Di artikel kali ini kita akan cari tahu, apakah boleh Ibu hamil kerokan saat masuk angin. Untuk memahaminya, simak artikel ini sampai habis.

Berbagai perubahan banyak dialami oleh ibu yang masuk dalam proses kehamilan. Mulai dari perubahan hormon, hingga berbagai masalah lain seperti seringkali merasakan masuk angin. Buat Anda yang terbiasa kerokan, kebiasaan tersebut pasti akan dilakukan dalam segala kondisi.

Selain kerokan, banyak orang yang memilih untuk memanggil tukang pijat, minum minuman herbal hingga akunpuntur. Di Indonesia sendiri, kerokan sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang, terlebih jika badan terasa tak enak. Ternyata, kerokan merupakan salah satu teknik memijat yang berasal dari negeri Tirai Bambu lho.

Namun apa boleh ibu hamil kerokan? Nah ini dia yang harus dipahami baik – baik, karena akan berdampak pada kesehatan ibu dan juga janin.

Mari Kita Kenali Dulu Kebiasaan Kerokan

Kerokan sendiri merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam serangkaian proses memijat dengan melakukan pengikisan permukaan kulit menggunakan alat tertentu (misalnya saja uang koin). Tujuan utama dari kerokan adalah untuk membantu meningkatkan proses peredaran darah. Jika menggunakan teknik dari Tiongkok, alat yang dimanfaatkan berupa batu khusus.

Kerokan sendiri dilakukan dengan menggerakan alat dari atas ke bawah. Aktivitas mengikis kulit atau kerokan, mampu mempercepat penyembuhan, memecah energy yang stagnan maupun mengurangi peradangan. Pada umumnya, kerokan dilakukan pada bagian kaki, lengan, leher, punggung hingga bokong. Pasca kerokan, akan muncul bekas merah yang mana bisa hilang dengan sempurna dalam kurun waktu 3 sampai 5 hari lamanya.

Manfaat Kerokan Secara Umum

Kerokan dipercaya dan terbukti memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Sebelum kita membahas bolehkah ibu hamil kerokan. Mari kita bahas dahulu apa saja manfaat dari kerokan tersebut secara umum.

1.Mengurangi Resiko Hepatitis B

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh International Journal of Clinical Chemistry, dalam kurun waktu 48 jam pasca kerokan, penurunan enzin hati mulai terjadi sehingga bisa membantu mengurangi resiko peradangan pada hati. Hal ini tentu akan membantu mengatasi kerusakan pada bagian hati.

2.Mengatasi Sakit Kepala dan Migrain

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Forchende Komplementarmedizin, bahwa 14 hari pasca kerokan, perempuan berusia 72 tahun yang mengidap sakit kepala kronis bisa membaik.

3.Mengatasi Pembengkakan yang Terjadi Pada Payudara

Mungkin Moms penasaran bolehkah ibu hamil kerokan. Menariknya, kerokan sangat membantu untuk ibu menyusui lho.

Ternyata pembengkakan payudara pasca melahirkan dan saat menyusui bisa diminimalisir setelah mendapatkan kerokan pada bagian payudara.

4.Mengatasi Sakit Pada Bagian Leher

Dari hasil uji coba yang dilakukan oleh pihak Pain Medicine kepada 48 orang dan dibagi menjadi dua kelompok, ternyata kerokan mampu lebih banyak menghilangkan rasa sakit pada leher setelah satu minggu jika dibandingkan dengan penggunaan bantalan pemanas termal.

5.Sindrom Tourette

Dalam upaya untuk mengatasi Sindrom Tourette, kerokan ternyata dipercaya cukup ampuh. Hanya saja harus dikombinasikan dengan terapi lain sebagai pendukung.

6.Sindrom Perimenopause

Kondisi ini terjadi pada wanita yang sudah mendekati masa menopause. Pada beberapa wanita, ternyata kerokan bisa digunakan untuk mengurangi gejala Sindrom Perimenopause. Fakta ini diperkuat dari studi yang telah dilakukan oleh National Center for Biotechnology Information.

Apakah boleh Ibu hamil kerokan?

Ibu hamil kerokan

Kerokan ternyata diperbolehkan untuk dilakukan pada ibu yang sedang hamil. Namun perlu diperhatikan, hindarilah bagian – bagian yang beresiko memicu terjadinya kontraksi atau hal yang tak diinginkan lainnya. Kerokan bisa disesuaikan dengan kondisi ibu hamil. Bagian perut, adalah bagian yang tak diperbolehkan untuk menerima kerokan, karena sangat beresiko. Jadi ibu hamil kerokan bisa dilakukan pada bagian leher, punggung, lengan dan kaki seperti kerokan pada umumnya.