Saat usia kehamilan semakin besar sekitar 13 hingga 25 minggu, seorang calon ibu biasanya sudah mulai merasakan gerakan janin. Gerakannya beragam, ada menendang, menyikut, meninju, hingga kedutan.

Gerakan janin bisa Anda rasakan saat dalam keadaan santai atau berbaring. Gerakannya pun semakin kuat saat trimester ketiga dan menjelang persalinan. Namun jangan kawatir karena sebagian ibu juga merasakan berkurangnya gerakan janin saat mendekati persalinan.

Ini karena janin sudah tidak cukup ruang untuk bergerak disebabkan tubuhnya yang semakin besar. Namun, Anda juga harus waspada terlebih lagi jika janin benar-benar tidak bergerak dalam waktu yang lama.

Penyebab Berkurangnya Gerakan Janin

1. Janin Dalam Kondisi Tidur

Penyebab yang pertama adalah karena janin Anda saat ini sedang tidur. Ya, janin sudah mulai bisa tertidur dan bermimpi saat memasuki trimester ketiga.

Namun, janin hanya akan tidur selama 20 hingga 40 menit saja. Tidak lebih dari 90 menit. Anda akan merasakan gerakannya kembali jika janin sudah bangun.

2. Saat Ibu Beraktivitas

Tanpa disadari ibu akan merasakan berkurangnya gerakan janin saat ibu sedang sibuk beraktivitas. Namun, saat ibu dalam keadaan santai atau bahkan sedang tidur, janin akan mulai bergerak aktif kembali.

Inilah terkadang yang membuat seorang ibu menjadi insomnia karena gerakan janin di malam hari.

3. Kurang Asupan

Sama seperti orang pada umumnya, Kita membutuhkan makanan untuk bisa bergerak aktif. Janin pun sama. Saat Anda kurang makan asupan bergizi, maka janin akan kurang bergerak.

Karena untuk bergerak, janin membutuhkan energi yang diserap dari makanan yang masuk ke pencernaan ibunya. Penting sekali untuk mengkonsumsi makanan bergizi selama kehamilan.

4. Posisi Janin Anterior

Di akhir masa kehamilan, janin akan mempersiapkan diri untuk menuju proses kelahiran dengan menghadapkan badan ke arah punggung ibu atau disebut anterior.

Tapi, posisi ini juga akan mempengaruhi gerakan janin saat mendekati persalinan. Janin akan kurang bergerak jika sudah dalam posisi ini.

5. Hamil Tua

Kondisi hamil tua juga bisa menyebabkan janin kurang bergerak. Ini karena janin mulai membesar dan kekurangan ruang gerak. Janin hanya mampu sedikit bergeser dan menggerakan tangan kaki serta bagian tubuh lainnya.

Namun jika janin benar-benar berhenti tanpa bergerak sama sekali sebaiknya segera periksakan ke dokter ya bu.

6. Kondisi Berbahaya

Penyebab terakhir yang biasanya membuat janin tidak bergerak adalah karena adanya kondisi berbahaya seperti :

  • Adanya lilitan tali pusar. Kondisi ini menyebabkan janin tercekik atau bahkan kekurangan oksigen.
  • Gangguan plasenta. Beberapa masalah plasenta yang paling umum adalah abruptio plasenta.
  • Bayi meninggal mendadak dalam kandungan.

Trik untuk Merangsang Gerakan Janin

Gerakan Janin

Jika janin dirasakan kurang bergerak, jangan panik sebaiknya Anda lakukan beberapa trik di bawah ini.

  • Ajak berbicara atau dengarkan suara musik. Janin akan lebih mudah merespon jika mendengarkan suara dari luar. Anda bisa mendengarkan musik yang lembut atau minta pasangan untuk menceritakan sesuatu di dekat perut Anda.
  • Minumlah air dingin atau konsumsi makanan yang manis. Biasanya janin akan merespon dengan gerakan.
  • Istirahat yang cukup. Usahakan untuk tidak kelelahan terutama saat memasuki trimester ketiga. Sempatkan tidur siang di sela-sela kegiatan.
  • Tidur dengan posisi miring ke kiri. Menurut medis, janin akan lebih aktif bergerak jika ibu miring ke kiri karena posisi ini bisa melancarkan sirkulasi oksigen yang terkoneksi dengan janin.

Setelah mencoba beberapa trik di atas, Anda bisa bernapas lega jika janin langsung merespon dengan gerakannya kembali. Namun, segera periksakan ke dokter jika janin tetap tidak merespon.

Beberapa kondisi yang mengharuskan Anda segera ke dokter :

  • Tidak ada gerakan janin minimal 10 kali dalam waktu dua jam. Ini bisa menandakan adanya masalah pada janin.
  • Bagian tubuh ibu mulai membengkak biasanya di sekitar tangan, kaki, dan juga wajah. Jika ada riwayat hipertensi, sebaiknya ibu waspada gejala preeklampsia.
  • Ibu mengalami sakit kepala yang hebat hingga menurunkan penglihatan, pandangan kabur dan terasa berputar-putar.
  • Ibu mengalami kram perut yang parah dan terjadi secara terus menerus.
  • Adanya pendarahan pada vagina jauh sebelum proses persalinan terjadi.
  • Ibu mengalami demam tinggi dalam waktu yang lama.
  • Ibu mengalami sesak napas. Terlebih lagi jika memiliki riwayat asma sebelumnya.
  • Ibu mengalami mual muntah hingga kejang.
  • Perut ibu terasa nyeri.

Jika Anda mengalami beberapa kondisi di atas, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi janin.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan USG untuk melihat kondisi janin. Jika tidak ditemukan kejanggalan, janin dalam kondisi baik maka Anda akan diijinkan pulang.

Namun tetap dalam pantauan, karena jika terjadi penurunan gerak kembali atau janin tidak bergerak sama sekali, Anda harus segera kembali ke dokter untuk diambil tindakan medis.

Tagged in: