Cacar air pada anak sebenarnya sama sekali bukan hal baru di dunia ini. Meski demikian, kita tetap perlu waspada karena penyakit ini sangat menular.

Kamu tidak perlu terlalu khawatir soal cacar air pada anak karena menurut CDC, hanya terjadi satu kasus meninggal dari seratus ribu kasus, dan kasus tersebut terjadi pada orang dengan imun yang sangat lemah. Walaupun begitu, tidak ada salahnya kita tetap harus siaga, apalagi soal urusan menjaga anak kita.

Di artikel ini, akan dibahas cacar air secara umum, termasuk juga cacar air pada anak. Ayo kita simak!

Apa Itu Cacar Air?

Cacar air adalah salah satu penyakit kulit menular yang ada di dunia ini yang menyebabkan demam dan ruam kulit yang gatal di seluruh badan.

Sebelum adanya vaksin cacar air pada tahun 1995, cacar air pada anak merupakan penyakit yang paling lumrah ditemui.

Virus Apa yang Menyebabkan Cacar Air?

Cacar air disebabkan oleh virus bernama varicella-zoster virus atau biasa disebut VZV. Selain cacar air, virus ini juga bisa menyebabkan ruam kulit yang menyakitkan bernama herpes zoster.

Mungkin kamu pernah mendengar bahwa sekali terinfeksi cacar air, maka kamu tidak akan terinfeksi penyakit itu lagi. Faktanya, virus tersebut berada pada fase dormant pada sistem syaraf selama masa hidupnya, dan bisa reaktivasi sebagai herpes zoster.

Anak-anak yang mendapatkan vaksinasi cacar air memiliki peluang lebih kecil untuk mendapatkan herpes zoster di masa depan.

Apa saja Gejala Cacar Air pada Anak?

cacar air pada anak

Gejala umum yang terjadi untuk cacar air pada anak adalah ruam kulit yang disertai dengan demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, atau bahkan sakit perut. Gejala yang disebutkan akan terasa beberapa hari dengan range temperatur 38,3 derajat Celcius sampai dengan 38,8 derajat Celcius.

Ruam kulit yang berwarna kemerah-merahan biasanya muncul pertama kali di perut, punggung, atau wajah, lalu tersebar di seluruh tubuh termasuk mulut, tangan, ketiak, lengan, kaki, dan area selangkangan.

Mungkin beberapa orang salah mengira kalau ruam kulit atau bentol yang disebabkan oleh cacar air dianggap karena gigitan nyamuk atau serangga nakal. Biasanya, bentol yang disebabkan oleh virus cacar air muncul dalam 2-4 hari setelah infeksi.

Bentol tersebut lalu berkembang menjadi lepuh tipis yang berisi cairan. Setelah itu, lepuhnya pecah dan meninggalkan luka yang terbuka (mirip luka bocor yang diakibatkan oleh memegang wajan yang panas).

Setelah pecah, luka terbuka tersebut akan mengeras dan menjadi keropeng kering berwarna coklat.

Apakah Cacar Air pada Anak Menular?

Jawaban atas pertanyaan ini adalah iya, jadi jangan sampai teman anakmu mengunjungi anakmu saat ia sedang terinfeksi penyakit ini karena bisa ada risiko untuk tertular.

Kebanyakan anak dengan saudara yang pernah terinfeksi cacar air akan mengalami pengalaman yang sama (kalau belum pernah terinfeksi atau divaksinasi). Gejalanya biasanya muncul dua minggu setelah infeksi.

Media penularan penyakit ini bisa berupa:

  1. Droplets di udara yang dihasilkan oleh batuk atau bersin
  2. Dari selaput lendir atau air liur

Biasanya, cacar air pada anak akan mulai menular dua hari sebelum ruam kulitnya muncul.

Jika anakmu sudah merasa sembuh dan ruam kulitnya sudah hilang, cobalah konsultasi kepada dokter agar mengetahui kapan waktu yang aman untuk sang anak kembali keluar rumah dan main bersama teman-temannya.

Bagaimana Cara Mencegah Cacar Air pada Anak?

Cacar air pada anak bisa dicegah dengan cara klasik, yaitu vaksinasi.

Hampir semua orang yang mendapatkan vaksinasi cacar air tidak akan terinfeksi virusnya, kalau pun terinfeksi, mereka hanya mengalami gejala ringan saja.

Biasanya, dokter akan merekomendasikan vaksinasi cacar air pada:

  1. Dosis vaksin pertama saat anak berumur 12-15 bulan
  2. Booster saat mereka berumur 4-6 tahun

Sebagai catatan, jika sudah berumur lebih dari 6 tahun dan belum pernah mendapatkan vaksinasi disarankan mendapatkan dua dosis vaksinasi. Selain itu, anak yang sudah pernah terinfeksi cacar air tidak diharuskan mendapatkan vaksin, karena imunitas alami biasanya akan melindungi mereka seumur hidup.

Bagaimana Cara Cacar Air pada Anak Didiagnosa?

Dokter biasanya mendiagnosa cacar air lewat ruam pada kulit.

Jika kamu merasa anakmu terinfeksi cacar air, jangan pernah ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Selain itu, jangan lupa kabari suster tentang kemungkinannya karena penyakit ini menular, dan kamu pasti tidak ingin menularkan penyakit ini kepada orang lain.

Bagaimana Cara Penanganan Cacar Air pada Anak?

Karena cacar air disebabkan oleh virus, maka antibiotik bukanlah cara penanganan yang tepat, tetapi bisa diberikan untuk melawan infeksi bakteri di tenggorokan.

Obat anti-virus bisa diberikan kepada anakmu dengan resep dokter. Percayalah pada dokter yang menangani penyakitnya.