Penyebab Bayi Sering Kentut – Semua orang mau itu dewasa, anak-anak, bahkan bayi pastinya mengeluarkan gas alias kentut setiap hari. Coba, kira-kira berapa kali Ibu kentut dalam sehari? Seperti yang kita ketahui, kentut itu adalah hal yang normal, malahan kentut merupakan hal yang sehat dan baik untuk tubuh kita.

Namun, sebagai orang tua, apalagi orang tua baru, Ibu tentunya merasa heran kenapa bayi sering kentut. Apalagi terkadang bayi kentut lebih banyak dari pada orang dewasa. Pada kenyataannya bayi kentut 13—20 kali sehari dan biasanya lebih sering terjadi pada bayi yang berusia 2—3 bulan. Memang ada beberapa alasan mengapa bayi sering kentut. Berikut telah kami rangkum informasinya.

Penyebab Bayi Sering Kentut

penyebab bayi sering kentut

Sistem pencernaan bayi belum sempurna

Ibu perlu tahu kalau sistem pencernaan bayi itu belum sempurna dan tumbuh dengan lambat. Jadi, ketika menyusu atau mengonsumsi makanan padat, sistem pencernaan bayi Ibu belum bisa memecah makanan dengan benar. Akibatnya, banyak gas terperangkap di usus yang menyebabkan rasa sakit ketika dilewati. Inilah penyebab bayi sering kentut.

Namun, seiring bayi tumbuh dan sistem pencernaannya semakin matang, maka frekuensi kentut bayi juga akan berkurang.

Terlalu banyak menelan gas

Ibu juga perlu tahu kalau bayi sering kentut itu merupakan dampak dari banyaknya gas atau udara yang tertelan oleh bayi. Hal itu bisa terjadi ketika perlekatan menyusui tidak tepat, saat posisi botol dot kurang pas, atau hanya saat mengoceh atau menangis.

Sensitivitas atau intoleransi makanan

Apa yang Ibu berikan kepada bayi juga bisa berpengaruh pada gas. Misalnya Ibu memberikan susu formula pada bayi. Ada beberapa bayi yang memiliki kepekaan atau intoleransi terhadap beberapa jenis susu formula. Atau ketika Ibu memberikan ASI. Ibu perlu tahu bahwa ASI yang Ibu berikan pada bayi bisa saja berubah tergantung pada apa yang Ibu makan. Karena tidak jarang, perubahan pola makan Ibu juga dapat menyebabkan perubahan pada pencernaan dan menyebabkan perut bayi kembung.

Bisa juga bayi sering kentut ketika memasuki periode MPASI. Beberapa bayi akan mengindikasikan reaksi sensitif terhadap jenis makan terentu dengan sering kentut.

Terbatasnya gerakan

Namanya bayi, mereka pasti akan lebih sering menghabiskan waktunya untuk tidur. Bayi juga gerakannya masih terbatas atau belum bisa banyak bergerak sendiri. Padahal, di saluran pencernaan terdapat otot-otot yang memerlukan gerakan tubuh untuk membantu mendorong gas keluar.

Masalah pencernaan ringan

Bayi kentut terus juga bisa disebabkan oleh masalah pencernaan ringan seperti sembelit. Nah, pada kondisi ini, mungkin bayi akan jarang BAB dan malah jadi sering kentut.

Tips mengatasi bayi sering kentut

Ada beberapa cara yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasi bayi sering kentut,

  • Bantu bayi bersendawa, karena dengan bersendawa maka gas yang ada di dalam tubuh bayi bisa berkurang. Cara terbaik untuk membantu bayi bersendawa adalah dengan mengusap atau menepuk punggungnya secara lembut.
  • Pastikan posisi kepala bayi lebih tinggi dari perutnya ketika sedang menyusu. Baik itu saat meminum ASI langsung dari puting susu Ibu ataupun dari botol susu.
  • Baringkan bayi di atas kasur dalam posisi telentang, kemudian pijat lembut perutnya, lalu gerakkan tungkainya seperti gerakan bersepeda.
  • Bila perlu, mandikan bayi dengan air hangat.

Kapan harus dikonsultasikan ke dokter?

Memang bayi sering kentut itu normal, namun Ibu juga perlu bersikap waspada, terkadang kondisi seperti itu juga menandakan adanya masalah kesehatan pada bayi. Segeralah bawa ke dokter ketika bayi sering kentut dengan disertai gejala-gejala, seperti:

  • Demam, suhu badannya mencapai 38°C atau lebih, terutama bila usianya masih di bawah tiga bulan.
  • Sangat rewel dan sulit ditenangkan.
  • Tampak kesakitan
  • Tidak buang air besar
  • muntah-muntah
  • tinja disertai darah.