idamkan. Nyatanya, ada banyak perubahan pada tubuh yang menjadi tanda bahwa anda sedang hamil. Demam awal kehamilan, disebut juga sebagai salah satu penanda ketika janin mulai tumbuh di dalam rahim. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Apakah demam awal kehamilan termasuk juga? Berikut simak penjelasan lebih lanjut.

Apakah Demam Menjadi Tanda Awal Hamil?

Demam merupakan salah satu kondisi kesehatan yang kerap kali terjadi pada manusia. Hal tersebut ditandai dengan suhu tubuh yang mendadak hangat atau panas. Ternyata, masalah kesehatan ini tak hanya menandakan bahwa anda sakit. Melainkan, demam juga menjadi salah satu tanda yang umumnya terjadi ketika masa awal hamil. Dengan perubahan yang terjadi pada tubuh selama masa kehamilan, membuat reaksi pada tubuh memiliki gejala yang mirip dengan demam.

Namun, bukan hanya demam awal kehamilan saja yang menjadi tanda awal dari mengandung. Melainkan ada juga beberapa gejala dan tanda lainnya yang kerap kali menyertai, lambat laun menjadi muncul. Hal ini dikarenakan selama masa mengandung, wanita akan mengalami kejadian yang lebih rentan terhadap adanya infeksi. Sebut saja seperti pilek maupun flu yang sering kali dialami oleh ibu hamil.

Selain itu, masa kehamilan juga bisa membuat sistem imun pada tubuh menjadi melemah. Tentu saja, hal tersebut akan bertujuan agar dapat memastikan bahwa tubuh ibu hamil tidak sedang melawan perkembangan dari janin. Selain demam, perubahan awal yang sering terjadi pada masa kehamilan adalah pada sistem pernapasan. Hal inilah yang menyebabkan seorang ibu hamil menjadi lebih rentan untuk terkena penyakit pilek dan flu, serta demam.

Seorang wanita yang hamil, umumnya akan mengalami demam hingga mencapai 38 derajat celcius. Bedanya, demam yang menjadi ciri ciri dari wanita yang sedang hamil adalah juga disertai dengan tanda tanda kehamilan lain. Sebut saja seperti perubahan mood atau suasana hati, mual, muntah, sering buang air kecil, bahkan payudara terasa lebih mengencang serta tidak munculnya haid.

preeklampsia pada kehamilan

Mengapa Demam Bisa Menjadi Tanda Awal Kehamilan?

Sering kali banyak orang bertanya mengapa bisa terjadi demam awal kehamilan. Umumnya hal ini dikarenakan ketika wanita sedang hamil maka volume darah di tubuhnya akan meningkat. Biasanya, penambahan pada volume darah tersebut akan terjadi ketika seorang wanita tengah memasuki usia kehamilan yakni 6 minggu. Dengan bertambahnya volume darah ini akan membuat tubuh dari wanita hamil terasa lebih hangat.

Sehingga akan menyebabkan demam menjadi tanda awal ketika wanita sedang mengandung. Perlu anda ketahui, dalam kurun waktu 16 minggu kehamilan, maka aliran dari plasma darah menuju ke ginjal juga menjadi meningkat sebanyak 75 persen. Kejadian ini akan terus meningkat secara bertahap hingga usia kehamilan mencapai periode yang penuh yakni 9 bulan.

Dengan adanya aliran darah yang mengalir secara ekstra ini akan membuat metabolisme di dalam tubuh juga otomatis akan meningkat. Hal ini tentu saja akan menciptakan panas pada tubuh yang dikenal dengan demam. Sehingga, hal tersebut lah yang menjadi penyebab bahwa demam awal kehamilan sebagai ciri ciri dari seseorang yang tengah awal mengandung.

Selain itu, meningkatnya jumlah darah yang ada pada ibu hamil memiliki fungsi membentuk plasenta agar berkembang lebih sempurna. Tentu saja, hal tersebut sangatlah penting untuk memastikan bahwa janin akan selalu mendapatkan suplai darah. Pasalnya, suplai darah kepada janin tersebut akan memiliki fungsi untuk memberinya nutrisi penting selama berada di rahim.

Tak hanya itu saja, tubuh seorang wanita hamil juga akan mengalami banyak perubahan yang lain. Mulai dari kadar hormon di dalam tubuh yang menjadi naik turun, serta rahim yang semakin mengembang karena memberikan ruang bagi janin yang sedang mengalami pertumbuhan. Selain itu, ada pula organ baru yakni plasenta yang tumbuh dengan tujuan menopang janin yang ada di dalam rahim.

Adanya hormon progesteron juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya suhu pada tubuh. Pasalnya, ketika hamil maka tubuh akan menghasilkan hormon progesteron yang berlebih dan jauh lebih besar. Sehingga adanya peningkatan suhu tersebut sering kali dianggap demam oleh sebagai wanita. Akan tetapi, biasanya hanya kenaikan suhu kecil saja yang bisa dikatakan normal.

Umumnya, gejala tersebut akan menjadi tanda tanda awal ketika seseorang sedang mulai mengandung, salah satunya demam. Akan tetapi, tidak semua wanita akan mengalami gejala yang sama. Hal ini dikarenakan beberapa dari mereka bahan tidak merasakan gejala sama sekali. Pasalnya, setiap tubuh akan memiliki respon yang berbeda beda saat awal kehamilan.

Tak Hanya Demam, Berikut Tanda Lainnya yang Menyertai

Bukan hanya demam awal kehamilan saja, banyak pula tanda tanda lain yang menyebabkan tubuh mengalami perubahan ketika mengandung. Hal ini dikarenakan setelah wanita hamil, maka tubuh pun akan bersiap untuk beberapa bulan sesudahnya. Dengan begitu, gejala yang bermunculan juga akan beragam. Meskipun begitu, tidak semua ibu hamil akan merasakan hal yang sama. Bahkan ada pula yang tidak mengalami gejala sama sekali.

Tanda tanda umum yang kerap kali terjadi selain demam adalah terlambatnya menstruasi. Hal ini menjadi tanda pertama dan yang paling umum terjadi ketika seseorang hamil. Akan tetapi, tak semua wanita yang terlambat menstruasi akan hamil. Hal ini dikarenakan stres dan hormon juga menjadi pengaruh dan bisa menyebabkan seorang wanita menjadi terlambat datang bulan.

Selain itu, tanda selanjutnya adalah munculnya flek. Pendarahan ringan ini umumnya akan terjadi saat sel telur mulai menempel pada rahim. Untuk cairan satu ini, biasanya akan memiliki warna yakni cokelat atau merah muda yang pucat. Pusing dan sakit kepala, juga menjadi tanda tanda lain ketika seorang wanita hamil. Hal ini terjadi lantaran meningkatnya aliran darah dan juga perubahan pada hormon. Sehingga, akan menyebabkan kepala menjadi pusing hingga pingsan.

Tanda lainnya yang kerap kali terjadi ketika awal hamil adalah payudara menjadi nyeri. Hal ini dikarenakan payudara akan terasa lunak dan membengkak dikarenakan perubahan hormon. Selain itu, kemungkinan besar puting juga akan terlihat membengkak. Bahkan payudara akan terasa berat, gatal dan juga penuh. Beralih ke gejala selanjutnya, merasa lelah yang berlebihan juga menjadi tanda awal kehamilan.

Terutama ketika memasuki masa trimester pertama. Rasa kelelahan tersebut sering kali dikarenakan perubahan hormon yang terjadi pada tubuh. Bukan hanya itu, muntah dan mual juga menjadi pertanda masa awal mengandung yang kerap kali dirasakan. Umumnya, hal ini dikenal dengan morning sickness yang gejalanya dapat menyerang dan terjadi kapan saja.

Selain demam awal kehamilan, maka gejala lainnya adalah sering buang air kecil. Hal ini merupakan tanda umum yang sering kali dialami oleh ibu hamil. Biasanya, gejala tersebut dapat terjadi lantaran pelepasan dari hormon hCG. Dimana hormon satu ini akan mampu untuk membuat peningkatan dari aliran darah menuju ke daerah panggul. Oleh sebab itu, wanita hamil akan sering kali ingin buang air kecil.

Mengidam menjadi gejala selanjutnya yang perlu untuk diketahui. Umumnya, seorang wanita hamil akan sering mengidam makanan tertentu dan juga mempunyai ketidak tertarikan dengan orang lain. Bahkan dalam beberapa kasus tertentu, ibu hamil juga akan menjadi lebih peka terhadap bau ataupun aroma tertentu. Meskipun tidak semua wanita yang mengandung akan mengalami momen mengidam, akan tetapi umumnya hal ini akan sering terjadi.

Untuk tanda lainnya adalah seperti perubahan pada suasana hati. Bagi seorang wanita hamil, perubahan pada hormon dapat menjadi pemicu suasana hati yang mudah berubah atau mood swing. Sehingga, tak jarang seseorang akan merasa sangat bahagia pada suatu waktu, namun beberapa saat kemudian bisa menjadi sedih hingga menangis dalam jangka waktu yang tidak lama.

Selain demam, itulah beberapa tanda awal kehamilan yang perlu diketahui. Kondisi meningkatnya suhu tubuh pada masa awal mengandung merupakan hal yang wajar dan umum terjadi. Namun, apabila anda mengalami gejala tersebut dalam waktu yang cukup lama dan tidak kunjung mereda, maka anda pun bisa mengunjungi dokter kandungan untuk melakukan konsultasi. Sehingga, apabila terdapat masalah yang serius akan ditangangi dengan cepat.