Pada ibu hamil, gangguan pada kelenjar tiroid sangat umum terjadi, Moms. Hal ini disebabkan oleh bekerjanya hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dan estrogen. Kedua hormon kehamilan ini dapat mengakibatkan peningkatan ataupun penurunan kadar hormon tiroid. Lalu, bagaimana cara mencegah dan mengobati tiroid pada ibu hamil? Mari terus simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya, Moms!

Apa Itu Kelenjar Tiroid? 

Terletak di bagian bawah leher, kelenjar tiroid adalah kelenjar yang bertanggung jawab dalam memproduksi hormon tiroid dalam tubuh. Berperan penting dalam menjaga suhu, mengatur metabolisme, dan menopang kinerja organ-organ penting dalam tubuh. 

Pengaruh Hormon Kehamilan Terhadap Kelenjar Tiroid

Di masa trimester pertama ibu hamil, hormon kehamilan yang meningkat merangsang pada produksi hormon tiroid, Moms. Hormon ini diangkut ke dalam darah atas peningkatan kadar estrogen demi menopang perkembangan otak dan sistem saraf janin. 

Namun, semua proses ini berdampak pada kondisi ibu hamil, Moms. Kelenjar tiroid yang terangsang berpotensi mengalami gangguan antara memproduksi terlalu berlebihan atau lebih rendah. Akibatnya, ibu hamil sering mengalami gejala-gejala tertentu. 

Gejala-Gejala Gangguan Tiroid Pada Ibu Hamil 

Gangguan kelenjar tiroid terbagi atas 2 jenis, yakni hipertiroidisme dan hipotiroidisme. Hipertiroidisme adalah kondisi di mana produksi hormon tiroid sudah berlebihan. Sebaliknya, hipotiroidisme adalah kurangnya hormon tiroid dari yang dibutuhkan tubuh. Lalu, apakah gejala-gejala setiap tipenya? Berikut penjelasannya: 

Hipotiroidisme

Penurunan hasil produksi hormon tiroid terjadi karena beberapa penyebab. Namun, konsekuensi dari kondisi ini adalah melemahnya metabolisme tubuh. Jika metabolisme tubuh melambat, nutrisi akan lebih lama di distribusi ke seluruh tubuh, Moms. Selain itu, ibu hamil bisa mengalami mual, sembelit, penambahan berat badan, dan kulit kering. 

Gejala-gejala ini hampir serupa dengan kondisi kehamilan awal, sehingga sering disalahartikan. Jadi Moms, pemeriksaan rutin sangatlah dianjurkan pada masa kehamilan. Hal ini juga untuk mencegah komplikasi akibat tidak diatasinya kondisi rendahnya hormon tiroid. 

Jika hipotiroidisme tidak segera ditangani, ibu hamil bisa menghadapi beberapa resiko, seperti anemia, pelemahan otot, kelainan plasenta, gagal jantung, pendarahan saat postpartum, dan bahkan keguguran. Selain mengakibatkan komplikasi pada sang ibu, calon bayi juga dapat terkena dampaknya. 

Sebuah studi menyatakan bahwa perkembangan otak bayi mengalami kelainan pada ibu hamil yang menderita hipotiroidisme. Bantuan kelenjar tiroid sangat berperan penting dalam perkembangan otak bayi. Jika hormon ini terganggu, maka ada potensi di mana otak bayi tidak berkembang dengan benar. 

Hipertiroidisme

Kinerja dari hormon human chorionic gonadotropin (hCG) memang semakin meningkat pada masa kehamilan. Peningkatan ini pun seringkali mengakibatkan kelenjar tiroid pada ibu hamil terangsang dan memproduksi lebih banyak hormon tiroid dari yang dibutuhkan oleh tubuh. 

Gejala yang ibu hamil dapat rasakan cukup beragam, Moms. Namun, ada beberapa gejala umum yang dapat dideteksi, seperti perubahan berat badan secara drastis atau tidak adanya kenaikan berat badan pada masa kehamilan. 

Gejala lainnya, yakni sering merasa resah, mood yang naik turun, kelelahan otot, tangan gemetar, debar jantung lebih cepat, dan sering merasa panas. Selain itu gejala lebih parah adalah sering terkena diare maupun munculnya pembengkakkan pada leher. 

Bila tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan resiko komplikasi, seperti keguguran dan kelainan pada kehamilan dengan anak kembar. 

Oleh sebab itu, ibu hamil sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter. Selain untuk pemantauan, pencegahan penyakit tiroid juga penting, Moms. 

Baca Juga: 8 Cara Mencegah Keguguran, Kenali Dulu Penyebabnya!

Cara Mengobati Tiroid Pada Ibu Hamil

tiroid pada ibu hamil

Inilah cara pengobatan penyakit tiroid pada ibu hamil sesuai dengan tipenya yang perlu Moms ketahui: 

Cara Pengobatan Hipotiroidisme

Jika ibu hamil mengalami gejala hipotiroidisme, maka akan sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter kandungan dan ahli endokrinologi. 

Ketika melakukan pemeriksaan, Moms bisa mengetahui gejala tersebut penyakit tiroid apa bukan. Jika benar karena penurunan hormon tiroid, maka dokter akan memberikan resep untuk mengatasinya dengan tepat. 

Kemudian untuk membantu dalam pemulihan, ibu hamil perlu mengkonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi. Dokter pun kemungkinan akan menyarankan ibu hamil untuk meminum vitamin prenatal dan suplemen yodium sebanyak 150 mikrogram (mcg) selama masa kehamilan. 

Yodium ini berfungsi untuk menjaga kesehatan kelenjar tiroid, sehingga gangguan akan perlahan sembuh. 

Cara Pengobatan Hipertiroidisme

Sama seperti hipotiroidisme, pemeriksaan ke dokter sangatlah penting. Disini ibu hamil akan diberikan resep bila betul sedang mengalami peningkatan hormon tiroid. Jika tubuh tidak bereaksi pada obat dan tak kunjung pulih, maka Moms mungkin harus menjalani operasi pengangkatan tiroid. 

Jika saat kehamilan terkena hipertiroidisme, bayi yang lahir nanti perlu pemantauan terlebih dahulu pada tiroid. Hal ini untuk mencegah adanya gangguan ataupun kelainan akibat penyakit ini. 

Apakah Moms Sudah Paham Tentang Penyakit Tiroid? 

Gangguan tiroid pada ibu hamil adalah permasalahan umum dalam kehamilan. Moms, pastikan saja untuk selalu melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan untuk mencegah kemungkinan terburuk.