Setiap hari korban keganasan virus Covid 19 terus berjatuhan, jika diakumulasi hampir mencapai puluhan ribu. Sulut melaporkan penambahan kasus pasien positif Covid 19 pada 6 Juni kemarin. Dari 15 kasus baru yang diterima, terdapat seorang bayi meninggal Covid19 yang baru dilahirkan pada 19 Mei. Hal ini menjadi catatan para medis dan ibu hamil untuk menjaga kehamilan selama pandemi masih berlangsung. Simak ulasannya berikut ini.

Tetapkan Aturan untuk Menjaga Kehamilan saat Pandemi

Bayi meninggal Covid19

1. Konsultasi Saat Kondisi Darurat

Bagi seorang ibu, kabar kehamilan merupakan momen yang paling membahagiakan. Si ibu pasti sudah membayangkan bagaimana serunya masa-masa hamil, hingga menjelang melahirkan. Ada perasaan haru ketika ibu merasakan sendiri, ketika tahu ada makhluk hidup lain yang harus dijaga. Setiap harinya selalu siap untuk menyambut perkembangan si janin. Dengan sepenuh hati ibu akan memberikan asupan nutrisi yang cukup.

Namun euforia tersebut perlahan surut, ketika pandemi Corona mulai menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Baik media online maupun offline, selalu menampilkan berita dampak negatif dari penyebaran Covid 19. Bahkan kasus bayi meninggal Covid19 semakin menambah momok bagi ibu hamil. Ada ketakutan cukup besar jika nantinya virus akan membahayakan kandungan. Padahal pikiran panik justru membuat si janin menjadi tidak tenang.

Para dokter kandungan memberi saran untuk tetap tenang, agar tidak memberi dampak buruk terhadap kehamilan. Mungkin akan menjadi beban berat bagi si ibu, karena pikiran sudah bercabang ke hal-hal negatif. Namun perasaan ibu yang gelisah nyatanya bisa membahayakan kehidupan si bayi. Ada baiknya tetap mematuhi protokol kesehatan, untuk melakukan physical distancing.

Selama masa pandemi Corona, ibu hamil disarankan untuk memeriksa kandungan saat keadaan darurat. Anjuran ini ditetapkan karena ibu hamil rentan terkena serangan infeksi, sebab daya imun yang melemah. Pastikan untuk tidak bersentuhan dengan pelayanan kesehatan apapun. Mengingat kasus bayi meninggal Covid 19 kian bertambah, maka wajib bagi ibu hamil untuk memproteksi diri sendiri.

Jika perlu anda bisa konsultasi kehamilan secara online, atau telepon interaktif dengan dokter kandungan. Anda tetap bisa mengetahui perkembangan bayi, sambil membahas beberapa tips selama masa hamil. Tidak perlu pergi ke rumah sakit ataupun klinik, yang beresiko tertular virus Covid 19 lebih cepat. Namun jika kondisi terdesak anda tidak perlu takut, cukup mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker dan mencuci tangan.

Bayi meninggal Covid19
2. Bertanya Terkait Cara Melindungi Kandungan

Hamil di tengah pandemi Covid 19 tentunya menimbulkan banyak kecemasan. Pertanyaan terus bermunculan terkait bagaimana harusnya menjaga kandungan, agar tidak berdampak secara signifikan. Mengingat kasus bayi meninggal Covid 19 cukup membuat perasaan ibu hamil was-was. Maka dari itu penting untuk menanyakan kepada dokter, terkait langkah-langkah untuk meminimalisasi kontak.

Sejauh ini belum ada penelitian yang menunjukkan resiko hamil ditengah pandemi Corona. Meskipun begitu tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, sebab ibu hamil beresiko terkena infeksi saluran pernapasan. Hal ini dikarenakan pada masa kehamilan terjadi berbagai perubahan hormon dalam tubuh. Sehingga ibu hamil mengalami sedikit gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Apabila tidak ada sistem proteksi yang kuat, maka tubuh akan merespon beragam infeksi yang masuk. Hal ini berpotensi kandungan mengalami keguguran, atau bayi lahir dalam keadaan prematur. Pertanda yang muncul bisa dideteksi pada masa kehamilan, salah satunya demam tinggi yang tidak mendapat penanganan. Kondisi tersebut beresiko cacat lahir tertentu, tergantung dari kondisi kehamilan pada masing-masing ibu.

Berawal dari kasus bayi meninggal Covid 19 di Sulut pada bulan Mei lalu. Sehingga para medis semakin memperketat protokol kesehatan khusus ibu hamil. Terutama pada himbauan physical distancing dan social distancing. Setidaknya kontak fisik bisa mengurangi penularan virus. Ditambah dengan himbauan untuk meningkatkan asupan gizi, mulai konsumsi buah dan sayur serta suplemen untuk ibu hamil.

Bahaya covid19
3. Gunakan Fasilitas Kesehatan yang Aman

Sejak virus Covid 19 mulai menyebar, pemerintah sudah menetapkan pengendalian terhadap kesehatan. Biasanya pemeriksaan kehamilan memiliki sekitar 14 kali kunjungan, hingga sebelum melahirkan. Namun kali ini ada yang berbeda, jumlah kunjungan dibatasi setengahnya. Sedangkan sisa kunjungan dilakukan lewat jarak jauh, bahkan ada anjuran tidak perlu pergi ke rumah sakit jika bukan kondisi terdesak.

Pemerintah dan para ahli kesehatan telah menyepakati adanya telemedicine, untuk mempermudah agenda konsultasi. Metode ini sudah disetujui oleh American Collage of Obstriciants and Gynecologist (ACOG). Sehingga bisa menurunkan resiko bayi meninggal Covid19, akibat penyebaran virus yang tidak terkendali.
Namun tidak semua kondisi bisa disama ratakan, sebab ada beberapa keadaan khusus yang memerlukan penanganan utama.

Beberapa klinik dan rumah sakit sudah mengatur jadwal pemeriksaan dengan sangat rinci. Mereka membatasi jumlah kunjungan, agar tidak ada pasien yang mengantre. Solusi ini diterapkan untuk melakukan social distancing, dan resiko penularan saat berkerumun. Selain itu saat kunjungan tidak mengizinkan suami atau anak-anak untuk ikut. Bahkan ada yang menerapkan aturan, saat melahirkan nanti tidak boleh didampingi oleh pasangannya.

vitamin penting semasa kehamilan
4. Fokus Pada Panduan Kesehatan

Ibu hamil perlu mematuhi beberapa panduan kesehatan, mengenai kapan jadwal kontrol atau apa saja yang perlu dihindari. Jika usia kandungan kurang dari 11 minggu anda tidak perlu melakukan pemeriksaan. Memasuki usia 11-13 minggu ada kewajiban untuk memeriksakan kondisi kehamilan. Dan kembali lagi pada minggu ke 20-24 untuk melihat struktur jaringan pada bayi. Kemudian melakukan kontrol hingga memasuki minggu persalinan.

Jika melihat kasus bayi meninggal Covid19 di Sulut pada Mei lalu, tentu anda perlu meningkatkan kewaspadaan. Di masa pandemi resiko mengalami keguguran jauh lebih besar, dengan gejala-gejala yang terjadi lebih cepat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan keguguran, contohnya kesehatan fisik dan mental. Sebab kondisi penuh ketidakpastian seperti ini bisa menjadi sumber kecemasan dan stres.

Maka dari itu perlu rasa penerimaan yang lebih dan dukungan secara moril. Tidak perlu khawatir secara berlebihan, yang terpenting menjalankan protokol kesehatan. Cobalah untuk mengalihkan rasa cemas dengan kesibukan normal. Anda tetap bisa bekerja mulai pukul 9 pagi hingga jam 5 sore, atau melakukan agenda lainnya di rumah.

Jika perlu membatasi paparan berita terkait virus Covid 19, sehingga tidak menambah kadar kepanikan. Anda juga bisa terlibat dengan forum ibu hamil, dan saling bertukar semangat serta sama-sama menguatkan. Pastikan pikiran bersih dari hal-hal negatif supaya tidak menganggu ketenangan janin. Karena saat ibu tidak tenang, kandungan ikut merespon apa yang dirasakan oleh sang ibu.

Ibu hamil perlu menjaga kesehatan tubuh dan mental, agar senantiasa bugar serta tampak tenang. Namun kasus pandemi Corona membuat kekhawatiran ibu hamil terus bermunculan. Sehingga terjadi beberapa kasus kehamilan yang tidak diinginkan. Para pakar kesehatan menetapkan adanya telemedicine, supaya ibu hamil bisa terus konsultasi kandungan. Jadi tidak perlu mengantre di rumah sakit dan menghindari kerumunan.

Ikutin facebook kami di : https://facebook.com/detikbayi