Sebelum melakukan tes alergi pada anak, ini yang harus Anda ketahui. Alergi bisa saja dialami bayi tanpa terduga. Namun, sejatinya kondisi tersebut bisa ibu ketahui sedini mungkin. Sehingga situasi yang membuat si kecil tidak nyaman dapat terhindari. Otomatis anak tak akan kehilangan keceriaan atau kegembiraannya.

Kebanyakan kasus yang menimpa buah hati berhubungan dengan makanan. Misalkan tidak cocok terhadap susu formula, makanan berprotein tinggi, anti kacang-kacangan, dan banyak lagi. Gejala awal biasanya adalah muncul ruam merah yang terasa gatal. Dapat pula disertai dengan bersin hingga kesulitan bernafas.

Situasi demikian didasari reaksi alami tubuh si kecil terhadap zat yang memicu alergen. Tetapi ibu tidak perlu khawatir, artikel ini akan menjelaskan cara tes alergi hipersensitif bagi buah hati. Ciri-ciri terjadinya reaksi alergen, hingga bahayanya terhadap kesehatan si kecil. Jadi pastikan membaca hingga akhir!

Cara Ibu Melakukan Tes Alergi Pada Bayi

Terdapat beberapa cara untuk ibu melakukan tes alergi pada bayi. Semakin cepat pemicu alergen diketahui, maka masalah tersebut segera teratasi. Sebagian cara membutuhkan bantuan dokter anak. Namun, orang tua juga bisa memastikan sendiri melalui tes makanan untuk si kecil. Berikut adalah daftar tes alergi imunogenik bagi buah hati.

  • Tes Makanan

tes alergi

Tes makanan merupakan langkah untuk mengidentifikasi gejala hipersensitif terhadap makanan. Biasanya dokter memberi saran ini setelah tes darah. Tetapi ibu di rumah juga bisa memulai pencarian informasi sebelum bayi mengalami gejala imunogenik. Caranya dengan memberi satu jenis makanan setiap hari untuk melihat apakah ada tanda-tanda penolakan pada tubuh si kecil.

  • Eliminasi Diet

Eliminasi diet merupakan tes alergi dengan mengurangi jenis makanan yang ibu atau dokter curigai sebagai penyebab reaksi alergen. Pengujian ini membutuhkan waktu beragam, tetapi umumnya sekitar 14 hari atau bisa lebih lama. Orang tua dan dokter sama-sama bersinergi memantau gejala yang timbul atau mungkin hilang dari tubuh anak.

  • Skin Prick

Dokter akan meletakkan setetes zat alergenĀ  di atas kulit si kecil. Kemudian menusuknya dengan jarum agar masuk ke dalam kulitnya. Apabila tubuh buah hati Anda mempunyai penolakan terhadap zat tersebut. Otomatis timbul ruam merah atau sedikit pembengkakan pada kulit si kecil. Disarankan minimal usia anak adalah 6 bulan lebih.

Bahkan Ikatan Dokter Anak Indonesia memberi kondisi-kondisi tertentu saja yang boleh melakukan tes ini. Yaitu anak mengalami kelainan kulit yang parah, tidak bisa berhenti mengkonsumsi obat anti alergi, mengidap dermatografisme.

  • Tes Darah

Tes darah hingga hari ini paling banyak dipilih orang tua untuk memeriksa penyebab alergi terhadap si kecil. Kegunaannya adalah mengukur antibodi dalam darah buah hati, pasalnya semakin tinggi jumlahnya artinya resiko alergi juga besar. Sampel darah yang dokter ambil nantinya diperiksa ke laboratorium. Bersabarlah menunggu hasilnya antara 3 hingga 7 hari.

Resiko Kesehatan Saat Buah Hati Memiliki Alergi

Gejala alergi dimulai ketika sistem imun tubuh bayi melepaskan histamin kimia. Hal tersebut merupakan respons alami dari tubuh terhadap alergen. Dampaknya kulit akan menunjukkan ruam merah, gatal-gatal, hidung berair, kesulitan bernapas, batuk, hingga demam.

Lebih dari enam juta anak di dunia mempunyai gejala alergen akibat makanan. Uniknya lebih banyak balita laki-laki ketimbang perempuan yang menimbulkan reaksi hipersensitif. Bukan tidak mungkin bila tubuh melepaskan histamin kimia lebih dari satu jenis makanan.

Sebuah studi dari Harvard, menemukan cara untuk mengatasi sekaligus mencegah perkembangan alergi pada si kecil. Yaitu dengan memperkenalkan berbagai makanan sejak usia 4 bulan. Terlebih dikhususkan pada jenis makanan yang kerap mendapat reaksi pada tubuh anak. Layaknya kacang-kacangan, telur, protein tinggi, ikan, udang, bit, dan lainnya.

Resiko anak memiliki alergi untuk kesehatannya adalah tubuh menjadi tidak berenergi. Tidak jarang si kecil menjadi lesu, hingga kehilangan keceriaannya. Penyebab yang melatar belakangi adalah kurang nyenyak tidur akibat gatal. Sehingga anak terbangun saat seharusnya beristirahat, sering menangis juga membuatnya kehilangan energi dan semangat.

Solusi Mengatasi Indikasi Alergi Terhadap Tubuh Buah Hati

Lantas adakah solusi untuk mengatasi indikasi alergi terhadap tubuh bayi? Tentu saja ada. Bila anak telah terdiagnosa memiliki alergen makanan tertentu. Sebaiknya ibu menjauhkannya dari makanan pemicu penolakan dalam tubuh. Pastikan terlebih dahulu komposisi makanan yang buah hati akan konsumsi. Jauh lebih baik bila ibu mempersiapkan sendiri makanan-makanan si kecil.

Oleskan pula salep atau krim berbahan aman bagi pemilik kulit sensitif. Usahakan tubuh si kecil selalu lembab, biasanya salep diaplikasikan setelah mandi. Disarankan untuk mengusap air menggunakan handuk berbahan lembut. Selain itu pilihlah sabun yang tidak mengandung deterjen, waktu ideal untuk mandi hanyalah 3-5 menit. Semakin lama berendam kulit bisa bertambah kering, usahakan pula memandikannya dengan air hangat.

Selalu jaga kebersihan lingkungan di sekitar buah hati Anda, hal ini membantu pencegahan iritasi kulit atau pernapasan timbul. Debu dan tungau bisa menjadi penyebab utama alergi kulit dan pernapasan. Pergunakan alas yang selalu bersih dan jangan lupa untuk mencuci mainan si kecil.

Memperkenalkan makanan baru juga cara ampuh mengatasi penyebab alergi. Umumnya seiring bertambahnya usia bayi reaksi imunogenik akan berkurang hingga menghilang. Cobalah memberi makanan baru secara bertahap, kemudian perhatikan bagaimana reaksi tubuh si kecil. Demikian pembahasan seputar tes alergi pada bayi, semoga banyak membantu.